Veranda #63 generasi kedua Gas Turbine

July 25, 2017

Setelah tampilnya loko Gas Turbine Electric (GTEL) di midi LO MbT yang merupakan loko Gas Turbine generasi pertama maka UNION PACIFIC melanjutkan mengoperasikan loko Gas Turbine generasi kedua yang sangat terkenal dengan nama “Veranda”. Loko Gas Turbine Veranda ini merupakan lokomotive yang diproduksi oleh pabrik ALCO.

Generasi kedua dari loko Gas Turbine atau selanjutnya disebut Veranda telah diproduksi pada tahun 1954…loko ini dibuat hingga belasan unit dan pihak pemesan yaitu UNION PACIFIC memberi nomor urut mulai #61 hingga #75….dan yang tampil saat ini adalah  Veranda  #63.

Veranda memiliki kemampuan yang sama dengan loko GTEL sebelumnya….. mampu menghasilkan 4,800HP dengan traction power 4,500HP, Veranda dengan power 4,500HP dapat lari hingga 65mile per jam dengan menarik gerbong hingga 85 gerbong barang.

Perbedaan Veranda yang merupakan generasi kedua GTEL ini adalah bentuk sampingnya….sepanjang ruang mesin turbinnya terdapat gangway yang diberi batas pagar pelindung pada sisi kiri kanannya. Gangway samping yang mirip beranda ini memberi inspirasi sebutan veranda….dan bagian samping ini merupakan jalan pihak teknisi saat memasuki kompartemen mesin..

Gas Turbine Electric Locomotive ini sangat khas dengan Aux Tender yang berisi  bahan bakar……loko Veranda tanpa tender sudah terlihat panjang fisiknya…apalagi digabung dengan tender…maka set loko GTEL Veranda memang terlihat panjang. Pada bagian samping didaerah gangway sudah tidak terlihat lagi lobang/kisi udara pendingin engine…pihak engineer telah memindahkan lobah peranginan ini kebagian atas loko.

UNION PACIFIC memang tidak tanggung2 memesan sejumlah Veranda kepada pabrikan Alco yang memproduksi hingga 15 unit. Veranda memiliki warna armour yellow dan grey khas armada raksasa UP…warna ini tidak berbeda dengan laburan pada GTEL generasi pertama sehingga sepintas dari jauh terlihat sosok yang sama.

Seperti terlihat dalam penampakan disini bahwa loko GTEL Veranda selalu tampil memukau dengan tender tambahan yang selalu ditariknya…tidak lain karena loko Veranda ini memerlukan supply bahan bakar yang lumayan banyak, tentu saja Aux. Tender tersebut juga dilabur dengan kelir yang sama….kuning dengan tulisan UNION PACIFIC warna merah.

Sepintas tender pembawa bahan bakar ini hampir sama desainnya antara era generasi pertama GTEL dan generasi kedua Veranda…yang membedakan adalah huruf UNION PACIFIC pada tanki era pertama GTEL tertulis lebih besar.

Union Pacific memang memiliki warna korporasi yang sangat terkenal yaitu kombinasi kuning dan abu2…ditambah strip/garis merah sebagai embatas antara dua warna tersebut. Pada GTEL generasi pertama UP menempatkan logo UP shiled ditengah body samping…dan untuk generasi kedua Veranda karena terdapat gangway disamping maka logo UP shield dipindah dibagian samping belakang…..UNION PACIFIC RAILROAD tertulis jelas diatas warna biru yang bagian bawah UP shield berwarna strip merah putih….Amrik banget..

Pada saat operasinya GTEL dan Veranda logo UP Shield Union Pacific terlihat dengan jelas walau dari kejauhan…yang belakangan pada logo hanya hanya tertulis UNION PACIFIC

Detail Veranda memang tidak diragukan lagi…terutama pada bagian samping..pada bagian gangway terlihat pagar/railing pengaman dan terdapat pintu untuk naik dari luar…pada Veranda terlihat pula detail kisi2 disamping dan detail diatas yang lumayan rumit..

Pada bagian depan terlihat sepasang horn yang terpasang saling berlawanan arah sehingga depan atau belakang loko terdengar suaranya…lobang peranginan disamping pada GTEL sudah tidak terlihat lagi pada Veranda karena digunakan untuk gangway…sebagai gantinya dipindahkan keatap loko…..untuk keatas disediakan tangga naik dibagian belakang loko.

 

Untuk roda atau boogie….Veranda memiliki konfigurasi yang sama dengan GTEL generasi pertama yaitu B-B-B-B dan konfigurasi C-C untuk tender pembawa bahan bakar. Roda Veranda yang secara total memiliki traksi hingga 4,500HP tersebut terpasang pada truck yang bagian luarnya dilabur dengan warna silver bromit tahan karat.

Remote uncoupler masih menjadi andalan pihak pabrikan MTH yang telah membuat model Veranda hingga banyak penggemar yang mengkoleksinya, MTH memang sukses dengan produk Veranda ataupun GTEL. Veranda #63 yang memiliki konstruksi full metal ini merupakan produk batch terakhir yang diproduksi oleh MTH.

Rangkaian loko Veranda dengan beberapa gerbong barang meluncur deras dijalur dalam midi LO MbT melalui daerah perbukitan daeran gersang dan tentunya melewati landmark double bridge yang sangat legendaris di Amrik sana…

Veranda buatan pabrik kamod MTH ini diproduk untuk dapat bernegosiasi di curve 18″ namun karena midi LO MbT telah siap dengn curve 26″ maka Veranda dengan girang melaju kencang tanpa hambatan.

Veranda dengan profile wajah klasik memang menampilkan kesan Amrik…pada bagian hidung terpasang lampu utama yang menyala secara osilasi dan pada samping kiri kanannya terdapat marker light warna hijau…ditambah number board didepan dan cabin yang menyala membuat Veranda bagian depan mewah.

Union Pacific memberikan pajangan atau simbol berupa UP Shield lengkap dengan wing yang membentang selebar wajah loko Veranda membuat tampak depan makin dahsyat….sementara road number #63 juga tertulis dibagian samping depan.

Terlihat Veranda melewati girder bridge berlogo Union Pacific pertanda Veranda melalui track/jalur milik armada UNION PACIFIC yang terbentang didaerah Utara..loko Veranda memiliki bobot yang lumayan lantaran body terbuat dari material full metal sehingga saat membuat konstruksi jembatan pada midi LO MbT harus bener2 meneliti kekuatan bridge yang ada.

Jembatan ini memang unik dan menarik dipasang pada setiap LO…jembatan sistim rangka baja ini dapat tembus pandang dari kiri kanan atas bawah…hal ini memberikan kesempatan kepada MbT untuk mengabadikan dari posisi tersebut.

Terlihat bahwa track yang digunakan pada bridge juga dibuat khusus menyerupai prototype yang ada dengan sistim ganda sebagai guide supaya roda kereta …dan ini buatan Shinohara yang beken itu. Profil track ini memang akan terlihat kalau diabadikan dari atas saja.

Hal yang paling menguntungkan bagi model railroader adalah menghindari derail diatas jembatan …apalagi kalau sebelum masuk jembatan track pada umumnya memiliki curve.

Double track yang merupakan barang antik ini berdampingan dengan sebuah bridge type yang sama namun hanya memiliki single track. Perbedaannya adalah track yang dipasang pada truss bridge yang satu ini bukan merupakan track yang dilengkapi dengan guide seperti yang terdapat pada double track.

Dapat terlihat bahwa MbT memasang jembatan sengaja tidak diatas sungai namun dibawah jembatan melintas pula jalur kereta api lain yang juga menjadikan pemandangan daerah ini cukup ramai dengan lintasan kereta api.

Diskusi soal Sound system yang dicangkokkan pada loko Veranda #63 ini merupakan hal yang penting..produk Proto sound versi 3.0 merupakan pilihan pihak MTH yang tidak salah, dengan khas MTH setiap saat loko akan start harus mengaktifkan terlebih dulu fitur F3….selanjutnya dapat terlihat bahwa sound…lighting…smoke…power sudah aktif bersamaan.

Dengan suara yang menderu terdengar mesin Gas Turbin running…ditambah dengan nada komunikasi anatara masinis dengan pihak tower membuat suasana makin realistis.

Midi LO MbT yang merupakan LO dengan nuansa alam pegunungan dan industri..terlihat membentang disepanjang jalur track hanya sekitar 20% terlihat area industri dan station.

MbT masih belum bosan mengambil gambar diarea yang sebenarnya masih belum rampung 100% ini, detail dari track masih terus disempurnakan sehingga diharapkan nantinya midi Lo MbT ini memiliki detail yang lengkap.


Union Pacific Heritage sudah menjadi vintage

June 11, 2017

Union Pacific pada tahun 2005 menambah armada EMD SD70ACe dengan melabur armada sesuai dengan armada yang telah diakuisisi termasuk dari armada Southern Pacific, Katy, Denver and Rio Grande Western, Chicago and Northern Western, Western Pacific, Missouri Pacific, loko Union Pacific heritage  menyandang road number sesuai dengan tahun saat mengakuisisi perusahan tersebut.

Desain yang unik pada lokomotive seri SD70 ini bahkan menerima penghargaan pada tahu 2011 sebagai best industrial design, corporate branding and graphic…..dan para penggemar Kamod pun gembira karena pabrikan kamod ternama MTH telah memproduksi seri ini lengkap dengan 6 unit loko Diesel seri EMD SD70ACe.

 

 

Note : Dalam tahap editing teks dan foto


Loko Gas Turbin

May 11, 2017

Setelah era BIG BOY menyusul era GAS TURBINE…loko yang satu ini merupakan loko dengan penggerak menggunakan GAS Turbine, tentu saja loko ini memerlukan bahan bakar minyak yang tidak sedikit…sehingga loko Gas Turbin ini memiliki ciri khas menarik tender berisi BBM….bahkan konsumsi bahan bakar untuk Gas Turbine sejumlah dua kali dari konsumsi bahan bakar untuk mesin Diesel.

Teknologi Gas Turbin sebetulnya saat itu bukan merupakan hal yang baru terutama sudah dikenal untuk penggerak propeler pesawat type Turboprop, penggerak kapal laut dan juga sebagai power plant. Loko jenis Gas Turbin sudah mulai diperkenalkan di era tahun 50an oleh pabrik kereta api ALCO bekerjasama dengan GE.  Pada loko jenis Turbin Gas ini, terpasang sebuah Turbin Gas yang output shaftnya akan menggerakkan sebuah alternator atau generator listrik.

Tenaga yang dihasilkan oleh loko Gas Turbin cukup besar bahkan dua kali dibanding loko Diesel era itu…..power sebesar 4,800HP memang tergolong besar sehingga mampu menarik rangkaian gerbong barang lebih banyak. Saat ini Gas Turbine telah hadir di midi LO MbT….beda dengan di Amrik sana bahwa loko jenis Gas Turbine -electric locomotive ini atau ada yang menyebut GTEL telah diproduksi dalam tiga generasi, generasi pertama sebanyak 10 unit dengan nomor punggung #51 hingga #60…..GTEL yang melaju di midi LO MbT adalah salah satu dari generasi pertama ini yaitu #59.

GTEL generasi pertama ini memiliki konfigurasi B+B-B+B sehingga kalau kita perhatikan loko ini seolah merupakan dua loko kecil yang memiliki konfigurasi roda B+B yang digabung….dan GTEL ini telah diproduksi pada rentang waktu antara 1952 sampai dengan 1961 dengan total unit untuk tiga generasi sampai 56 unit.

Tampak loko jenis GTEL ini memang gagah dan seram juga…walau telah dilabur dengan warna kuning dengan kombinasi atap abu-abu dan strip warna merah yang manis khas UNION PACIFIC masih terlihat sosok yang bongsornya…ditambah lagi dengan tender tempat bahan bakar dengan tulisan cukup besar UNION PACIFIC.

Tentu saja loko yang memiliki panjang total sekitar  25m ini kalau modelnya kita lihat berhenti didaerah station midi LO MbT sudah terlihat memenuhi panjang peron yang ada.

Loko GTEL ini dibuat dan dipesan oleh pihak UNION PACIFIC diperuntukkan untuk menarik rangkaian gerbong barang, jarak yang ditempuh cukup panjang dan dengan speed yang dapat mencapai 105 km perjam tentu saja konsumsi bahan bakarnya akan banyak….memang itu ciri khas mesin Turbin gas…alhasil harus siap dengan tanki fuel yang digandeng kemana-mana.

MbT membuat simulasi loko GTEL ini juga akan menarik rangkaian gerbong barang….terlihat loko GTEL sedang bermanuver langsir dari track luar akan masuk ke track dalam dengan berpindah melewati double cross turn out ukuran #10 yang memang ampuh untuk digunakan oleh loko yang memiliki fisik panjang.

Pada tender yang membawa bahan bakar terlihat lampu belakang yang cukup besar dan terang…lampu ini akan aktif menyala saat loko berjalan mundur…termasuk bersamaan menyalanya lampu belakang pada loko yang merupakan lampu kerja.

Pada saat loko melaksanakan langsir seperti ini MbT dapat menikmati detail nyalanya lampu belakang…selain itu pada tender terlihat coupler yang non remote…sementara pada loko dilengkapi dengan remote coupler yang menurut MbT justru yang diperlukan adalah coupler yang terdepat pada tender. Hal ini MbT mencoba saat membuka remote coupler loko bagian belakang memang coupler terbuka sempurna namun jangan lupa bahwa antara loko dan tender tedapat 2 kabel listrik untuk kebutuhan lampu tender dibelakang sehingga loko belum dapat terlepas dari rangkaian…

Rangkaian loko GTEL ini telah memasuki jalur track dalam yang merupakan simulasi akan mengambil rangkaian gerbong barang lebih dari 100 unit gerbong… Terlihat loko Gas Turbine ini bermanuver langsir maju mundur dekat dengan sebuah station yang saat itu terdapat banyak calon penumpang sehingga mereka berkesempatan melihat dengan jelas sosok bongsor loko GTEL ini.

Loko ini selain memiliki tenaga penggerak utama Gas Turbin…juga dilengkapi denga sebuah Diesel berukuran kecil yang sering disebut juga “Donkey” Diesel yang bermanfaat untuk kegiatan manuver seperti ini..sehingga lingkungan station tidak terganggu dengan bisingnya akibat suara Turbin dan juga dapat menghemat bahan bakar.

Kalu diperhatikan detail nya bagian dinding samping dari loko GTEL ini terdapat kisi-kisi yang berfungsi sebagai ventilasi udara ruang Turbin didalamnya, selain untuk kebutuhan udara turbin  juga diperlukan sebagai peranginan apabila ada orang masuk didalam, belakangan yaitu pada generasi ke 2 Gas Turbine Electric Locomotive desainya berobah yaitu pada daerah samping loko dibuat gangway untuk ornag jalan seperti suasana beranda, selain tidak panas juga mendapatkan udara segar langsun. Nick name dari GTEL generasi kedua ini adalah “VERANDA”.

Loko gas Turbin keluar dengan tiga generasi, yang pertama ini GTEL yang saat ini tampil di midi LO MbT, kemudian generasi kedua yaitu VERANDA yang nanti akan diulas tersendiri dan generasi ketiga adalah dikenal dengan sebutan BIG BLOW yang memiliki tiga rangkaian loko set. Model loko GTEL dan VERANDA telah sukses dibuat oleh pabrikan KAMOD berkualitas yaitu MTH….dan hebatnya model dibuat dengan material die cast ditambah electronic board Proto 3.0……sebelumnya jenis VERANDA pernah dibuat oleh LIONEL dan belakangan dengan body plastik ABS dibuat oleh Athearn.

Dibagian atas loko yang dilabur dengan warna harbour mist Grey atau abu2 terdapat banyak detail yang sesuai dengan kegunaan termasuk exhaust ducting untuk Turbin dan dibagian depan terdapat horn loko yang memiliki nada suara cukup keras. Pada tender bagian atas terdapat running board lengkap dengan railing pengaman, running board dan railing sangat berguna saat pengisian bahan bakar.

Loko GTEL produksi MTH ini juga dilengkapi dengan smoke system…dimana cairan smoke dimasukkan melalui lobang diatas atap yang sekaligus merupakan exhaust Turbin nya. Hembusan smoke dapat dikontrol secara digital dengan mengaktifkan fitur F9.

Semua kelebihan detail loko tersebut merupakan suguhan dari pabrik KAMOD berkualitas MTH, pabrikan ini telah memproduksi hampir semua loko2 UNION PACIFIC termasuk Big Boy, Challenger, Veranda dan GTEL. Loko legendaris produksi MTH tersebut materialnya terbuat dari die cast sehingga detail dapat tampil bagus dan realistis…bobot loko produk MTH ini juga lumayan.

MTH untuk mengimbangi produknya yang berkualitas kita ketahui dengan sukses telah mencangkokkan electronic board buatan PROTO Sound 3 yang sudah teruji, electronic system pada GTEL  memiliki fungsi untuk mengatur power, lighting, smoke, sound dan remote coupler….luar biasa hasilnya, para penggemar kereta model dapat menikmatinya dengan memanfaatkan fitur2 pada throttle control hingga 32 fitur.

Rangkaian loko GTEL sudah terlihat menarik 100 gerbong barang jenis box car yang pada simulasi di midi Lo MbT terlihat menarik hingga 30 gerbong barang dan melintas dijalur dalam atau jalur 2 didepan stasion. Loko GTEL yang merupakan kereta barang cepat ini tentu bukan merupakan kesulitan apabila menarik rangkaian gerbong barang di track yang mendatar.

Raungan mesin Turbin lumayan menggema dengan nada bising pertanda putaran tinggi turbin, sound ini sangat utuh di adobe oleh sound dari DCC system yang dipercayakan kepada Protosound 3.0….MbT mencoba rangkaian ini lari diatas track dalam midi LO MbT dan pada double crossing berpindah ke jalur luar.

Sedikit komentar pada Remote coupler yang populer dari MTH memang belum tertandingi oleh produk kamod Amrik yang lain, remote coupler memang sangat efektif saat digunakan untuk melepas sambungan antara loko dengan gerbong dibelakangnya, atau antara loko dengan loko saat berjalan consist…

Seperti MbT sebutkan diatas bahwa remote coupler untuk GTEL ini tidak cocok karena walau coupler sudah terbuka tetap saja tender masih belum lepas karena tertahan oleh 2 kabel elektronik, dan apabila memang MTH akan mengembangkan remote coupler maka lebih berfungsi kalau dipasang pada tender coupler yang belakang…sehingga berfungsi untuk melepas rangkaian gerbong.

Loko GTEL buatan MTH ini memang detailnya belum dapat lawan…diteliti dari bagian atas hingga bagian bawah seluruhnya telah disiapkan dan sesuai dengan blue print yang ada..yang membuat nilai nya plus plus lantaran material yang digunakan adalah die cast dan steel small wire untuk railing dan grab.

Bagian truck/boogi dari roda loko yang memiliki konfigurasi B+B+B+B juga boogi pada tender C+C terbuat dari metal yang dilabur warna bromith silver sesuai prototypenya. Pada loko GTEL seri lain ada yang berwarna abu2….untuk generasi kedua VERANDA juga dibuat dengan kualitas yang bagus khas MTH.

Simulasi loko GTEL pindah jalur merupakan atraksi yang ditunggu-tunggu dan cukup menarik karena bunyi klik klak klik klak roda B+B+B+B karena benturan dengan sambungan pada track double crossing lumayan menegangkan karena khawatir terjadi derail, namun GTEL produk MTH ini tetap maju lancar tanpa kendala.

Memang karena loko ini memiliki bobot yang cukup berat bunyi klik klak dengan track cukup keras…roda B+B+B+B yang merupakan gabungandari empat boogi digerakkan oleh motor yang terhubung dengan traksi pada kelompok roda BB pada bagian dalam…artinya group roda yang didepan dan belakang hanya merupakan pilot wheel saja.

Setelah pindah jalur….rangkaian yang ditarik GTEL ini meluncur kembali di jalur luar midi LO MbT dengan menikmati curve lebar pada setiap putaran dan melalui beberapa turnout lebar tanpa kendala. MbT telah mencoba GTEL ini pada berbagai jalur yang tersedia termasuk track yang memiliki elevasi menanjak dan menurun dengan hasil yang memuaskan dan ketika menaiki track menanjak MbT perlu menambah bukaan throttle untuk menambah tenaga.

Bagian depan loko GTEL ini terdapat head lamp yang tepat dipasang ditengah hidungnya, lampu ganda atas bawah menyala dengan salah satunya selalu menyala osilasi seolah berkedip memberikan isyaran bahwa loko ini bergerak maju kedepan, dan saat loko berjalan mundur kedua lampu ini secara otomatis tidak menyala. Selain itu didepan terdapat number board yang menyala sehingga road number #59 terlihat dengan jelas…dan diatas number board terdapat lampu pilot yang selalu menyala cukup terang. Lampu number board, lampu pilot dan lampu kabin dikontrol terpisah dengan lampu utama yaitu dengan mengaktifkan fitur F5.

Detail lain yang menarik pada bagian depan loko GTEL ini terlihat pintu masuk loko yang tepat terpasang ditengah, lengkap dengan hand grib kiri kanan dan handle pembuka pintu, untuk langsung masuk ke kabin juga terdapat pintu samping dikedua sisinya.

Perjalanan berlanjut kembali melingkar pada curve disebelah kanan midi LO MbT…sejajar dengan track luar terdapat road side yang dilalui beberpa truck besar termasuk terlihat truck Del Monte yang selalu wira wiri disekitar track midi LO MbT….merupakan kewajiban untuk para modelrailroader melengkapi roadside dengan berbagai pernik kendaraan termasuk rambu2 yang diperlukan…MbT selalu ingin mengupdate apabila ada kesempatan.

Loko GTEL pada track luar terlihat meluncur lebih kencang karena curve nya lebih lebar bervariasi antara 24″ dan 26″….curve ini memang disiapkan untuk gerbong kereta penumpang juga loko2 panjang seperti Big Boy, Veranda juga GTEL.

Setelah masuk curve lingkaran disusul dengan jalur yang menanjak…GTEL melanjutkan kejalur lurus dengan full speed 50m/hr bunyi Turbin meraung bising hasil produk MTH dengan Protosound nya. Untuk loko GTEL produk MTH ini MbT sangat merekomendasikan untuk dijadikan koleksi….dan type ini tidak akan lekang dengan waktu.

Pesaing dari GTEL ini adalah loko jenis VERANDA yang juga diproduksi oleh MTH…next MbT akan mengulas kehebatan VERANDA yang produksinya sudah mencapai batch ke IV….

 


Challenger dan Big Boy Union Pacific

April 30, 2017

Dua loko uap legendaris milik armada raksasa UNION PACIFIC selalu menjadi bahan perbincangan diantara penggemar kereta api dan kereta api model. Kedua loko uap tersebut siapa lagi kalau bukan the Challenger dan Big Boy, sangat legendaris karena memiliki sejarah panjang hingga saat ini.

Dimulai dengan hadirnya loko Uap Challenger Type, yang menggunakan konfigurasi roda dengan desain sistim artikulasi, menghasilkan traksi yang lebih baik dan halus saat melalui track menikung dengan curve terbatas, desain sistim konfigurasi roda artikulasi 4-6-6-4 merupakan kesuksesan pengembangan desain bagi loko uap ukuran besar.

Pihak Union Pacific yang mengoperasikan pertama Challenger ini merasa puas dengan tenaga yang dihasilkan Challenger hingga UP memesan loko Uap bongsor ini hingga lebih dari 100 units. Konon Challenger memiliki efisiensi yang tinggi jika dilihat dari tenaga yang dihasilkannya.

Hal ini diperlukan karena Challenger akan dioperasikan antara lain dimedan yang menanjak dan memiliki curve track terbatas, contohnya akan menempuh jalur Wahsatch Mountain Range didaerah Utah. Challenger sendiri dikembangkan dari hasil study sejak tahun 30′ an oleh Chief Mechanical Engineer Arthur H. Fetter dan Otto Jabelmann yang merupakan asisten Superintendent lokomotive UNION PACIFIC….hasilnya loko Challenger dibuat oleh pabrik ALCO juga BALDWIN hingga ratusan unit yang merupakan pesanan selain untuk UP juga Clinchfield; Delaware & Hudson; Denver & Rio Grande Western; Great Northern; Northern Pacific; GN and NP-controlled Spokane, Portland & Seattle; Western Maryland; and Western Pacific.

Sejarah loko Uap Raksasa seperti Challenger tidak berhenti bahkan armada UNION PACIFIC memerlukan lokomotive Uap yang lebih besar dari Challenger…maka para engineer UP terus bekerja keras hingga lahirnya sosok BIG BOY yang sangat legendaris.

BIG BOY yang pemberian namanya juga merupakan histori tersendiri…dimana di pabrik pembuat American Locomotive Worksbdi Amrik sana didapatkan bagian depan penutup silinder yang belum terpasang tertera tulisan “BIG BOY” dengan kapur yang tidak diketahui siapa penulisnya…dan inilah awal nama Big Boy yang sangat legendaris dan dikenal oleh para penggemarnya juga para Model Railroader.

Big Boy terlihat memasuki arena midi LO MbT….Big Boy yang merupakan produksi pabrik raksasa ALCO dibuat pada rentang waktu 1941 dan 1945 dengan jumlah 25 unit Big Boy yang diberi nomor #4000 hingga #4024. Loko Uap ini memiliki panjang total mencapai 40 meter dan beratnya loko ditambah tender mencapai 600 ton dengan perhitungan daya menghasilkan sekitar 7,000HP.

Dengan tenaga raksasa maka Big Boy dapat menarik rangkaian gerbong barang hingga seratus lebih menaiki bukit Sherman didaerah Wyoming, dan Big Boy dapat lari kencang dengan kecepatang hingga 120km lebih dijalan datar yang dihasilkan dari traksi roda yang memiliki konfigurasi 4-8-8-4.

Big Boy…hampir seluruh penggemar kereta model Amrik memiliki koleks Big Boy…termasuk MbT memelihara beberapa unit Big Boy. Nah sekarang ini dimana Big Boy yang sebenarnya berada…dari 25 unit BIG BOY ternyata masih  dapat diselamatkan fisiknya sebanyak 8 unit yang tersebar dibeberapa museum Kereta Api di Amrik….contohnya #4006 berada dimuseum Kansas City di Missouri, #4004 tersimpan di Cheyenne Holliday Park tidak jauh dari jalur Union Pacific…dan Big Boy #4005 ditempatkan dimuseum Transportasi di Denver, #4005 ini dapat dilihat oleh umum bahkan cab nya juga bisa dilihat yang seluruh instrumennya masih lengkap terpasang pada backhead silinder lengkap diberi label petunjuk….hebat! para railfan perlu diacungi jempol.

Yang menghebohkan adalah BIG BOY nomor #4014 yang sedang dilakukan restorasi, yang dimulai sejak persiapan tahun 2013 dan mulai ditarik dari museum tahun 4014 menuju bengkel UP di Cheyenne…RESTORASI dilakukan dengan rencana 5 tahun selesai dimulai tahun 2015 hingga 2019.

BIG BOY yang melaju dengan gagah terlihat memasuki area midi LO MbT, Big Boy #4016 merupakan model train berkualitas dan memiliki mutu prima buatan pabrik kamod MTH. Loko Uap ini brand new MbT pesan tahun 2015 dan baru sempat tahun ini dipublikasikan…yang rencananya sudah MbT publikasikan tahun 2016 lalu…#4016 tampil 2016 rencana demikian.

MTH merilis beberapa kali loko jenis Big Boy ini dan selalu laris manis…bahkan belum lama ini merilis dengan seri Signature nya yang bedanya loko Big Boy lengkap dengan weathered….juga laris manis. Harga untuk seri Signature lebih mahal USD 150…wouw.

Loko Uap BIG BOY ini memiliki detail yang sangat lengkap, body loko terbuat dari bahan metal yang berat sehingga di track midi LO MbT pun dapat menarik puluhan gerbong tanpa masalah… MbT pernah memiliki loko Big Boy buatan MTH ini sebanyak 3 unit sejak dikeluarkannya tahun 2009 dan Big Boy dengan road number #4016 ini merupakan koleksi yang masih wira wiri di midi LO MbT.

Detail yang disuguhkan oleh MTH sangat memuaskan…dan imbang dengan performance power dan electronicnya yang diwakili oleh Protosound 3.0. Fitur yang sangat lengkap termasuk percakapan antara masinis dan tower direkam dengan sangat profesional…sehingga para penggemar pasti berulangkali mendengarkan komunikasi sebelum loko start rolling.

Sesuai literatur bahwa cabin Big Boy ini dapat menampung 4 orang….membuktikan bahwa Big Boy cabin cukup luas…dan pada modelnya sudah terpasang dua figur masinis…hal ini membuat produk lebih realistis.

Pada cabin juga dilengkapi dengan kaca samping geser serta hatch diatas yang dapat dibuka tutup, kabin juga dipasang lampu yang dapat diaktifkan melalui tombol F5. Perlu diingat bahwa khas produk MTH sebelum start seluruh electronic perlu diaktifkan melalui tombol F3…sound…smoke…power akan sinkron active.

Pada midi LO MbT terlihat Big Boy melaju di jalur/track luar yang memiliki curve lebih dari 24″, sementara pada jalur dalam masih terlihat sosok Challenger yang mempesona dengan menarik rangkaian reefer box car milik Union Pacific/Southern Pacific…warna orange box car merupakan daya tarik yang tidak terlupakan.

Kedua loko uap raksasa ini berpapasan diarea station sehingga seluruh orang yang berada diperon station seolah melihat dua sosok foto model sedang lewat diatas catwalk…bentuk fisik besar mempesona memang tidak mudah dilupakan…ditambah raungan horn dari kedua loko yang bernada bass dan serak lantaran usia membuat jantung berdebar.

Secara fisik Big Boy memang lebih panjang dari Challenger termasuk tender yang berisi air  dan membawa batubara sebagai bahan bakar pemanas steam sebagai penggerak utama. Karena tenaga yang dihasilkan cukup besar mencapai 6,290 HP tentu saja ruang pembakaran harus luas dan heating surface nya mencapai 533m persegi…dan konon BIG BOY ini dapat lari kencang dengan kecepatan hingga 130 km/jam.

Namun pada model buatan MTH ini MbT berani mencoba dengan bukaan throttle hingga 80% yang menurut pembuat controller nya DIGITRAX di claim dapat ekivalen dengan speed 80mile/h. MbT mencoba pada track lurus saat loko Big Boy free running tanpa menarik beban…

Loko BIG BOY terus melaju tanpa berhenti didaerah station, dengan menarik beberapa puluh gerbong barang terlihat sangat gagah…gerbong jenis box car dan flat car yang juga milik armada UNION PACIFIC ini mengular dijalur curve saat nanjak pada elevasi tanpa kendala.

Track pada midi LO MbT ini sejak saat pembuatan memang diperuntukkan harus dapat mengakomodir laju loko bongsor BIG BOY ini…lengkap dengan curve lebar diatas 24″ dan Turn out besar #8 dan #10 sehingga Big Boy yang memiliki konvigurasi roda 4-8-8-4 dapat melaju bebas tanpa ragu.

Terlihat rangkaian loko Big Boy dan gerbong barang yang ditarik memasuki curve sebelah kanan midi LO MbT dan terus menajak yang selanjutnya akan memasuki track lurus…pada posisi ini MbT membuka throttle hingga 50% yang setara dengan 50mile/jam kecepatannya.

Loko BIG BOY memang disiapkan untuk menarik rangkaian gerbong dalam jumlah banyak menembus segala kondisi track segala musim, terlihat Big Boy melaju di midi LO MbT dengan menarik aneka gerbong barang yang memiliki ukuran sekitar 40’…beberapa flat car dan gondola memiliki panjang 50′

Sejak melintas didepan station…rangkaian BIG BOY ini sudah menjadi perhatian…termasuk aneka gerbong barang yang ditariknya juga menjadi tontonan unik…terdapat disana gerbong barang jenis box car yang sangat populer yaitu dengan warna merah dan bertuliskan semboyan2 dari UNION PACIFIC, gerbong barang jenis ini merupakan produk pabrikan kamod TRIX yang menyuguhkan kualitas nomor satu.

Terdapat pula jenis gerbong gondola yang juga milik armada UNION PACIFIC….gondola ini merupakan produk kamod Walthers yang juga merupakan pabrikan kamod terkenal dengan produk gerbong2 dengan detail dan kualitas yang baik.

Disamping jalur luar depan station sejajar terdapat jalan raya yang dilewati banyak kendaraan antara lain beberapa truk barang era tahun 40-50 an….selain truk pembawa Del Monte juga terlihat truk barang lain SECTOR yang berwarna merah…truk ini merupakan salah satu koleksi MbT terbaru buatan pabrik Mini Metal.

MbT juga merekomendasikan para penggemar kamod untuk jangan lupa mengkoleksi aneka kendaraan yang memiliki skala 1:87 dengan berbagai era sehingga cocok dengan nuansa kereta.

Pada ujung rangkaian gerbong yang ditarik loko BIG BOY an juga CHALLENGER terdapat caboose UP warna kuning…menandakan ujung akhir dari rangkaian gerbong barang yang berfungsi sebagai akomodasi dan office dari pengawal komoditi yang dibawa.

Caboose merupakan gerbong buntut yang memiliki bentuk khas…lucu dan fungsional, tidak ada salahnya kalau para kolektor dan penggemar kamod memiliki dan mengkoleksi beberapa Caboose.

Wide vision caboose merupakan jenis caboose yang sangat populer…pada era awal caboose ini dibuat dengan dinding samping terbuat dari kayu dan belakangan sudah dibuat dengan dinding metal….

Kembali mengenai BIG BOY…bahwa BB road number #4016 saat ini sudah tidak ada lagi bekasnya…dari 25 unit Big Boy yang telah dibuat…hanya 8 unit yang masih dapat diselamatkan dan sebagai penghuni museum dibeberapa negara bagian. Dengan hadirnya model #4016 pihak kamod mengejar dan memburu untuk dijadikan koleksi….MbT merekomendasikan untuk mengkoleksi BIG BOY #4016

 


Union Pacific CHALLENGER #3989

February 23, 2017

Penggemar model Kereta Api USA pasti mengenal dan mengkoleksi loko Uap era tahun ’40 an yang dikenal dengan Challenger, loko ini sangat menjadi viral kala itu dikarenakan menggunakan konfigurasi Roda  artikulasi 4-6-6-4, roda depan 4 unit merupakan pilot disusul 2×6 masing2 boogie 6 roda yang merupakan penghasil traksi utama dan 4 roda terakhir untuk menahan beban Cabin loko ini.

c1 c2 c3 c4

Loko steam ukuran besar ini dibuat oleh pabrik raksasa American Locomotive Company  untuk dan order dari perusahaan perkereta apian Union Pacific. Loko uap Challenger ini telah diproduksi hingga 105 unit oleh pabrik ALCO mulai tahun 1936 hingga 1943……dapat dibayangkan loko uap ini memiliki panjang fisik sekitar 37m dengan bobot mencapai 300ton lebih.

Loko Challenger yang dibuat untuk memperkuat armada Union Pacific ini di desain untuk menarik rangkaian gerbong barang…walaupun ada beberapa unit yang digunakan untuk menarik gerbong penumpang yang beroperasi didaerah pegunangan di California dan Oregon.

c5 c6 c7 c8

Challenger yang merupakan loko uap maka selamanya dia harus masak air untuk menghasilkan uap bertekanan yang digunakan untuk penggerak piston yang dengan menggunakan poros engkol menggerak Roda traksi 2×6 yang merupakan ciri khas Challenger. Loko uap saat itu menggunaka bahan bakar Batu Bara untuk memanaskan air sehingga menjadi uap bertekanan…terlihat dengan sangat masive loko selalu menggandeng sebuah tender yang membawa Batu bara dan cadangan air.

Tampak Challenger memang gahar namun banyak disukai orang dengan kemampuan menarik rangkaian gerbong barang puluhan unit…merupakan atraksi tersendiri bagi penduduk setempat yang daerahnya dilalui rangkaian kereta Challenger.

c9 c10 c11 c12

Konfigurasi roda 4-6-6-4 yang menjadi ciri khas Challenger tidak akan dilupakan orang terutma para Rail fan dan Model Railroader, boogi 6 roda x2 merupakan sistim artikulasi yang sangat membantu sehingga loko bongsor Challenger dapat bernegosiasi pada curve yang tajam…hal ini termasuk mendjadi acuan pihak ALCO terus mengembangkan hingga memproduksi loko uap yang lebih besar Big Boy…

Loko Challenger merupakan produk sukses sehingga pada era modern ini para Railfan dengan susah payah dan menghabiskan dana yang cukup banyak telah merestorasi sebuah Challenger dengan road number UP  #3985 yang digunakan untuk ekskursi para penggemarnya…loko tersebut menarik beberapa gerbong penumpang Union Pacific.

Terlihat Challenger pindah jalur dari jalur keluar ke jalur dalam…dengan langsir mundur melalui double cross turn out terlihat Challenger dengan lincah memfungsikan boogie artikulasi 6-6 nya membuktikan bahwa tidak ada kesalahan dalam produk ini saat bernegosiasi pada turn out.

Kehebatan insinyur mekanikal saat itu harus diacungi jempol lantaran menghasilkan produk yang sangat bermanfaat yaitu bagaimana membuat kereta api uap dengan tenaga raksasa dan dapat melalui jalan menanjak pegunungan lengkap dengan curve yang lumayan sempit…sistim roda artikulasi jawabnya.

Midi LO MbT memang banyak dilengkapi dengan Turn Out extra besar untuk mengantisipasi loko Uap Amrik besar, tidak mudah untuk membuat track plan nya dikarenakan TO besar harus digelar pada lahan yang terbatas. Puas rasanya melihat Challenger langsir didepan station tanpa kendala…lampu belakang pada tender juga menjadi perhatian tersendiri. Challenger ini sengaja langsir dikarenakan akan menjemput beberapa gerbong barang dengan berbagai jenis muatannya.

Untuk selalu mengenang Challenger dan kita sebagai penggemar kereta model juga dapat menyaksikan kehebatan sosok Challenger melalui model 1:87 alias dalam skala HO. Para pabrikan kereta model berusaha memikat penggemarnya dengan menampilkan model skala HO ini sedemikian rupa dengan detail yang selengkap mungkin.

MbT kali ini menampilkan sosok Challenger  skala HO yang merupakan produk pabrikan kereta model yang legendaris yaitu produksi pabrikan LIONEL, pabrikan ini diawali dengan memproduksi skala yang lebih besar yaitu skala O. Pada Challenger skala HO ini terlihat detail yang sangat lengkap yang dapat dilihat dari mulai ujung depan hingga bagian tender dibelakang.

LIONEL telah memproduksi Challenger ini dengan material full metal yang tentunya menghasilkan model yang sangat antik dan menarik, yang memikat siapapun yang akan melihat apalagi memegang dan menggendongnya….cukuit berat bobotnya! LIONEL telah membuat beberapa road number dari Challenger ini antara lain road number #3985 dan #3989…kenapa MbT menyebutkan kedua road number ini karena MbT mengalami pengalaman yang unik yaitu box LIONEL tertera #3985 namun didalamnya ternyata Challenger #3989!

Kualitas model loko Challenger buatan LIONEL ini memang tidak perlu diragukan lagi, dibuat tahun 2005 sehingga cukup sulit kalau saat ini kita mencari lagi…out of the box terlihat baru tanpa cacat..hanya saja pihak seller tidak teliti saat menutup box nya dengan tutup yang tertukar…

Loko Challenger buatan LIONEL ini sudah lengkap dengan DCC sound yang merupakan cangkokkan dari produk Quantum. Quantum merupakan pabrikan electronic board terkenal saat itu dengan hasil sound speaker cukup menggelegar. Nada Challenger tyerdengar sangat mantab termasuk suara steam, Bell, Horn dan nada lainnya. Electronic board juga mengatur power management serta lighting system dari Challenger…memang untuk lighting nya masih tergolong sederhana hanya lampu depan, lampu pada tender, lampu number board dan lampu cabin. Selain itu loko juga dilengkapi dengan smoke double stake.

Pada perjalanan Challenger di midi LO MbT terlihat rangkaian terdiri dari beberapa gerbong barang…diantaranya beberapa flatcar membawa muatan khusus…gerbong barang jenis flat car seperti ini sangat menarik karena keunikannya…antara lain mengangkut pelat baja, box, batang besi, trafo listrik dll.

MbT memburu item ini ternyata tidak mudah karena harus mencari flatcar pengangkutnya dengan road name paporit Union Pacific. Flatcar Union Pacific ini merupakan produk pabrikan yang sudah tidak asing lagi di Indo yaitu Bachman. Bachman memang terkenal dengan memproduksi beberapa jenis gerbong yang pabrikan lain tidak memproduksinya.

Rangkaian gerbong barang yang ditarik Challenger ini diakhiri dibagian buntut berupa Caboose yang merupakan produk Marklin Germany. MbT pada artikal dan foto2 diatas membuktikan bahwa koleksi lama yang sudah 10 tahunan masih sangat menarik untuk dioperasikan di midi LO MbT…


Suasana Orange passcar diantara pohon dan bukit

February 20, 2016

Setelah artikel dua bulan terakhir mengulas passcar Amtrak dan Rio Grande maka MbT melanjutkan dengan menampilkan the Daylight milik Southern Pacific…

Era tahun 1940-1950 an transportasi manusia antar kota di benua Amrik sana yang sangat digemari adalah menggunakan jasa kereta api …dan beberapa armada kereta api penumpang tercatat merupakan rangkaian kereta api yang legendaris…..seperti Rio Grande, California Zephir, UP streamliner dan juga SP Daylight……perusahaan railroad ini berlomba memikat para pengguna jasa transportasi kereta api sekaligus menyuguhkan jasa layanan yang prima yang merupakan bagian penting untuk dinilai oleh para penumpang.

Tahun 50an yang merupakan tahun emas jasa kereta api penumpang salah satunya terdapat armada kereta api Southern Pacific yang memiliki khusus kereta api penumpang bernama Daylight Southern Pacific.

d13 d30 d31 d32

Rangkaian kereta penumpang yang terdiri dari loko Uap GS4 dan beberapa gerbong berwarna Orange terlihat meluncur menghiasi midi LO MbT …warna Orange inilah yang membuat daya tarik tersendiri …dan MbT melihat dari kaca lensa kamera warna orange sangat indah diantara warna hijau pepohonan dan karang….MbT menempatkan set rangkaian ini menjadi koleksi.

Uniknya rangkaian kereta api penumpang Southern Pacific yang berwarna orange tua dan muda ini ditarik oleh loko Uap seri GS (golden state) yang juga berwarna Orange tua/muda…selain tulisan kecil bertulisan Daylight yang terpasang pada bagian samping depan loko, sebuah tulisan dengan huruf lumayan besar SOUTHERN PACIFIC terpampang pada dinding samping tender.

d1 d2 d3 d4

Loko steam tersebut modelnya dibuat oleh pabrik kondang yaitu  BLI dengan class Paragon 2 nya… memang loko ini diimport dari negeri Oom Obama sudah cukup lama dan saat ini masih beroperasi di midi LO MbT,  dengan lancar dan jalannya mulus dan ternyata dapat melibas sekian banyak tikungan curve R 24″ dan 26″ dengan indahnya.

Loko produk BLI seri Paragon2 terkenal mempunyai paket DCC  sound yang gak diragukan lagi alias nadanya gemuruh keluar dari speaker yang tertanam pada tender unit nya…….dan loko ini juga sudah dilengkapi smoke unit sejak out  of the box.

Road number yang terpampang pada loko # 4449  yang menunjukkan versi Southern Pacific Daylight yang beroperasi hilir mudik jalur San Francisco dan Los Angles Amrik belahan Barat hingga era 50an dengan menggandeng 8 unit gerbong penumpang beraneka ragam type ……….sekali lagi produk ini merupakan modeltrain penumpang seri Steam locomotive yang sangat menarik lantaran body loko juga dilabur strip grafis warna Orange dan pada tendernya bertuliskan SOUTHERN PACIFIC.

d5 d6 d7 d8

Rangkaian gerbong SP Daylight merupakan gerbong penumpang mewah dan cantik saat itu, dengan fasilitas yang lengkap termasuk tempat duduk sofa yang nyaman, restoran yang menjadi favorit, seluruh ruangan yang menyajikan interior yang sejuk serta fasilitas radio komunikasi dan radio antenna untuk fasilitas radio…dan pada rangkaian bagian buntut terdapat gerbong observasi yang mempunyai jendela untuk memandang keindahan gersang didaerah Amrik Barat sana.

Detail dan warna rangkaian SP Daylight ini merupakan  rangkaian gerbong penumpang lain dari yang lain….dengan body corrugated plate, warna orange sepanjang rangkaian kereta mulai dari loko – gerbong penumpang – observation car  memiliki  daya tarik tersediri.

Rangkaian ini disebut Kereta Daylight karena beroperasi disiang hari menyusur sepanjang pantai menempuh ratusan mile sehingga SP tidak perlu menyiapkan gerbong khusus cabin….rangkaian ini ditarik oleh loko steam GS (Golden State) nya….juga merupakan loko steam terindah era itu.

d9 d10 d11 d12

Beberapa pabrikan kereta model pernah melansir gerbong SP Daylight tersebut seperti ConCor, BLI, MTH juga Hornby.. namun yang menurut MbT merupakan produk yang memiliki detail yang baik adalah produk dari pabrikan MTH.

MTH telah mengeluarkan beberapa jenis gerbong SP Daylight ini hingga 13 jenis gerbong……dan yang memikat hati MbT adalah paket gerbong set yang terdiri dari 8 unit gerbong….dan sudah terbukti rangkaian tersebut terlihat meluncur di midi LO MbT diantara karang dan pepohonan…bahkan salah satu jenis gerbongnya yang terdiri dari gerbong cafe, restoran dan kitchen merupakan articulated 3 unit gerbong.

Gerbong2 ini sudah dilengkapi lighting system sejak dari pabrik sehingga para modelrailroader tidak perlu memikirkan lagi untuk menambah sistim lampu pada gerbong2…..lampu yang terpasang memiliki cahaya sedikit kemerahan sehingga sesuai dengan cahaya gerbong era tersebut. Khusus untuk observation car dibagian belakang dilengkapi dengan marker light warna merah yang menunjukkan bagian belakang rangkaian.

d14 d15 d16 d17

MTH menyuguhkan kualitas detail yang tidak tanggung-tanggung….dengan jepretan lensa mode macro maka terlihat lebih jelas bahwa detail serta placard yang telah dibuat sesuai proptotype…hal ini tidak lebih untuk memanjakan penggemar kereta model diseluruh planet ini.

Factory installed interior lighting system merupakan hal yang diunggulkan dari pabrikan MTH ini yang ternyata mendapat saingan gencar dari pabrikan BLI yang juga mempromosikan hal yang sama.

Midi LO MbT memang banyak terdapat curve …ternyata rangkaian gerbong ini disiapkan untuk dapat dioperasikan pada jalur curve 24″ tanpa masalah namun MbT telah membuktikan bahwa pengoperasian pada curve 26″ lebih aman karena gerbong memiliki coupler yang pendek…

Untuk jalur lurus terdapat didaerah track kombinasi jembatan jenis Arc bridge buatan Marklin…didaerah ini posisi loko dengan 5 gerbong yang dapat melaju lurus dengan sisa 3 gerbong lain tertinggal di curve track…untuk melihat full set Daylight berjalan lurus dapat dilihat saat rangkaian melaju ditepi hamparan rumput backdrop yang menghubungkan lingkaran kanan dan kiri midi LO MbT.

d19 d20 d24d66

Memang..pada midi LO MbT ini terlihat beberapa jembatan/truss bridge yang menjadi landmark dibagian sisi kiri midi LO MbT, setiap kereta yang melaju melalui jembatan ini merupakan object dan sasaran untuk diabadikan. Warna Orange terlihat sangat kontras dengan warna abu2 dari truss bridge yang berdiri kokoh…dan jembatan yang berbentuk curve Arc bridge  ini merupakan produk Marklin Germany  dan yang berbentuk trapesium merupakan jembatan khas Amrik buatan Cornerstone .

Demikian pula saat loko muncul setelah bridge juga menjadi sasaran jepretan camera…pada bagian ini MbT menempatkan vegetasi berwarna hijau yang tumbuh diantara bebatuan tebing…hal ini memang terlihat lebih segar karena warna karang diselingi hijau tumbuhan tersebut.

MbT selalu mengambil sudut camera sebaik mungkin sehingga bagian hijau segar dapat menghiasi warna Orange dari rangkaian kereta Daylight.

d22d23d21d25

Loko steam SP Daylight merupakan jenis terbaru saat itu  GS4 (Golden State) memang merupakan loko dengan model yang aero dinamis, loko ini dibuat pada tahun 40an oleh pabrik industri Lima Locomotive Work,Lima di Ohio…dan mulai beroperasi tahun 1941.

Model loko ini dibuat oleh  BLI seri Paragon2 dan juga MTH,   dengan body full metal lengkap dengan DCC Sound dan smoke…….MbT memilih dan mengkombinasikan loko buatan BLI Paragon series dengan 8 set PassCar buatan MTH.

Detail loko yang lengkap dan cukup sempurna tampak jelas mulai dari detail baut/keling, perpipaan, placard dan lainnya merupakan bagian detail yang ditonjolkan oleh pabrikan kamod ini. Body metal memang merupakan hal yang sangat penting karena dengan berat bodynya akan membuat traksi dapat menarik rangkaian gerbong tanpa masalah.

d26 d27 d28d29

Bentuk loko jenis GS ini terlihat lebih modern jika dibandingkan dengan loko lain saat itu, dengan badan yang tidak terlalu besar mengusung konfigurasi roda 4-8-4 dengan total bobot 215,000kg terlihat cantik dengan kesan bersih seolah bukan loko steam.

Strip Jingga Merah pada loko bukan hal yang biasa, arsitek grafis exterior terlihat berani menempatkan warna tersebut pada loko steam ini…namun hasilnya suatu goresan sejarah perkereta apian di Amrik yang tidak akan dilupakan orang.

BLI telah membuat loko ini hingga detail…..juga tulisan dan logo Daylight telah dibuat sempurna menyerupai prototype. BLI berhasil memikat hati MbT….saat ini memang agak sulit mendapatkan produk ini dan MbT mujur masih kebagian.

d33 d34 d35 d36

Produk loko BLI dan Passcar MTH terlihat sangat dominan di warna dan lighting system, pada loko  type GS4 ini memiliki double head light yang terpasang atas bawah dan tepat ditengah moncong steam silinder, lampu menyala cukup terang dan pada bagian kabin masinis juga dilengkapi lighting yang dapat dikontrol on-off secara digital.

Lampu kabin pada loko cukup terang yang sebenarnya bertolak belakang karena loko ini berjalan disiang hari tanpa lampu pun masinis dapat bekerja….figur masinis dan engineer juga sudah terpasang ditempat dengan wajah happy…melaju ditrack lurus midi LO MbT.

Rangkaian Daylight tidak sendirian melaju di midi LO Mbt ….pada jalur lurus terlihat  kereta steam seri Mikado #2485 milik Union Pacific menarik rangkaian gerbong barang pengangkut fruit alias jeruk….simulasi ini dibuat sengaja karena gerbong barang pengangkut fruit juga memiliki warna Orange.

d37 d38 d36d39

Rangkaian kereta Mikado UP #2485  yang diproduksi sejak tahun 20an dengan menarik gerbong pendingin yang membawa buah jeruk tersebut berjalan berlawanan arah dengan SP Daylight…sempat berpapasan saat rangkaian kereta barang berada didekat curve track yang dilalui GS 4 Daylight sebelum masuk ke station.

Didaerah ini terlihat sebuah tiang semagphore sinyal yang membolehkan kedua kereta berjalan….MbT merencanakan beberap sinyal dipasang didaerah masuk dan keluar station. Sinyal jenis semagphore ini merupakan produk Viessmann.

d80 d81 d82 d83

Sedikit mengulas loko Mikado #2485 milik Union Pacific ini…loko yang tidak terlalu besar ini merupakan loko legendaris yang diproduksi hingg 600 unit lebih…dan ternyata mempunyai tenaga yang mantab…terbukti saat melaju di track midi LO MbT loko ini dapat lari kencang menarik belasan box car.

Model train Mikado pernah diproduksi oleh beberapa pabrikan kondang seperti Marklin dan saudaranya TRIX…untuk yang melaju di midi LO MbT ini merupakan produk BLI Paragon2 dengan body terbuat dari full metal….lengkap dengan DCC sound dan smoke yang tidak diragukan lagi kualitasnya.

Kembali ke si Orange…selanjutnya rangkaian loko GS 4 Daylight terlihat pindah jalur dari jalur luar memasuki jalur siding mengarah ke platform station Union Style….dengan melalui dua buah double slip buatan Roco maka rangkaian Daylight dengan lancar sudah pindah jalur.

Banyaknya turnout di midi LO MbT ini terpaksa menuntut pengoperasian secara remote…dan tentunya MbT harus mengandalkan sistim electric motor untuk setiap turnout yang cukup jauh jangkauannya. MbT mempercayakan ke produk Tortois buatan USA yang handal dan smooth.

d40 d41 d42 d43

Lokomotif lengkap dengan rangkaian gerbongnya saat akan masuk ke jalur station membuat suasana yang cukup dramatis…..sampai saat ini kalau kita berdiri di peron station menunggu kedatangan rangkaian kereta merasakan suasana yang menegangkan…rangkaian kereta yang merupakan konstruksi baja berukuran besar melaju dihadapan kita dengan jarak hanya beberapa meter dengan suara gemuruh merupakan suasana yang sulit dilupakan.

Saat memasuki station beberapa gerbong dibelakang masih tertinggal juga didaerah curve track, hal ini karena track lurus area station tidak cukup panjang untuk menampung seluruh rangkaian. Dimulai dengan melewati sebuah crossing gate…layak seperti station2 kereta di Jakarta, rangkaian kereta memasuki station…didepan station dan di seberang rel terdapat jalan raya yang disampingnya terpasang lampu PJR dan beberapa tiang telpon.

d44 d45 d46 d47

Setelah berjalan beberapa putaran pada midi LO MbT…kereta GS4 Southern Pacific Daylight tiba distation sudah mulai sore..terlihat lampu jalan mulai menyala terang..memand tidak mudah untuk mengabadikan suasana gelap dengan hanya mengandalkan terang lampu PJR…kalau suasana ruang MbT digelapkan maka sosok kereta api tidak terlihat jelas…sehingga kompromi suasana terang namun lampu PJR menyala.

Pada jalur track distation terlihat double crossing turn out yang menarik untuk dioperasikan dan juga menjadi sasaran pemotretan. Setiap rangkaian kereta melalui double turnout buatan Shinohara ini MbT selalu memperhatikan secara teliti…suara roda saat melintas juga berbeda…perlu dipastikan bahwa pemasangannya harus benar2 datar dan rata.

d49d48 d50 d51

Tiga jalur atau track distation saat itu masih terlihat sepi..namun setelah rangkaian kereta GS4 SP Daylight berhenti di siding track…tidak lama kemudian rangkaian kereta barang Mikado #2485 Union Pacific lengkap dengan box car berpendingin Es batu yang membawa jeruk perlahan memasuki jalur station.

Operasional yang dilaksanakan oleh MbT bahwa seluruh rangkaian kereta melaju pada track sebelah kanan…namun karena rangkaian kereta Daylight akan masuk kestation maka harus berpindah jalur terlebih dahulu…dan saat akan meninggalkan station dan menuju jalur kanan maka si Daylight harus melalui jalur tengah yang merupakan jalurnya Mikado saat ini…alhasil harus menunggu Mikado liwat terlebih dahulu.

d52 d53 d54 d55

MbT menampilkan loko steam Mikado Union Pacific ini lantaran untuk menunjukkan bahwa Mikado yang juga buatan pabrikan Kamod BLI merupakan loko steam legendaris di Amrik sana…detail loko juga sangat detail, body loko dibuat dari die cast iron sehingga bobot loko kecil ini lumayan mantap dengan menghasilkan traksi yang baik mampu menarik belasan gerbong box car dan tanki.

Rangkaian loko dengan menggandeng belasan box car untuk sementara haru masuk ke jalur paling luar yang nantinya merupakan jalur milik Daylight…hal ini untuk memberikan kesempatan pada rangkaian Daylight menggunakan jalur tengah guna nantinya masuk ke jalur paling luar dengan melalui double turn out buatan Shinohara.

d56 d57 d58 d59

Terlihat pada midi LO MbT rangkaian loko GS4 Daylight menunggu jalur kosong karena si Mikado akan liwat… Loko Mikado memiliki detail yang juga tidak kalah dengan GS4…dan yang menjadi pilihan sebenarnya adalah rangkaian gerbong Fruit box car yang berwarna Orange buatan pabrik kamod Intermontain.

Sangat mulus laju rangkaian Mikado ini dengan menyeberang jalur melalui double turn out buatan Shinohara….mmm MbT memang berulang kali menyebutkan double turn out ini karena entah kenapa saat loko melalui double turn out ini MbT selalu memperhatikan secara detail pergerakan roda loko2 tersebut.

d60d61d68d69

Saat seluruh rangkaian kereta barang fruit box car telah melewati turn out untuk masuk ke track station maka rangkaian Daylight bersiap meninggalkan station.

MbT juga menampilkan beberapa koleksi mini metals berupa sebuah station wagon Ford 53 milik US Mail dengan warna kinclong merah putih biru yang Amrik banget.

d70 d71 d72 d73

Dengan sigap masinis dari rangkaian Southern Pacific GS4 Daylight langsung tancap gas untuk menempuh satu putaran midi LO MbT guna masuk kembali jalur luar melalui jalur dalam.

MbT cukup membuka throttle Digitrax hingga 50 mile perjam sudah cukup membuat GS4 lari cepat…loko aslinya sendiri yang steam nya dihasilkan dari pembakaran dengan minyak memiliki kecepatan maksimum hingga 110 mph atau sekitar 180 km perjam..

d70 d84 d85 d86

Memang tidak sederhana untuk mengatur jalur dua buah rangkaian kereta ini…karena kalau tidak sabar dua kereta dapat berhadapan dalam satu jalur…..MbT sudah mempersiapkan kondisi ini sehingga secara keseluruhan midi LO Mbt ini dibagian depan yang terjangkau tangan banyak terdapat aneka ragam Turn out…

Secara keseluruhan loko GS4 Daylight dengan nomor #4449 dan juga loko kecil MIKADO yang MbT tampilkan ini layak untuk dijadikan koleksi bagi penggemar Kamod, dengan body full metal detail yang melimpah, DCC Sound dan smoke ditambah lighting system head lamp, cabin light dan number board light kiranya cukup lengkap fitur yang dimilikinya.

Demikian juga PassCar keluaran MTH yang sudah tidak diragukan lagi kualitasnya, detail dan interior lighting system serta dapat bernegosiasi pada curve 24″  merupakan kelebihan produk MTH…pasangan loko dan passcar dapat merupakan kolektor item yang perlu dimasukan dalam shoping list….tanya soal harga?….masih imbang dengan produknya!

 


Rio Grande tampil bercahaya..

January 25, 2016

Rangkaian kereta penumpang Rio Grande tampil terang benderang melaju dengan ditarik loko seri ALCO PA A-B, dengan warna kombinasi Kuning dan Silver terlihat kalem dan tidak terlalu mencolok…diantara warna terdapat strip tiga garis yang sangat artistik.

Loko Diesel ALCO PA ini memang dibuat khusus untuk menarik rangkaian kereta penumpang, loko ini dibuat di Schenectady, New York  di United States yang merupakan kerjasama antara pabrik American Locomotive Company (ALCO) dan General Electric (GE) pada rentan waktu Juni 1946 hingga Desember 1953.

r7 r8 r5 r4

Memang tidak membosankan untuk melihat rangkaian kereta penumpang Rio Grande dengan loko ALCO PA meliuk dijalur penuh curve midi LO MbT ditambah beberapa pepohonan dan bukit karang serta berbagai jembatan termasuk Truss Bridge yang antik dan Girder Bridge dengan logo Union Pacific. ALCO PA dibuat oleh pabriknya lumayan banyak hingga 297 unit dan diantaranya selain untuk armada Rio Grande juga ada yang dibuat untuk armada Santa Fe dan Union Pacific.

Midi LO MbT merupakan LO yang tidak besar bertempat dalam ruang 4 x 7m….konsep bahwa seluruh track atau saat kereta meluncur harus dapat dilihat dengan mata dan dipantau merupakan konsep mutlak midi Lo MbT….sehingga contohnya perjalanan rangkaian kereta penumpang Rio Grande ini dapat diikuti dengan mata…..tidak ada tunnel hanya beberapa jembatan yang menghalangi sebagian pandangan.

r2 r3r9r10

Loko ALCO PA memiliki wajah yang tidak jelek dengan kontur yang tidak membulat ditandai nyaris hidungnya panjang. ALCO PA merupakan loko Diesel dengan cankokkan mesin cukuk besar berbasis V type 16 cylinder four stoke. Mesin ini menyemburkan tenaga hingga 2,000 HP.

Loko Diesel ALCO PA keluar dengan dua type yaitu type A yang dilengkapi dengan cabin dan sistim kontrol…disusul ALCO PA type B yang merupakan generator unit saja tanpa kabin. Pada ALCO PA – B dilengkapi dengan engine 2,250 HP yang mensupport loko A nya.

r11 r12 r13 r14

Fisik loko yang memiliki panjang hingga 20m ini apabila ditambah dengan unit B nya maka sudah memiliki panjang 40m lebih…ditambah dengan gerbong penumpang yang berjumlah 7 unit dibelakangnya sudah cukup lumayan panjang terlihat di midi LO MbT.

Bayangkan kalau rangkaian kereta ini berjalan 177 mph atau sekitar 188 km per jam…tentu saja kalau di midi LO MbT tidak bisa karena sistim kontrol Digitrax yang MbT gunakan memiliki skala maksimum 100mph.

r15 r16 r17 r18

Beberapa foto close up dari bagian loko dan gerbong Rio Grande menunjukkan artis tersendiri dari desainer pembuat Loko ALCO PA ataupun kereta penumpang yang dilengkapi dengan gerbong buntut panorama.

Seperti tertera pada judul posting kali ini…istilah terang benderang merupakan tanda bahwa gerbong tersebut sudah dilengkapi dengan interior lighting. Pabrikan kereta model yang membuat rangkaian gerbong lengkap dengan lignting ini adalah MTH….sistim lighting nya juga sederhana tanpa perlu on off…begitu diletakkan diatas track tidak berapa lama lampu akan menyala terang benderang, sistim lampu juga dilengkapi dengan kapisitor tentunya…MTH memang cerdik menjual produknya.

Khusus gerbong penumpang ini MTH menawarkan set dengan 5 unit gerbong dan menawarkan pula add on gerbongnya yang berisi 2 unit secara terpisah.

r19 r20 r21 r22

Cuaca disekitar track memang mulai meredup dan rangkaian kereta penumpang Rio Grande ini masuk jalur station pada jalur luar artinya kereta penumpang ini tidak berhenti menurunkan atau menaikkan penumpang saat ini…..hmmm satu putaran lagi MbT akan membuka sinyal untuk masuk ke jalur dalam guna berhenti distation kecil untuk mengambil atau menurunkan penumpang.

Sambil menunggu rangkaian kereta barang yangditarik oleh loko Southern Pacific Bloody nose akan keluar station, rangkaian kereta penumpang ini berputar pada midi LO untuk masuk jalu dalam supaya langsung dapat merapat di platform station.

r23 r24 r25

Terlihat dari kejauhan loko ALCO PA dengan dua lampu besarnya yang terpasang pada hidung…salah satu lampunya menyala osilasi cukup terang menghampiri station kecil…sementara gerbong buntut juga terlihat terang benderang masih tertinggal di atas truss bridge yang sangat berkarakter Amrik.

Model loko ALCO PA ini juga merupakan produk merk kondang MTH…yang menjual sekaligus set ALCO PA A – B…kedua set ini dilengkapi dengan DCC sound yang mumpuni. Selain sound system yang lengkap…MTH selalu memberikan opsi digital remote uncoupler.

r27 r28 r29 r30

Memperhatikan midi LO MbT khususnya didaerah station terlihat perbedaan yaitu sudah dipasangnya PJR alias penerangan jalan raya, hal ini juga mengakibatkan suasana menjadi terang benderang didaerah tersebut. MbT memasang PJR disekitar tepi jalan raya…lampu yang dipasang merupakan lampu dengan cahaya warm…atau kuning. Cahaya warm/kuning ini dapat digunakan pada kondisi era jadul atau era modern…artinya kalo jadul sebagai lampu pijar dan modern dianggap lampu mercury.

Untuk lampu PJR MbT mempercayakan produknya Viessmann….produk ini terlihat sangat artistik dan kokoh, selain itu Viessmann memang terkenal memproduksi pernik kereta model termasuk lampu2, big clock untuk station dan sinyal semagphore.

r31 r32 r33 r34

Saat memasuki track depan station terlihat sebuah loko dari armada Southern Pacific yang menarik beberpa gerbong kosong milik armada Union Pacific jenis ribside hopper yang akan menuju pabrik gandum. MbT sengaja mencari jenis loko Diesel penarik rangkaian gerbong barang yang wajahnya juga dihiasi dengan hidung panjang low nose….siapa lagi kalau bukan loko ALCO RSD15 yang memiliki power 2,400hp.

Rangkaian kereta barang yang ditarik bloody nose ini berjalan keluar station melangkah dengan tegarnya, loko produk BLI ini memiliki sound system yang sangat mumpuni horn soundnya maraung – raung terdengar hingga kekamar sebelah..

DSCN4865 DSCN4866 DSCN4868 DSCN4869

Rangkaian loko dengan gerbong barang type ribside hopper ini memang tidak panjang…hanya enam gerbong dan terlihat kualitas gerbong yang bagus tentu saja karena model ribside gerbong ini buatan Exactrail seri Platinum. Type dengan armada Union Pacific ini sudah tidak diproduksi lagi…lambat laun item ini menjadi vintage dan langka di pasaran kereta model..

Seperti disebutkan sebelumnya untuk lokonya MbT memilih produk pabrikan BLI lengkap dengan DCC sound tsb lantaran suara produk BLI ini sudah teruji…loko type RSD15 ini juga buatan pabrik kereta ALCO …memiliki warna abu2 tua dengan bloody nose warna merah yang sangat legendaris itu….disebutkan diatas loko dengan tenaga 2,400hp ini memang merupakan kuda kerja diera 56 – 60an. Armada Southern Pacific memiliki loko jenis ini sebanyak 3 unit.

r37 r40 r41 r42

Rangkaian loko dan kereta penumpang terlihat maju lancar mipir disebelah jalan raya….pada daerah ini MbT memang menyiapkan sebuah jalan raya yang sejajar dengan track kereta api. Hal ini menjadi kesempatan untuk tampilnya beberapa model mobil dan kendaraan die cast yang dapat selalu berobah sesuai selera dan tahun.

Yang menjadi primadona saat ini adalah sebuah bus penumpang  cepat “Greyhound” yang sangat digemari penduduk  Amrik saat bepergian antar kota. Model car yang terbuat dari die cast ini produksi dari pabrikan Mini Metals yang membuat berbagai model kendaraan khusus untuk kebutuhan LO yang dibuat dengan skala 1 : 87.

r46 r47 r48 r49

Terang benderang memang benar…dengan sudah ditambahkannya lampu PJR pada midi LO MbT sebagian area sudah dapat diabadikan hanya dengan menggunakan lampu LO…lampu ruangan dimatikan sebagian sehingga lampu PJR lebih terlihat dramatis…namun sistim pemotretan harus menggunakan bukaan lensa lebar dan kecepatan rana lebih perlahan.

Lampu yang terpasang menggunakan voltage 12V dengan dihubungkan ke Travo buatan Marklin…untuk menyalakan lampu cukup menggunakan switch on-off….trafo Marklin ini memang digunakan khusus untuk lampu PJR. Lampu buatan Viessmann ini memiliki warna kuning yang lumayan terang.

r52 r56r53r55

Mobil sedan Bell Air, Impala, Ford 57 juga sebuah station pompa bensin juga terlihat cukup terang dengan penerangan PJR seadanya…memiliki daya tarik sendiri dalam sebuah LO.

Selanjutnya rangkaia kereta penumpang Rio Grande melaju cepat dilajur luar dan akan memasuki lajur dalam setelah menempuh satu putaran….Sebetulnya MbT merencanakan untuk approaching ke station rangkaian kereta penumpang harus kembali berlawanan arah.

r57 r58 r59 r60

Didepan putaran area industri pabrik minyak jagung terdapat sebuar curve turnout yang menghubungkan jalur luar masuk kejalur dalam….curve turn out nomor 8/10 membuat laju rangkaian kereta penumpang tetap meluncur dengan kecepatan normal….hingga keseluruhan rangkaian berada di jalur dalam. Curve disini pengoperasiannya secara manual, MbT menempatkan seluruh turn out manual dalam posisi jangkauan tangan untuk pengoperasiannya.

Turn out curve tersebut merupakan stok lama dari pabrikan Roco code 83…barang ini merupakan produk antik dari Roco yang MbT sempat simpan lebih dari lima tahun.

r61 r62 r63 r64

Setelah melewati jembatan model Truss bridge rangkaian loko berpindah jalur lagi kearah station dengan melalui double slip yang juga merupakan produk Roco code 83….juga barang ini merupakan produk antik dari Roco yang MbT sempat simpan lebih dari lima tahun.

Didaerah ini terdapat dua buah double slip yang digabung sehingga dapat mengatur arah kereta dari tiga track yang berbeda termasuk salah satu merupakan pintu masuk ke loop track. Pengoperasian double slip secara manual untuk produk Roco lumayan nyaman dan presisi.

r65 r66 r67 r68

Akhirnya rangkaian kereta penumpang Rio Grande yang ditarik oleh loko ALCO PA A-B tiba distation kecil untuk menaikkan penumpang….waktu sudah menunjukkan tengah malam terlihat dari jam station yang berdiri kokoh didepan sebelah kanan. Jam station ini merupakan produk Viessmann yang cukup menarik lantaran dengan dilengkapi sebuah batt kecil jam ini dapat berfungsi baik.

Didaerah station ini MbT menempatkan dua buah lampu yang cukup terang juga merupakan produk Viessmann dengan nyala warna kuning….terlihat para calon penumpang lalu lalang di peron station…merupakan figure produk Woodland scenics.

r69 r70 r71 r73

Rangkaian kereta penumpang Rio Grande terang benderang cocok dengan nuansa station dan small town yang juga terang dengan lampu Penerangan Jalan Raya. MbT sedang mempersiapkan lampu untuk daerah lain khususnya daerah industri dan juga lampu pada beberapa bangunan.

Memang berbeda kalau sebuah LO dilengkapi dengan penerangan atau lampu2…namun harus teliti dan benar2 dipersiapkan daerah2 mana saja yang perlu penerangan supaya tidak boros