Veranda #63 generasi kedua Gas Turbine

July 25, 2017

Setelah tampilnya loko Gas Turbine Electric (GTEL) di midi LO MbT yang merupakan loko Gas Turbine generasi pertama maka UNION PACIFIC melanjutkan mengoperasikan loko Gas Turbine generasi kedua yang sangat terkenal dengan nama “Veranda”. Loko Gas Turbine Veranda ini merupakan lokomotive yang diproduksi oleh pabrik ALCO.

Generasi kedua dari loko Gas Turbine atau selanjutnya disebut Veranda telah diproduksi pada tahun 1954…loko ini dibuat hingga belasan unit dan pihak pemesan yaitu UNION PACIFIC memberi nomor urut mulai #61 hingga #75….dan yang tampil saat ini adalah  Veranda  #63.

Veranda memiliki kemampuan yang sama dengan loko GTEL sebelumnya….. mampu menghasilkan 4,800HP dengan traction power 4,500HP, Veranda dengan power 4,500HP dapat lari hingga 65mile per jam dengan menarik gerbong hingga 85 gerbong barang.

Perbedaan Veranda yang merupakan generasi kedua GTEL ini adalah bentuk sampingnya….sepanjang ruang mesin turbinnya terdapat gangway yang diberi batas pagar pelindung pada sisi kiri kanannya. Gangway samping yang mirip beranda ini memberi inspirasi sebutan veranda….dan bagian samping ini merupakan jalan pihak teknisi saat memasuki kompartemen mesin..

Gas Turbine Electric Locomotive ini sangat khas dengan Aux Tender yang berisi  bahan bakar……loko Veranda tanpa tender sudah terlihat panjang fisiknya…apalagi digabung dengan tender…maka set loko GTEL Veranda memang terlihat panjang. Pada bagian samping didaerah gangway sudah tidak terlihat lagi lobang/kisi udara pendingin engine…pihak engineer telah memindahkan lobah peranginan ini kebagian atas loko.

UNION PACIFIC memang tidak tanggung2 memesan sejumlah Veranda kepada pabrikan Alco yang memproduksi hingga 15 unit. Veranda memiliki warna armour yellow dan grey khas armada raksasa UP…warna ini tidak berbeda dengan laburan pada GTEL generasi pertama sehingga sepintas dari jauh terlihat sosok yang sama.

Seperti terlihat dalam penampakan disini bahwa loko GTEL Veranda selalu tampil memukau dengan tender tambahan yang selalu ditariknya…tidak lain karena loko Veranda ini memerlukan supply bahan bakar yang lumayan banyak, tentu saja Aux. Tender tersebut juga dilabur dengan kelir yang sama….kuning dengan tulisan UNION PACIFIC warna merah.

Sepintas tender pembawa bahan bakar ini hampir sama desainnya antara era generasi pertama GTEL dan generasi kedua Veranda…yang membedakan adalah huruf UNION PACIFIC pada tanki era pertama GTEL tertulis lebih besar.

Union Pacific memang memiliki warna korporasi yang sangat terkenal yaitu kombinasi kuning dan abu2…ditambah strip/garis merah sebagai embatas antara dua warna tersebut. Pada GTEL generasi pertama UP menempatkan logo UP shiled ditengah body samping…dan untuk generasi kedua Veranda karena terdapat gangway disamping maka logo UP shield dipindah dibagian samping belakang…..UNION PACIFIC RAILROAD tertulis jelas diatas warna biru yang bagian bawah UP shield berwarna strip merah putih….Amrik banget..

Pada saat operasinya GTEL dan Veranda logo UP Shield Union Pacific terlihat dengan jelas walau dari kejauhan…yang belakangan pada logo hanya hanya tertulis UNION PACIFIC

Detail Veranda memang tidak diragukan lagi…terutama pada bagian samping..pada bagian gangway terlihat pagar/railing pengaman dan terdapat pintu untuk naik dari luar…pada Veranda terlihat pula detail kisi2 disamping dan detail diatas yang lumayan rumit..

Pada bagian depan terlihat sepasang horn yang terpasang saling berlawanan arah sehingga depan atau belakang loko terdengar suaranya…lobang peranginan disamping pada GTEL sudah tidak terlihat lagi pada Veranda karena digunakan untuk gangway…sebagai gantinya dipindahkan keatap loko…..untuk keatas disediakan tangga naik dibagian belakang loko.

 

Untuk roda atau boogie….Veranda memiliki konfigurasi yang sama dengan GTEL generasi pertama yaitu B-B-B-B dan konfigurasi C-C untuk tender pembawa bahan bakar. Roda Veranda yang secara total memiliki traksi hingga 4,500HP tersebut terpasang pada truck yang bagian luarnya dilabur dengan warna silver bromit tahan karat.

Remote uncoupler masih menjadi andalan pihak pabrikan MTH yang telah membuat model Veranda hingga banyak penggemar yang mengkoleksinya, MTH memang sukses dengan produk Veranda ataupun GTEL. Veranda #63 yang memiliki konstruksi full metal ini merupakan produk batch terakhir yang diproduksi oleh MTH.

Rangkaian loko Veranda dengan beberapa gerbong barang meluncur deras dijalur dalam midi LO MbT melalui daerah perbukitan daeran gersang dan tentunya melewati landmark double bridge yang sangat legendaris di Amrik sana…

Veranda buatan pabrik kamod MTH ini diproduk untuk dapat bernegosiasi di curve 18″ namun karena midi LO MbT telah siap dengn curve 26″ maka Veranda dengan girang melaju kencang tanpa hambatan.

Veranda dengan profile wajah klasik memang menampilkan kesan Amrik…pada bagian hidung terpasang lampu utama yang menyala secara osilasi dan pada samping kiri kanannya terdapat marker light warna hijau…ditambah number board didepan dan cabin yang menyala membuat Veranda bagian depan mewah.

Union Pacific memberikan pajangan atau simbol berupa UP Shield lengkap dengan wing yang membentang selebar wajah loko Veranda membuat tampak depan makin dahsyat….sementara road number #63 juga tertulis dibagian samping depan.

Terlihat Veranda melewati girder bridge berlogo Union Pacific pertanda Veranda melalui track/jalur milik armada UNION PACIFIC yang terbentang didaerah Utara..loko Veranda memiliki bobot yang lumayan lantaran body terbuat dari material full metal sehingga saat membuat konstruksi jembatan pada midi LO MbT harus bener2 meneliti kekuatan bridge yang ada.

Jembatan ini memang unik dan menarik dipasang pada setiap LO…jembatan sistim rangka baja ini dapat tembus pandang dari kiri kanan atas bawah…hal ini memberikan kesempatan kepada MbT untuk mengabadikan dari posisi tersebut.

Terlihat bahwa track yang digunakan pada bridge juga dibuat khusus menyerupai prototype yang ada dengan sistim ganda sebagai guide supaya roda kereta …dan ini buatan Shinohara yang beken itu. Profil track ini memang akan terlihat kalau diabadikan dari atas saja.

Hal yang paling menguntungkan bagi model railroader adalah menghindari derail diatas jembatan …apalagi kalau sebelum masuk jembatan track pada umumnya memiliki curve.

Double track yang merupakan barang antik ini berdampingan dengan sebuah bridge type yang sama namun hanya memiliki single track. Perbedaannya adalah track yang dipasang pada truss bridge yang satu ini bukan merupakan track yang dilengkapi dengan guide seperti yang terdapat pada double track.

Dapat terlihat bahwa MbT memasang jembatan sengaja tidak diatas sungai namun dibawah jembatan melintas pula jalur kereta api lain yang juga menjadikan pemandangan daerah ini cukup ramai dengan lintasan kereta api.

Diskusi soal Sound system yang dicangkokkan pada loko Veranda #63 ini merupakan hal yang penting..produk Proto sound versi 3.0 merupakan pilihan pihak MTH yang tidak salah, dengan khas MTH setiap saat loko akan start harus mengaktifkan terlebih dulu fitur F3….selanjutnya dapat terlihat bahwa sound…lighting…smoke…power sudah aktif bersamaan.

Dengan suara yang menderu terdengar mesin Gas Turbin running…ditambah dengan nada komunikasi anatara masinis dengan pihak tower membuat suasana makin realistis.

Midi LO MbT yang merupakan LO dengan nuansa alam pegunungan dan industri..terlihat membentang disepanjang jalur track hanya sekitar 20% terlihat area industri dan station.

MbT masih belum bosan mengambil gambar diarea yang sebenarnya masih belum rampung 100% ini, detail dari track masih terus disempurnakan sehingga diharapkan nantinya midi Lo MbT ini memiliki detail yang lengkap.


Loko Gas Turbin

May 11, 2017

Setelah era BIG BOY menyusul era GAS TURBINE…loko yang satu ini merupakan loko dengan penggerak menggunakan GAS Turbine, tentu saja loko ini memerlukan bahan bakar minyak yang tidak sedikit…sehingga loko Gas Turbin ini memiliki ciri khas menarik tender berisi BBM….bahkan konsumsi bahan bakar untuk Gas Turbine sejumlah dua kali dari konsumsi bahan bakar untuk mesin Diesel.

Teknologi Gas Turbin sebetulnya saat itu bukan merupakan hal yang baru terutama sudah dikenal untuk penggerak propeler pesawat type Turboprop, penggerak kapal laut dan juga sebagai power plant. Loko jenis Gas Turbin sudah mulai diperkenalkan di era tahun 50an oleh pabrik kereta api ALCO bekerjasama dengan GE.  Pada loko jenis Turbin Gas ini, terpasang sebuah Turbin Gas yang output shaftnya akan menggerakkan sebuah alternator atau generator listrik.

Tenaga yang dihasilkan oleh loko Gas Turbin cukup besar bahkan dua kali dibanding loko Diesel era itu…..power sebesar 4,800HP memang tergolong besar sehingga mampu menarik rangkaian gerbong barang lebih banyak. Saat ini Gas Turbine telah hadir di midi LO MbT….beda dengan di Amrik sana bahwa loko jenis Gas Turbine -electric locomotive ini atau ada yang menyebut GTEL telah diproduksi dalam tiga generasi, generasi pertama sebanyak 10 unit dengan nomor punggung #51 hingga #60…..GTEL yang melaju di midi LO MbT adalah salah satu dari generasi pertama ini yaitu #59.

GTEL generasi pertama ini memiliki konfigurasi B+B-B+B sehingga kalau kita perhatikan loko ini seolah merupakan dua loko kecil yang memiliki konfigurasi roda B+B yang digabung….dan GTEL ini telah diproduksi pada rentang waktu antara 1952 sampai dengan 1961 dengan total unit untuk tiga generasi sampai 56 unit.

Tampak loko jenis GTEL ini memang gagah dan seram juga…walau telah dilabur dengan warna kuning dengan kombinasi atap abu-abu dan strip warna merah yang manis khas UNION PACIFIC masih terlihat sosok yang bongsornya…ditambah lagi dengan tender tempat bahan bakar dengan tulisan cukup besar UNION PACIFIC.

Tentu saja loko yang memiliki panjang total sekitar  25m ini kalau modelnya kita lihat berhenti didaerah station midi LO MbT sudah terlihat memenuhi panjang peron yang ada.

Loko GTEL ini dibuat dan dipesan oleh pihak UNION PACIFIC diperuntukkan untuk menarik rangkaian gerbong barang, jarak yang ditempuh cukup panjang dan dengan speed yang dapat mencapai 105 km perjam tentu saja konsumsi bahan bakarnya akan banyak….memang itu ciri khas mesin Turbin gas…alhasil harus siap dengan tanki fuel yang digandeng kemana-mana.

MbT membuat simulasi loko GTEL ini juga akan menarik rangkaian gerbong barang….terlihat loko GTEL sedang bermanuver langsir dari track luar akan masuk ke track dalam dengan berpindah melewati double cross turn out ukuran #10 yang memang ampuh untuk digunakan oleh loko yang memiliki fisik panjang.

Pada tender yang membawa bahan bakar terlihat lampu belakang yang cukup besar dan terang…lampu ini akan aktif menyala saat loko berjalan mundur…termasuk bersamaan menyalanya lampu belakang pada loko yang merupakan lampu kerja.

Pada saat loko melaksanakan langsir seperti ini MbT dapat menikmati detail nyalanya lampu belakang…selain itu pada tender terlihat coupler yang non remote…sementara pada loko dilengkapi dengan remote coupler yang menurut MbT justru yang diperlukan adalah coupler yang terdepat pada tender. Hal ini MbT mencoba saat membuka remote coupler loko bagian belakang memang coupler terbuka sempurna namun jangan lupa bahwa antara loko dan tender tedapat 2 kabel listrik untuk kebutuhan lampu tender dibelakang sehingga loko belum dapat terlepas dari rangkaian…

Rangkaian loko GTEL ini telah memasuki jalur track dalam yang merupakan simulasi akan mengambil rangkaian gerbong barang lebih dari 100 unit gerbong… Terlihat loko Gas Turbine ini bermanuver langsir maju mundur dekat dengan sebuah station yang saat itu terdapat banyak calon penumpang sehingga mereka berkesempatan melihat dengan jelas sosok bongsor loko GTEL ini.

Loko ini selain memiliki tenaga penggerak utama Gas Turbin…juga dilengkapi denga sebuah Diesel berukuran kecil yang sering disebut juga “Donkey” Diesel yang bermanfaat untuk kegiatan manuver seperti ini..sehingga lingkungan station tidak terganggu dengan bisingnya akibat suara Turbin dan juga dapat menghemat bahan bakar.

Kalu diperhatikan detail nya bagian dinding samping dari loko GTEL ini terdapat kisi-kisi yang berfungsi sebagai ventilasi udara ruang Turbin didalamnya, selain untuk kebutuhan udara turbin  juga diperlukan sebagai peranginan apabila ada orang masuk didalam, belakangan yaitu pada generasi ke 2 Gas Turbine Electric Locomotive desainya berobah yaitu pada daerah samping loko dibuat gangway untuk ornag jalan seperti suasana beranda, selain tidak panas juga mendapatkan udara segar langsun. Nick name dari GTEL generasi kedua ini adalah “VERANDA”.

Loko gas Turbin keluar dengan tiga generasi, yang pertama ini GTEL yang saat ini tampil di midi LO MbT, kemudian generasi kedua yaitu VERANDA yang nanti akan diulas tersendiri dan generasi ketiga adalah dikenal dengan sebutan BIG BLOW yang memiliki tiga rangkaian loko set. Model loko GTEL dan VERANDA telah sukses dibuat oleh pabrikan KAMOD berkualitas yaitu MTH….dan hebatnya model dibuat dengan material die cast ditambah electronic board Proto 3.0……sebelumnya jenis VERANDA pernah dibuat oleh LIONEL dan belakangan dengan body plastik ABS dibuat oleh Athearn.

Dibagian atas loko yang dilabur dengan warna harbour mist Grey atau abu2 terdapat banyak detail yang sesuai dengan kegunaan termasuk exhaust ducting untuk Turbin dan dibagian depan terdapat horn loko yang memiliki nada suara cukup keras. Pada tender bagian atas terdapat running board lengkap dengan railing pengaman, running board dan railing sangat berguna saat pengisian bahan bakar.

Loko GTEL produksi MTH ini juga dilengkapi dengan smoke system…dimana cairan smoke dimasukkan melalui lobang diatas atap yang sekaligus merupakan exhaust Turbin nya. Hembusan smoke dapat dikontrol secara digital dengan mengaktifkan fitur F9.

Semua kelebihan detail loko tersebut merupakan suguhan dari pabrik KAMOD berkualitas MTH, pabrikan ini telah memproduksi hampir semua loko2 UNION PACIFIC termasuk Big Boy, Challenger, Veranda dan GTEL. Loko legendaris produksi MTH tersebut materialnya terbuat dari die cast sehingga detail dapat tampil bagus dan realistis…bobot loko produk MTH ini juga lumayan.

MTH untuk mengimbangi produknya yang berkualitas kita ketahui dengan sukses telah mencangkokkan electronic board buatan PROTO Sound 3 yang sudah teruji, electronic system pada GTEL  memiliki fungsi untuk mengatur power, lighting, smoke, sound dan remote coupler….luar biasa hasilnya, para penggemar kereta model dapat menikmatinya dengan memanfaatkan fitur2 pada throttle control hingga 32 fitur.

Rangkaian loko GTEL sudah terlihat menarik 100 gerbong barang jenis box car yang pada simulasi di midi Lo MbT terlihat menarik hingga 30 gerbong barang dan melintas dijalur dalam atau jalur 2 didepan stasion. Loko GTEL yang merupakan kereta barang cepat ini tentu bukan merupakan kesulitan apabila menarik rangkaian gerbong barang di track yang mendatar.

Raungan mesin Turbin lumayan menggema dengan nada bising pertanda putaran tinggi turbin, sound ini sangat utuh di adobe oleh sound dari DCC system yang dipercayakan kepada Protosound 3.0….MbT mencoba rangkaian ini lari diatas track dalam midi LO MbT dan pada double crossing berpindah ke jalur luar.

Sedikit komentar pada Remote coupler yang populer dari MTH memang belum tertandingi oleh produk kamod Amrik yang lain, remote coupler memang sangat efektif saat digunakan untuk melepas sambungan antara loko dengan gerbong dibelakangnya, atau antara loko dengan loko saat berjalan consist…

Seperti MbT sebutkan diatas bahwa remote coupler untuk GTEL ini tidak cocok karena walau coupler sudah terbuka tetap saja tender masih belum lepas karena tertahan oleh 2 kabel elektronik, dan apabila memang MTH akan mengembangkan remote coupler maka lebih berfungsi kalau dipasang pada tender coupler yang belakang…sehingga berfungsi untuk melepas rangkaian gerbong.

Loko GTEL buatan MTH ini memang detailnya belum dapat lawan…diteliti dari bagian atas hingga bagian bawah seluruhnya telah disiapkan dan sesuai dengan blue print yang ada..yang membuat nilai nya plus plus lantaran material yang digunakan adalah die cast dan steel small wire untuk railing dan grab.

Bagian truck/boogi dari roda loko yang memiliki konfigurasi B+B+B+B juga boogi pada tender C+C terbuat dari metal yang dilabur warna bromith silver sesuai prototypenya. Pada loko GTEL seri lain ada yang berwarna abu2….untuk generasi kedua VERANDA juga dibuat dengan kualitas yang bagus khas MTH.

Simulasi loko GTEL pindah jalur merupakan atraksi yang ditunggu-tunggu dan cukup menarik karena bunyi klik klak klik klak roda B+B+B+B karena benturan dengan sambungan pada track double crossing lumayan menegangkan karena khawatir terjadi derail, namun GTEL produk MTH ini tetap maju lancar tanpa kendala.

Memang karena loko ini memiliki bobot yang cukup berat bunyi klik klak dengan track cukup keras…roda B+B+B+B yang merupakan gabungandari empat boogi digerakkan oleh motor yang terhubung dengan traksi pada kelompok roda BB pada bagian dalam…artinya group roda yang didepan dan belakang hanya merupakan pilot wheel saja.

Setelah pindah jalur….rangkaian yang ditarik GTEL ini meluncur kembali di jalur luar midi LO MbT dengan menikmati curve lebar pada setiap putaran dan melalui beberapa turnout lebar tanpa kendala. MbT telah mencoba GTEL ini pada berbagai jalur yang tersedia termasuk track yang memiliki elevasi menanjak dan menurun dengan hasil yang memuaskan dan ketika menaiki track menanjak MbT perlu menambah bukaan throttle untuk menambah tenaga.

Bagian depan loko GTEL ini terdapat head lamp yang tepat dipasang ditengah hidungnya, lampu ganda atas bawah menyala dengan salah satunya selalu menyala osilasi seolah berkedip memberikan isyaran bahwa loko ini bergerak maju kedepan, dan saat loko berjalan mundur kedua lampu ini secara otomatis tidak menyala. Selain itu didepan terdapat number board yang menyala sehingga road number #59 terlihat dengan jelas…dan diatas number board terdapat lampu pilot yang selalu menyala cukup terang. Lampu number board, lampu pilot dan lampu kabin dikontrol terpisah dengan lampu utama yaitu dengan mengaktifkan fitur F5.

Detail lain yang menarik pada bagian depan loko GTEL ini terlihat pintu masuk loko yang tepat terpasang ditengah, lengkap dengan hand grib kiri kanan dan handle pembuka pintu, untuk langsung masuk ke kabin juga terdapat pintu samping dikedua sisinya.

Perjalanan berlanjut kembali melingkar pada curve disebelah kanan midi LO MbT…sejajar dengan track luar terdapat road side yang dilalui beberpa truck besar termasuk terlihat truck Del Monte yang selalu wira wiri disekitar track midi LO MbT….merupakan kewajiban untuk para modelrailroader melengkapi roadside dengan berbagai pernik kendaraan termasuk rambu2 yang diperlukan…MbT selalu ingin mengupdate apabila ada kesempatan.

Loko GTEL pada track luar terlihat meluncur lebih kencang karena curve nya lebih lebar bervariasi antara 24″ dan 26″….curve ini memang disiapkan untuk gerbong kereta penumpang juga loko2 panjang seperti Big Boy, Veranda juga GTEL.

Setelah masuk curve lingkaran disusul dengan jalur yang menanjak…GTEL melanjutkan kejalur lurus dengan full speed 50m/hr bunyi Turbin meraung bising hasil produk MTH dengan Protosound nya. Untuk loko GTEL produk MTH ini MbT sangat merekomendasikan untuk dijadikan koleksi….dan type ini tidak akan lekang dengan waktu.

Pesaing dari GTEL ini adalah loko jenis VERANDA yang juga diproduksi oleh MTH…next MbT akan mengulas kehebatan VERANDA yang produksinya sudah mencapai batch ke IV….

 


Jalur DC midi Layout Union Pacific ..

June 30, 2015

Jalur DC pada midi Layout MbT merupakan jalur yang terletak diatas dengan mensiasati pembuatan kontur dan deorama sehingga jalur DC dibagian atas dan jalur AC dibagian bawah terlihat menyatu.

Jalur DC diatas untuk track nya secara umum sudah rampung dan siap dilewati berbagai jenis kereta api Diesel ataupun jenis steam…termasuk loko jenis Gas kelas Veranda….dengan mempersiapkan jalur dengan curve lebar minimal radius 24″ maka jalur DC ini aman untuk dilalui kereta ataupun gerbong panjang seperti gerbong penumpang.

Jalur yang merupakan jalur Union Pacific….tampil pertama dengan gagah berani yaitu loko jenis Steam “Big Boy”, jenis Diesel “E7” dan jenis gas “Veranda” … yang ini sebuah loko unik buatan pabrik Kamod Lionel dengan body full Metal. Loko Veranda yang dilengkapi dengan gerbong tanki ini menarik rangkaian gerbong jenis hopper milik armada Union Pacific.

t2 t3 t4t32

Walaupun Layout secara keseluruhan belum lengkap…belum tumbuh pohon2 dan rumputnya…juga bukit2 dan jalan masih tunggu tahapan selanjutnya….pada posting kali ini memang MbT sedang mencari dan mencoba sudut-sudut jepretan …yang mana sudut yang paling menarik dan dapat dijadikan catwalk pada midi LO ini.

Terdapat target atau sasaran lokasi seperti daerah depan station, daerah jembatan ataupun daerah girder..termasuk daerah yang menonjolkan double track….beberapa lokasi shooting harus memperhatikan sudut pengambilannya…contohnya posisi camera dari bawah keatas atau camera dari atas mebawah dan sebagainya.

t5t1 t6  t8

Beberapa daerah sudah dicoba untuk pengambilan gambar…dan khusus untuk jalur panjang datar dengan sedikit elevasi diujung merupakan hal yang menarik untuk dijadikan objek foto….hal ini karena track luar dan dalam memiliki ketinggian yang berbeda.

Bagian ini memang sengaja dibuat supaya apabila dua rangkaian kereta berdampingan maka rangkaian luar tetap dapat terlihat…jalur luar dinaikkan dengan menggunakan stereo foam setinggi lebih kurang 3 cm….hasilnya cukup menarik….rangkaian kereta E7 ABB Union Pacific lengkap dengan 9 unit gerbong penumpang dapat terlihat tanpa terhalang oleh rangkaian Big Boy yang menarik gerbong pengangkut batu bara.

t9 t10 t11 t12

Termasuk didaerah industri pengolahan minyak jagung yang berbentuk lingkaran/curve sebelah kiri juga memiliki jalur track yang beda tinggi dengan elevasi menggunakan stereo foam…dan hasilnya saat dua rangkaian kereta berpapasan atau berjalan paralel…maka rangkaian kereta pada jalur luar tetap nampak tidak terhalang oleh rangkaian pada jalur dalam.

Jalur lingkar sebelah kiri ditandai pada facia sebuah logo UNION PACIFIC berbentuk UP Shield yang tersohor…terbuat dari alumunium impor dari negrinya UP Amrik

t17 t18 t19 t23

Sebelum memasuki putaran sebelah kiri…dua jalur kereta tersebut melalui beberapa jembatan yang terpasang dengan nuansa kombinasi bridge gaya Eropa berbentuk curve buatan Marklin dan berbentuk Trapesium gaya Amrik.

Pemasangan jembatan pun sengaja dibuat antara jalur kiri dan kanan tidak berimpit jembatannya…artinya apabila pada jalur luar menggunakan truss bridge maka disebelahnya/jalur dalam menggunakan girder bridge sehingga rangkaian tidak terhalang disalah satu sisi.

Pada jalur putaran sebelah kiri (selanjutnya disebut putaran “A”) terlihat ada 3 track yang berdampingan…track paling dalam adalah Loop Track yang sangat berfungsi untuk membalik arah rangkaian kereta api.

t13 t14 t15 t16

Jembatan/ Arc curve buatan Marklin ini memang hebat desainnya…selain detail yang baik materialnya pun jaminan mutu, satu hal yang harus dicontoh oleh pabrikan lain yaitu cara perakitan jembatan buatan Marklin ini hanya dengan sistim clip on snap on dan klik langsung jadi tanpa menggunakan perekat/lem. Jembatan ini sudah disiapkan untuk 2 type track termasuk C track dan K track….untuk jalur DC ini MbT memilih type jembatan untuk K track karena sangat mirip desain dan ukurannya dengan DC track produksi Roco.

Pada jalur ini MbT menyiapkan road bed /cork dari bahan paking lembaran tebal 5 mm yang dipotong memajang sesuai kebutuhan track, road bed dengan bahan paking ini mengurangi bahkan menghilangkan bising roda saat rangkaian kereta liwat diatasnya.

t20 t21 t7t22

Jalur DC yang secara keseluruhan terletak diatas jalur AC maka terlihat sekian banyak lintasan jalur DC diatas jalur AC….bahkan sebagian jalur AC tertutup penampakannya oleh jalur DC.

Untuk mensiasati agar semaksimal mungkin jalur AC dibawahnya dapat terlihat maka MbT menempatkan sekian banyak jembatan termasuk jenis girder…dan tentunya seluruh konstruksi penyangganya harus dibuat sedemikian kuat…bahkan pada daerah tertentu cukup aman dan kuat apabila diinjak orang diatasnya.

t24 t25 t30 t31

Seperti disebutkan diatas bahwa untuk rolling awal MbT menampilkan loko-loko besar dan panjang seperti jenis Diesel “E7” ABB, loko steam “Big Boy” dan loko Gas “Veranda”…hal ini karena loko tersebut memiliki bobot yang berat lantaran terbuat dari metal kecuali yang E7.

Seluruh penjuru jalur DC ini dicoba dilalui loko-loko tersebut untuk melihat apakah track yang ada cukup aman atau tidak…sudah sempurna atau belum…memiliki konstruksi jembatan yang kuat atau tidak…pemasangan turn out yang tepat atau belum….dan semuanya itu menghasilkan jawaban yang tepat memuaskan.

t26 t27 t28 t29

Setelah Veranda berputar beberapa kali terbukti bahwa sampai dengan saat ini tidak ada masalah pada track termasuk curve dan turn outnya. Veranda yang memiliki konfigurasi roda 4-4-4-4 sangat layak kalau digunakan sebagai test loco.

Veranda yang selalu menggandeng tank tender berisi minyak untuk bahan bakar turbin lantaran pemakaian bahan bakarnya yang keliwat boros menarik rangkaian gerbong hopper warna abu2 muda buatan pabrikan kondang ExactRail.

Coupler antara loko Veranda dengan gerbong tankinya sangat sensitif sehingga dituntut track yang memiliki sambungan yang rata…karena kalau tidak rata dapat mengakibatkan coupler terlepas…hal ini pernah terjadi pada pengalaman track mini Lo MbT  sebelumnya..

t33 t34 t35 t37

Hasil bidikan terhadap Veranda di beberapa lokasi track…MbT telah menemukan daerah yang memiliki sudut pengambilan yang bagus setara posisi pengambilan layaknya photographer majalah Amrik sana….hehehe memuji diri sendiri.

Daerah ini merupakan jalur diatas girder bridge UP…pada posisi ini kereta/loco melaju dengan track dipinggir tanpa halangan…road bed terlihat jelas dari samping sehingga bagian bawah loko dapat diabadikan melalui sudut rendah dengan lensa macro….dan dijepret dengan arah sudut keatas…hasilnya…yah bisa lah daerah ini dijadikan salah satu catwalk.

t36t38t37t35

Loko Gas Turbine Veranda lengkap dengan gerbong tanki nya setelah lepas dari station langsung menyalakan Turbine nya dan melesat dengan kecepatan full…setelah melewati double slip milik Roco…melaju terus ke arah lingkaran dengan melalui truss bridge.

Beberapa kali MbT mencoba membidik pada lokasi jembatan jenis girder yang terpampang logo UP shield…jembatan baja ini memiliki konstruksi sambungan era lama yaitu dengan menggunakan keling…sehingga detailnya menambah daya tarik tersendiri.

t40 t39 t46t41

Veranda berputar satu putaran dijalur dalam, setelah rangkaian Big Boy dengan gerbong batu baranya keluar dari jalur dalam dan masuk ke side track depan station. Veranda dengan santai menguasai jalur dalam dan rolling beberapa putaran untuk meyakinkan bahwa track mulus termasuk bagian double crossing, curve turn out dan beberapa jembatan.

Veranda merupakan loko model unik yang powernya dibuat seperti prototypenya…..terbagi dengan dua batasan speed yaitu saat menggunakan Diesel mode kecepatan Veranda dibatasi maksimum 25 mile/jam hal ini karena Pony Diesel hanya digunakan didaerah ststion. Selanjutnya saat toggle F7 diaktifkan artinya Veranda akan menggunakan power Turbin Gas…dengan desingan turbin yang sangat keras Veranda langsung dapat lari hingga maksimum (MbT hanya mencoba sampai 60 mile perjam)

t43 t44 t45 T47

Loko Veranda menunggu loko uap Big Boy masuk dijalur siding didepan station…dan selanjutnya Veranda meluncur dijalur dalam dengan bebas dan aman.

MbT mencoba meng off kan sound loko ini alias mute mode..dan loko ini meluncur mulus diatas track dengan bantalan paking…sesekali terdengar detak roda saat ketemu sambungan track didaerah jembatan yang menimbulkan nada irama klasik.

T48 T49 T55 T56

Terlihat loko Veranda melintas diatas double track truss bridge…daerah ini juga merupakan target photography …selain sosok lokonya , jembatannya sendiri  juga menarik perhatian dengan double track dan anti derail track yang memanfaatkan track khusus untuk bridge.

Double truss bridge merupakan produk Cornerstone yang sangat populer sedangkan bridge track nya merupakan produk Walthers-Shinohara.

Setiap rangkaian kereta melewati jembatan ini maka selalu harus mengabadikannya…pengambilan gambar foto dapat dilakukan dari depan frontal ataupun miring, pengambilan dari samping yang khas ataupun pengambilan dari atas.

T50 T51 T52 T53

Kita tinggalkan sejenak perjalanan Veranda dan perhatikan sejenak loko Diesel E7 yang melintas didaerah lingkaran sebelah kiri didaerah industri minyak Jagung…dengan gagah dan mantap meliuk dijalur luar yang memiliki curve 26″…track ini merupakan gabungan dari curve track R6 buatan Roco dan flextrack yang juga produksi Roco.

Track curve yang merpakan lanjutan dari turunan elevasi membuat loko dapat melaju kencang ….namun berkat sistim motor buatan BLI yang dapat menyesuaikan putaran saat turunan berfungsi sebagai engine brake juga.

T57 T58 T59 T60

Kedua loko Diesel E7 berpapasan dengan loko Gas Turbine diatas jembatan Double truss bridge…dan daerah curve merupakan daerah yang menarik untuk diperhatikan apakan kemungkinan akan terjadi benturan antara loko ataupun gerbong..khususnya jenis gerbong panjang seperti gerbong penumpang…nyatanya daerah ini aman aman saja.

Demikian pula saat berpapasan diatas jembatan…juga sangat menarik untuk diperhatikan dan tentunya daerah ini menjadi sasaran atau object pengambilan gambar.

T54 T61 T62 T64

Midi LO MbT sampai dengan saat ini masih dalam tahap penyelesaian meliputi pemasangan rambu dan tiang listrik, menaburkan pasir balas lengkap dengan dengan menambahkan rumput liar didaerah tersebut….urusan tanaman dan pohon2 juga menjadi PR tersendiri yang tidak mudah.

Termasuk daerah station yang masih terbengkalai penyelesaiannya…pemasangan tiang lampu dan tiang kabel telpon merupakan tahap terakhir…di dekat station juga terdapat crossing gate dan jalan raya yang juga harus dibenahi.

T63

Secara keseluruhan memang midi LO UNION PACIFIC MbT terlihat tidak banyak lagi tanah lapang…hampir sebagian besar sudah diisi oleh track dan bangunan-bangunan…sehingga tentunya tidak terlalu sulit untuk membuat hutan mini ataupun kebun2..MEMBUAT DOUBLE DECK TRACK AC DAN DC CUKUP MENANTANG


LIONEL….koleksi lawas nongol diakhir tahun

December 26, 2013

c10 c11 c12 c76

Kereta Model atau Model Train…… lebih dari 50% merupakan model train yang mengaktualisasikan Kereta Api prototype yang beroperasi beberapa decade atau Era yang lalu. Penggemar /pehobby model train pun merupakan person yang pada umumnya berusaha bernostalgia dengan Kereta Api yang pernah dialami sejak masa anak2 atau remaja atau karena memang sangat berkesan terhadap salah satu model atau Armada dari perusahaan kereta api tertentu.

Beberapa penggemar kereta model bahkan merupakan seorang veteran dari masinis atau awak kereta api…..sehingga merasakan rohnya saat mengoperasikan kereta model tersebut. Penggemar kereta model ada juga yang hanya mengoperasikan jenis kereta yang digemari dan ada juga yang fanatic terhadap pabrikan kereta model tertentu saja.

c5 c6 c7 c15

Salah satu pabrikan kereta model yang sudah cukup tua di Amrik adalah pabrik kereta model “LIONEL” yang berdiri sejak tahun 1900…..brand atau merek LIONEL ini hampir dikenal oleh seluruh penggemar kereta model di Amrik dan ternyata juga sangat dikenal di Indo ini.

Kalau kita mundur sekitar 10 tahunan lalu maka LIONEL mencuat kembali namanya dengan produk2 legendaris dari armada Amrik UNION PACIFIC…..yaitu dengan memproduksi loko steam jenis CHALLENGER dan loko gas turbine jenis VERANDA…..kedua loko ini sangat terkenal dari UNION PACIFIC (UP) disamping jenis steam lain the BIG BOY.

   c17c16c8c13

LIONEL memulai debut produknya di Amrik dan pada era globalisasi LIONEL memindahkan pabriknya ke KOREA dan belakangan terlihat lebih nyaman di CHINA. Tentu saja produk ini tetap dijaga mutunya dengan supervisi  yang ketat karena harus diterima oleh pasar Amrik….walaupun demikian masih ada beberapa parts yang tetap diproduksi di Amrik seperti elektronik board nya.

Mujur bahwa kedua produk LIONEL kawakan tersebut sudah dapat dinikmati di mini LO MbT via jepretan menggunakan lensa wide-normal-panjang dan macro…dengan hasil cukup jelas …tidak salah rupanya MbT memilih skala 1:87 milik LIONEL

 c45 c46 c67c9

Tampilan yang sudah kita lihat ini adalah loko steam jenis CHALLENGER dan  loko gas turbine jenis VERANDA….keren! kan…..berdiskusi tentang prototype kedua loko ini pasti sama saja cerita sejarah panjang jaman emas Railroading di Amrik sana.

Sedikit kita  singgung bahwa sebelum tampilnya CHALLENGER….loko untuk menarik gerbong penumpang diwakili jenis FEF yang terkenal dengan konfigurasi roda 4-8-4….loko ini dilabur oleh UP dengan warna Abu-abu selain yang warna hitam. Memang armada UNION PACIFIC sejak awal memiliki beberapa warna gerbong antara Grey dan Kuning….operasi loko didaerah Northern Amrik….konon didaerah tersebut jalur yang dilalui banyak elevasi nanjak dan banyak curve yang relative tajam…..

  c49c24 c50c52

Untuk memenuhi kebutuhan peningkatan power tentu harus menambah traksi roda dalam kata lain jumlah roda harus ditambah…engineer UP belajar dari loko kecil yang menggunakan konfigurasi roda 2-12-2 namun ternyata tidak mudah untuk bermanuver…apalagi kalau sirkel diameter roda diperbesar….

Berangkat dari sini maka terpikirlah dan tercetus sistim articulate yaitu dengan memisahkan kelompok roda penggerak menjadi 2 bagian boogie….tentunya mekanisme torak juga harus dibuat duterpisah….disinilah dipraktekkan ….di CHALLENGER dengan membuat konfigurasi roda 4-6-6-4.

Loko yang dikonstruksi dengan menggunakan sistim sambung dengan keling dan warna hitam kelam kombinasi warna graphit dibagian hidungnya dapat terlihat secara jelas dengan menggunakan macro lens….bahka test tekanan pada silinder dan sisitim perpipaan air loko tersebut pernah dilaksanakan berupa “hydro test” dengan tekanan hingga 210 LBS yang dilakukan tanggal 6 Desember 1943.

  c48c26c27 c47

Hasilnya ternyata sangat bermanfaat dan workable ….loko menjadi besar dan berat karena cylinder steam yang besar dan lingkaran roda juga diperbesar…..akhirnya didapat sebuah loko steam yang dapat lari kencang. CHALLENGER digunakan untuk menarik kereta/gerbong penumpang.  Saat ini beberapa CHALLENGER hanya dapat dijumpai di museum bahkan ada yang sudah mengalami retrofit dan dapat dioperasikan untuk kepentingan wisata.

LIONEL merupakan salah satu pabrikan yang memproduksi model CHALLENGER dengan baik….produk tahun 2003 ini menggelinding lancar di mini LO MbT. Banyak kehebatan yang ditemukan dari produk LIONEL ini terutama sistim articulate dari prototype sangat terasa pada kereta modelnya yaitu dengan dapat dioperasikannya pada jalur dengan curve hanya 18”.

c18 c19 c21 c31

Hal lain yang menjadi keunggulan LIONEL adalah dengan membuat body loko berbahan die cast metal, hal ini membuat bobot loko lebih mantab sehingga dapat menarik rangkaian gerbong penumpang/passcar hingga 7 unit dengan aman dan lancar.

