Veranda #63 generasi kedua Gas Turbine

Setelah tampilnya loko Gas Turbine Electric (GTEL) di midi LO MbT yang merupakan loko Gas Turbine generasi pertama maka UNION PACIFIC melanjutkan mengoperasikan loko Gas Turbine generasi kedua yang sangat terkenal dengan nama “Veranda”. Loko Gas Turbine Veranda ini merupakan lokomotive yang diproduksi oleh pabrik ALCO.

Generasi kedua dari loko Gas Turbine atau selanjutnya disebut Veranda telah diproduksi pada tahun 1954…loko ini dibuat hingga belasan unit dan pihak pemesan yaitu UNION PACIFIC memberi nomor urut mulai #61 hingga #75….dan yang tampil saat ini adalah  Veranda  #63.

Veranda memiliki kemampuan yang sama dengan loko GTEL sebelumnya….. mampu menghasilkan 4,800HP dengan traction power 4,500HP, Veranda dengan power 4,500HP dapat lari hingga 65mile per jam dengan menarik gerbong hingga 85 gerbong barang.

Perbedaan Veranda yang merupakan generasi kedua GTEL ini adalah bentuk sampingnya….sepanjang ruang mesin turbinnya terdapat gangway yang diberi batas pagar pelindung pada sisi kiri kanannya. Gangway samping yang mirip beranda ini memberi inspirasi sebutan veranda….dan bagian samping ini merupakan jalan pihak teknisi saat memasuki kompartemen mesin..

Gas Turbine Electric Locomotive ini sangat khas dengan Aux Tender yang berisi  bahan bakar……loko Veranda tanpa tender sudah terlihat panjang fisiknya…apalagi digabung dengan tender…maka set loko GTEL Veranda memang terlihat panjang. Pada bagian samping didaerah gangway sudah tidak terlihat lagi lobang/kisi udara pendingin engine…pihak engineer telah memindahkan lobah peranginan ini kebagian atas loko.

UNION PACIFIC memang tidak tanggung2 memesan sejumlah Veranda kepada pabrikan Alco yang memproduksi hingga 15 unit. Veranda memiliki warna armour yellow dan grey khas armada raksasa UP…warna ini tidak berbeda dengan laburan pada GTEL generasi pertama sehingga sepintas dari jauh terlihat sosok yang sama.

Seperti terlihat dalam penampakan disini bahwa loko GTEL Veranda selalu tampil memukau dengan tender tambahan yang selalu ditariknya…tidak lain karena loko Veranda ini memerlukan supply bahan bakar yang lumayan banyak, tentu saja Aux. Tender tersebut juga dilabur dengan kelir yang sama….kuning dengan tulisan UNION PACIFIC warna merah.

Sepintas tender pembawa bahan bakar ini hampir sama desainnya antara era generasi pertama GTEL dan generasi kedua Veranda…yang membedakan adalah huruf UNION PACIFIC pada tanki era pertama GTEL tertulis lebih besar.

Union Pacific memang memiliki warna korporasi yang sangat terkenal yaitu kombinasi kuning dan abu2…ditambah strip/garis merah sebagai embatas antara dua warna tersebut. Pada GTEL generasi pertama UP menempatkan logo UP shiled ditengah body samping…dan untuk generasi kedua Veranda karena terdapat gangway disamping maka logo UP shield dipindah dibagian samping belakang…..UNION PACIFIC RAILROAD tertulis jelas diatas warna biru yang bagian bawah UP shield berwarna strip merah putih….Amrik banget..

Pada saat operasinya GTEL dan Veranda logo UP Shield Union Pacific terlihat dengan jelas walau dari kejauhan…yang belakangan pada logo hanya hanya tertulis UNION PACIFIC

Detail Veranda memang tidak diragukan lagi…terutama pada bagian samping..pada bagian gangway terlihat pagar/railing pengaman dan terdapat pintu untuk naik dari luar…pada Veranda terlihat pula detail kisi2 disamping dan detail diatas yang lumayan rumit..

Pada bagian depan terlihat sepasang horn yang terpasang saling berlawanan arah sehingga depan atau belakang loko terdengar suaranya…lobang peranginan disamping pada GTEL sudah tidak terlihat lagi pada Veranda karena digunakan untuk gangway…sebagai gantinya dipindahkan keatap loko…..untuk keatas disediakan tangga naik dibagian belakang loko.