LIONEL  juga menggunakan sistim elektronik top di era 2003 yaitu DCC sound produk Quantum QSI, sistim ini memang sangat handal memukau….walau relative masih sederhana namun dengan adanya 12 fungsi atau Fitur terasa sudah cukup menggelegarkan ruangan walaupun nada horn seperti orang sakit tenggorokkan…aga serak. LIONEL juga menyiapkan smoke stake double yang dapat dipasang dua unit smoke generator Seuthe nomor #9.

c68 c74 c75 c51

Loko Challenger yang rolling di mini LO MbT memiliki road number #3989 yang terpampang jelas pada sisi cabin dengan warna putih dan angka yang cukup besar, selain itu #3989 juga dapat dilihat pada number board didepan atas yang dapat terang menyala.

Dibelakang loko terdapat tender yang merupakan kekhasan sebuah loko steam dengan bahan bakar minyak atau batu bara, pada Challenger ini tender merupakan pembawa batu bara dan air. Road number #3989 juga tertulis didinding belakang tender yang terbuat dari metel ini.

c33 c34 c35 c36

Selanjutnya LIONEL meneruskan dengan memproduksi loko jenis Gas Turbine VERANDA pada tahun 2004, alhasil loko ini menjadi buronan para kolektor sampai dengan sekarang….Veranda memang sangat menarik karena disamping kiri dan kanan loko terdapat “Beranda” yang diberi pagar/railing…..hal ini dikarenakan apabila crew berjalan di dalam Engine compartment sangat tidak nyaman…selain panas temperatur juga bising dari turbin gas nya.

Belakangan disadari bahwa Loko Jenis Turbin Gas memang sangat boros dalam hal penggunaan bahan bakarnya, sehingga dalam setiap perjalanan Veranda selalu menggandeng sebuah tender tanki bahan bakar….hal ini juga menjadikan kereta model Veranda sangat unik….namun beberapa tahun kemudian loko bermesin Turbin Gas ini tidak ekonomis dan selain UNION PACIFIC masih  menggunakan  loko steam jenis BIG BOY maka secara bertahap bermunculanlah loko dengan mesin Diesel.

c53 c54 c55 c56

Kembali ke LIONEL….kedua loko CHALLENGER dan VERANDA  merupakan produk andalan dengan body menggunakan material metal die cast….sehingga dengan bobot yang berat maka dengan mudah kedua jenis loko tersebut dapat menarik rangkaian gerbong puluhan unit.

Loko Veranda yang berwarna Kuning khas Armour Yellow memiliki phisik yang panjang ditambah sebuah tender tanki yang selalu “tak gendong kemana-mana”…..alhasil kalau akan berhenti di layout musti sedia tempat yang agak panjang.

c57 c58 c59 c60

Detail “VERANDA” memang jujur membuat kesengsem semua penggemar kereta model…apalagi kalau mereka pengkoleksi armada UNION PACIFIC….rasanya belum lengkap kalau di lemari belum ada box produk LIONEL ini.

Mulai dari bagian atap loko yang penuh dengan sekian detail pernik Veranda termasuk exhaust gas outlet yang berbentuk kotak2 juga bagian lain didepan termasuk horn kembar. Pada bagian samping detail dari beranda dibuat sangat meyakinkan oleh pihak LIONEL, mulai pagar/railing, bagian2 handel dan kisi-kisi ruang turbin terlihat lengkap.

Pada simulasi di mini LO MbT, terlihat loko Veranda menarik belasan gerbong jenis box car. Box car dipilih dari koleksi armada Union Pacific, dengan ukuran box car 50′ yang diproduksi oleh beberapa pabrik industri gerbong.

c1 c2 c3 c4

Terlihat ada beberapa jenis box car dengan double door type, box car dengan panjang 50′ ini ternyata bermacam-macam jenisnya, ada yang memiliki pintu dorong sliding double, plug door type ada juga yang kombinasi antara pintu geser dan plug door type…..jenis inipun masih bermcam-macam namanya seseuai pabrik pembuatnya seperti Youngstone, PC&F dan lain sebagainya.

Untuk loko ukuran VERANDA yang memiliki konfigurasi roda 4-4-4-4 yang terbagi dalam empat boogie traction memang sangat ringan menarik hanya beberapa belas gerbong tersebut, dan jangan lupa bahwa Electronic Veranda buatan QSI ini dapat diset antara power Diesel yang digunakan diarea station dan power dari Gas Turbine yang digunakan saat perlu berlari kencang….bunyi desingannya pun cukup melengking berisik.

c61 c62 c63 c64

Seluruh gerbong yang dipilih memiliki warna kuning khas UP, dengan beberapa perbedaan pada semboyan ataupun grafis tulisan UNION PACIFIC pada gerbong tersebut…..warna tulisan UNION PACIFIC pun berbeda ada yang berwarna huruf Merah dan ada yang berwarna Hitam. Gerbong tersebut dilengkapi pintu geser, baik yang single ataupun yang double door terlihat dapat digeser buka tutup, hal ini merupakan nilai plus dari pabrikan kamod kondang.

Seluruh rangkaian gerbong tersebut digandengkan bukan pada buntut loko namun pada buntut tender tanki bahan bakar….dan lihat! LIONEL telah menyiapkan sebuah lampu kerja pada tender yang menyala terang daylight sama seperti pada lampu bagian belakang loko Veranda.

c65 c66 c72 c77

Aneka gerbong jenis box car tersebut merupakan produk pabrikan terkenal Athern, gerbong2 yang diproduksi dari tahun 2004 hingga 2009 tersebut dengan kelas ready to roll, termasuk pada akhir rangkaian terdapat Caboose merupakan icon setiap rangkaian gerbong barang di era tersebut yang juga produk Athearn.Produk gerbong ini ternyata sudah tidak diproduksi lagi oleh Athearn….sayang karena masih banyak penggemar yang tertarik.

….dan gerbong tersebut sangat cocok dipasangkan dengan “Veranda” nya LIONEL…yang ternyata belakanga Athearn juga kepincut melansir “Veranda” namun kurang menarik karena hanya DCC ready.

c41 c44 c42c69

Seluruh produk diatas “CHALLENGER” dan “VERANDA” merupakan item yang wajib dikoleksi….bukan karena terbuat dari metal die cast saja namun memang kedua loko tersebut sangat legendaris.


UP Gas Turbine METAL……tarik box car dengan mantab!

March 7, 2011

Kalau bicara soal loko Gas Turbine maka kita selalu ingat “Veranda”…..namun yang satu ini adalah predecessor nya sebuah sosok Gas Turbine Electric (GTEL) keluaran pabrik raksasa GE….dan modelnya dibuat di Korea oleh MTH…..terbuat dari Metal (die cast)

Dimulai dengan prototype Gas Turbine Electric milik Union Pacific pada tahun 1948 dengan nomor lambung #50 yang dibuat oleh pabrikan raksasa General Electric  dan produk ini dipasarkan bersama Alco-GE hingga tahun1953.

Loko ini digunakan untuk menarik rangkaian gerbong barang jarak jauh dan Union Pacific meng klaim dapat menarik rangkaian gerbong bertambah 10%

Kita ketahui bahwa setelah Union Pacific melakukan beberapa kali uji coba dan penelitian maka memang GE GTEL ini sangat haus bahan bakar , namun tidak bermasalah untuk pihak UP karena bahan bakar yang digunakan harganya tetap lebih muran jika dibandingkan minyak Diesel.

Yang menjadi kerepotan adalah saat cuaca dingin  maka bahan bakar tersebut perlu dipanaskan didalam tanki, sehingga tanki bahan bakarnya dilengkapi dengan heeting coil, juga belakangan padanFuel tender  dilengkapi pula dengan heeting coil.

Sistim pemanas yang terdapat pada tanki bahan bakar dan fuel tank akan memanaskan bahan bakar hingga 93 derajat Celcius.

Detail Gas Turbine GE GTEL #59 sudah tidak perlu diragukan lagi karena pihak MTH sudah mempunyai cetak biru dari pabrikan  Alco dan telah membayar royalti yang besar kepada UP  sehingga MTH pasti berusaha keras untuk membuat modelnya sedetail mungkin, dan hasilnya sebuah produksi “generasi modern ” demikian disebutkannya, yang sangat sarat dengan fiture electronic dan saat ini digemari dan diburu para model railroader.

Model dari GE GTEL ini memiliki beberapa jenis sesuai generasinya dan terakhir adalah jenis Veranda.

Model loko GE TEL ini telah dibuat oleh beberapa pabrik kereta model terkenal , dibuat detail lengkap dengan tender bahan bakar. Pertama model dikeluarkan oleh  pabrikan Athearn dengan bahan body terbuat dari plastik ABS,  kemudian dibuat oleh MTH dengan body terbuat dari material die cast, warna kuning armour yellow  dan strip merah kombinasi atap warna abu2 harbour mist grey merupakan ciri khas Union Pacific yang hurufnya dicetak krispi pada samping kiri dan kanan serta pada tender bahan bakarnya.

Loko GE GTEL ini mempunyai konfigurasi roda B-B-B-B yang digerakkan dengan tenaga gas Turbine, artinya Gas Turbin menggerakkan Alternator yang kemudian diteruskan ke masing2  motor.

Model GE TEL keluaran MTH ini dilengkapi dengan 4 motor yang bergerak harmonis dengan electronic system yang dikeluarkan dengan label Proto 3.0.

Dengan dikombinasikannya  dengan empat set sistim penggerak masing2  empat roda disetiap kelompok hal ini membuat tenaga yang stabil saat melewati tikungan…..dan memang  seperti disebutkan terdahulu prototype  loko GE GTEL ini khusus dibuat untuk mampu menarik beban hingga  beribu  ton kereta barang atau penumpang menaiki tanjakan dengan elevasi di pegunungan….demikian juga pada model trainnya mempunyai daya tarik yang besar .

Para Model Railroader yang serius pasti mengkoleksi seri loko Gas Turbine yang legendaris ini,  MbT menampilkan modelnya yang merupakan loko kedua yaitu dengan menggunakan nomor #59, sebelumnya MbT pernah menampilkan GE GTEL keluaran dari pabrikan Athearn dengan #54.

MbT memvisualisasikan Gas Turbine GE GTEL #59 ini untuk menarik rangkaian gerbong barang yaitu beberapa gerbong jenis box car yang terdiri dari berbagai jenis box car keluaran pabrik model Athearn dengan road name UNION PACIFIC.

FMC double door box car merupakan gerbong barang yang populer pada era tersebut, box car ini dilabur warna kuning khas UP yang mencolok dan lengkap dengan logo UP shield terpampang pada sisi gerbong. Terkadang box car juga ditambah beberapa slogan UP yang sangat populer termasuk gambar map route UP. Selain itu flat car dengan memuat trailer container  juga menambah daya tarik tersendiri, trailer container ini berwarna putih dengan logo UP shield ……..ini juga merupakan produk Athearn dengan harga yang sangat fair.

Loko GE GTEL buatan MTH ini merupakan loko DC/DCC sound dengan sudah dilengkapi sistim sound decoder terbaru buatan Proto Sound 3…….dan yang menarik adalah telah dilengkapi Proto Smoke sehingga  unggulan GE GTEL ini selain memiliki segudang sound dan digital uncoupler, loko ini dilengkapi dengan smoke generator yang merupakan unggulan yang ditonjolkan…..

Khusus untuk digital remote uncoupler …..MbT menilai kurang berfungsi maksimal khususnya yang bagian belakang, hal ini karena coupler belakang terhubung pada Fuel Tender, sehingga kalau diaktifkan maka tender akan terlepas, padahal tender masih terhubung dengan adanya kabel untuk backup lighting dibagian belakang.

Gas Turbine GE GTEL #59 yang merupakan pilihan MbT ini memiliki warna truck Silver dan tentu saja body warna kuning Armour Yellow sangat menarik walau tidak terlalu menjadi daya tarik khusus, pabrikan MTH setiap merilis loko UP warna Kuning memang agak redup kesan bekas ……. katanya justru membuat  lebih realistis mulai dari warna body, ukuran dan detailnya….ini menandakan keseriusan pabrikan untuk membuat produknya tampil beda. Huruf  Union Pacific pada tanki BBM sebagai tender  menggunakan huruf yang besar lain kalau kita lihat pada Fuel Tender milik Veranda …Union Pacific dicetak dengan ukuran huruf lebih kecil.

Performa “Gas Turbine GE GTEL #59” MTH ini pun tidak perlu diragukan lagi, dengan dicangkokkannya DCC Sound decoder produk  Proto 3.0 ini merupakan gebrakan MTH, suara /soundnya sangat lengkap untuk dimainkan dengan kontroler 29 fungsi, lightingnyapun cukup terang termasuk backup light di tender dan number board, smoke stack sudah siap mengepulkan asp dari hasil tetesan smoke liquid yang sudah tersedia dalam box…..dan yang penting adalah dapat melaju untuk menarik belasan gerbong didaerah elevasi sd 2% serta artikulasi rodanya sangat membantu untuk bernegosiasi pada jalur curve 18″ dengan mantab. Selebihnya memang harus dicoba sendiri……loko ini cukup layak dijadikan koleksi……METAL loko c/w smoke man!