 

Untuk roda atau boogie….Veranda memiliki konfigurasi yang sama dengan GTEL generasi pertama yaitu B-B-B-B dan konfigurasi C-C untuk tender pembawa bahan bakar. Roda Veranda yang secara total memiliki traksi hingga 4,500HP tersebut terpasang pada truck yang bagian luarnya dilabur dengan warna silver bromit tahan karat.

Remote uncoupler masih menjadi andalan pihak pabrikan MTH yang telah membuat model Veranda hingga banyak penggemar yang mengkoleksinya, MTH memang sukses dengan produk Veranda ataupun GTEL. Veranda #63 yang memiliki konstruksi full metal ini merupakan produk batch terakhir yang diproduksi oleh MTH.

Rangkaian loko Veranda dengan beberapa gerbong barang meluncur deras dijalur dalam midi LO MbT melalui daerah perbukitan daeran gersang dan tentunya melewati landmark double bridge yang sangat legendaris di Amrik sana…

Veranda buatan pabrik kamod MTH ini diproduk untuk dapat bernegosiasi di curve 18″ namun karena midi LO MbT telah siap dengn curve 26″ maka Veranda dengan girang melaju kencang tanpa hambatan.

Veranda dengan profile wajah klasik memang menampilkan kesan Amrik…pada bagian hidung terpasang lampu utama yang menyala secara osilasi dan pada samping kiri kanannya terdapat marker light warna hijau…ditambah number board didepan dan cabin yang menyala membuat Veranda bagian depan mewah.

Union Pacific memberikan pajangan atau simbol berupa UP Shield lengkap dengan wing yang membentang selebar wajah loko Veranda membuat tampak depan makin dahsyat….sementara road number #63 juga tertulis dibagian samping depan.

Terlihat Veranda melewati girder bridge berlogo Union Pacific pertanda Veranda melalui track/jalur milik armada UNION PACIFIC yang terbentang didaerah Utara..loko Veranda memiliki bobot yang lumayan lantaran body terbuat dari material full metal sehingga saat membuat konstruksi jembatan pada midi LO MbT harus bener2 meneliti kekuatan bridge yang ada.

Jembatan ini memang unik dan menarik dipasang pada setiap LO…jembatan sistim rangka baja ini dapat tembus pandang dari kiri kanan atas bawah…hal ini memberikan kesempatan kepada MbT untuk mengabadikan dari posisi tersebut.

Terlihat bahwa track yang digunakan pada bridge juga dibuat khusus menyerupai prototype yang ada dengan sistim ganda sebagai guide supaya roda kereta …dan ini buatan Shinohara yang beken itu. Profil track ini memang akan terlihat kalau diabadikan dari atas saja.

Hal yang paling menguntungkan bagi model railroader adalah menghindari derail diatas jembatan …apalagi kalau sebelum masuk jembatan track pada umumnya memiliki curve.

Double track yang merupakan barang antik ini berdampingan dengan sebuah bridge type yang sama namun hanya memiliki single track. Perbedaannya adalah track yang dipasang pada truss bridge yang satu ini bukan merupakan track yang dilengkapi dengan guide seperti yang terdapat pada double track.

Dapat terlihat bahwa MbT memasang jembatan sengaja tidak diatas sungai namun dibawah jembatan melintas pula jalur kereta api lain yang juga menjadikan pemandangan daerah ini cukup ramai dengan lintasan kereta api.

Diskusi soal Sound system yang dicangkokkan pada loko Veranda #63 ini merupakan hal yang penting..produk Proto sound versi 3.0 merupakan pilihan pihak MTH yang tidak salah, dengan khas MTH setiap saat loko akan start harus mengaktifkan terlebih dulu fitur F3….selanjutnya dapat terlihat bahwa sound…lighting…smoke…power sudah aktif bersamaan.

Dengan suara yang menderu terdengar mesin Gas Turbin running…ditambah dengan nada komunikasi anatara masinis dengan pihak tower membuat suasana makin realistis.

Midi LO MbT yang merupakan LO dengan nuansa alam pegunungan dan industri..terlihat membentang disepanjang jalur track hanya sekitar 20% terlihat area industri dan station.

MbT masih belum bosan mengambil gambar diarea yang sebenarnya masih belum rampung 100% ini, detail dari track masih terus disempurnakan sehingga diharapkan nantinya midi Lo MbT ini memiliki detail yang lengkap.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: