Deorama berdasarkan selera (2)…finalisasi track plan

Melanjutkan pembahasan untuk menyelesaikan pembuatan deorama berdasarkan selera ….memang tidak sesederhana rencana diatas kertas. Dimulai dengan menempatkan bangunan disepanjang jalur kereta dengan tempat/lahan yang terbatas.

Double deck dengan membagi digeladak atas untuk jalur DC dan digeladak bawah jalur AC yang juga membagi bahwa jalur atas bernuansa Amrik dan digeladak bawah bernuansa Eropa…tentu saja bangunan yang didirikan disepanjang jalur juga harus memperhatikan hal ini.

d34 d35 d36d6

Tahapan sudah memasuki penempatan bangunan diseluruh area jalur kereta api…dimulai dari lingkaran sebelah kanan yang didominan dengan industri pabrik gandum dan station lokal, penempatan bangunan ini terletak dikedua deck atas dan bawah sehingga tidak terlihat terlalu tinggi meninjol.

Direncanakan setelah mantap dengan posisi bangunan ini maka akan dilanjutkan dengan membangunan jalan raya, taman dan area bukit/kontur didaerah ini. Perlu dipastikan juga bahwa track harus sudah tidak ada perobahan lagi, didaerah ini terdapat track turn out curve dengan sudut lebar.

d4d38 d37d30

Selain beberapa bangunan industri didaerah ini terdapat tower air yang menjadi icon Amrik..terletak didekat station lokal..seluruh bangunan yang ada untuk sementara tidak terpasang tetap pada lay out sehingga masih dapat berobah posisi sesuai keinginan.

Daerah kedua yang telah ditata bangunannya adalah yang terletak pada layout bridge, dengan lebar sekitar 55cm MbT harus mengatur menempatkan bermacam-macam bangunan disamping 3 jalur kereta api.

Era tahun 60an merupakan pilihan tepat dengan berbagai pertokoan kecil, station khas Union Pacific , pompa bensin dan repair shop menjadi ikon didaerah ini….dan apabila sudah tidak ada perobahan lagi maka didaerah ini akan segera dibangun jalan raya lengkap dengan lampu jalan dan crossing gate nya.

d23 d24 d25 d26

Pada proses penyelesaian track plan..MbT sengaja menggunakan uji coba dengan rangkaian loko panjang E7 ABB lengkap dengan rangkaian gerbong penumpangnya, hal ini untuk meyakinkan bahwa track plan benar2 lancar dilalui kereta rangkaian panjang…dan pada jalur 1 didepan station rangkaian kereta dapat stop dengan total rangkaian 3 loko ABB dan 9 gerbong penumpang.

Terlihat double cross track didaerah track lurus jalur 2 dan jalur 3 setelah station merupakan daya tarik tersendiri, dengan menggunakan motor turnout produksi Tortois alias kura-kura…double crossing memerlukan 4 set untuk menggerakkan 4 buah wesselnya….mmm boros.

Karena double cross turn out ini memiliki sudut yang besar maka kereta atau loko seperti Big Boy dapat melaju dengan lancar..juga rangkaian loko Diesel E7 ABB milik Union Pacific.

d19 d20 d27 d33d2

Perlu dipastikan juga bahwa seluruh jalur khususnya didaerah curve harus cukup aman untuk papasan antar kereta, memang hasilnya sangat memuaskan…termasuk saat rangkaian kereta penumpang berhenti didepan station Union memiliki side track yang cukup untuk rangkaian loko ABB dan 9 gerbong penumpang.

Beberapa curve sengaja dipasang track yang tidak paralel lantaran untuk mendapatkan jalur yan aman dengan menggunakan curve track R6 dan R5, perlu dicatat apabila menggunakan flex track pada curve lebih kecil dari R6 harus dibuat dengan sangat teliti karena sering terjadi hasilnya mendapatkan R yang tidak rata dan bahkan beberapa bagian memiliki R lebih kecil…resikonya ya harus dibongkar lagi.

d1 d3 d13 d14

Yang menjadi hal khusus dalam membangun midi lay out MbT ini adalah menerapkan LOOP TRACK untuk memungkinkan rangkaian kereta dapat berbalik arah pada jalurnya tanpa harus menggunakan TURNTABLE.

Sedikit perbedaan penggunaan antara LOOP TRACK ( LT ) dan TURNTABLE ( TT ) adalah pada LT seluruh rangkaian beserta gerbong2 nya apabila diatur melelui LT maka akhirnya akan keluar dari LT dengan arah yang berlawanan alias balik arah, sedangkan untuk TT hanya diperuntukkan membalik arah loko nya saja…walau TT memiliki keuntungan lain yaitu untuk mengatur loko masuk kerumah loko secara melingkar namun menempatkan TT perlu area yang cukup luas.

Untuk membuat LT sebenarnya berprinsip pada merobah polarisasi arus, dengan menggunakan piranti khusus Loop Track booster buatan Digitrax yang berpasangan dengan sistim kontrol Digitrax seri Super Chief….didapat hasilnya sangat memuaskan. Pada penggal LT disyaratkan maksimum melaju 4 buah loko berada didalamnya.

d21 d22 d15 d8

Midi Lay Out MbT memiliki dua lantai yang berbeda mengakibatkan lantai diatas harus diatur sedemikian rupa supaya tidak mengganggu lantai bawah…dan konsekwensinya pada jalur DC yang digelar diatas harus siap dengan melalui sekian banyak jembatan/bridge untuk melompati track jalur AC dibawahnya.

Alhasil pada jalur DC terdapat 6 jalur jembatan dengan model truss bridge yang gagah, terdapat beberapa jenis truss bridge termasuk curve/arc bridge yang dicomot dari produk Marklin untuk K track….bahkan MbT yakin untuk menggabungkan 3 unit jembatan Arc bridge tersebut.

Untuk jembatan Double track produk Walthers Cornerstone MbT memasang track khusus untuk jembatan lengkap dengan rerailer track nya…yang ini buatan Shinohara….hasilnya sangat realistik.

d51 d52 d53 d54

Loncat sedikit ….cerita untuk LT disebelah kiri memang terbatas untuk loko dan gerbong yang tidak panjang, dikarenakan loop track ini menggunakan curve R4…karena pada curve luar sudah menggunakan R6 dan R5….namun Loop Track ini tetap dapat dilewati oleh si bongsor Big Boy dengan rangkaian gerbong barang.

Untuk masuk ke Loop Track ini MbT menggabungkan Turn out dengan curve turn out…dengan left turn out…. Memang dibagian ini sedikit rumit untuk mengatur penggerak turn out….mujur salah satu TO dapat menggunakan Tortois..

d47d44 d49 d50

Kalau dipandang dari sudut agak atas…Midi Layout MbT ini terlihat penuh dengan Turn Out…artinya penuh dengan motor penggerak juga..sehingga pemasangannya harus memperhatikan posisi track yang terletak dibawahnya…dengan ketinggian antar deck 12cm sudah cukup untuk mengatur tunnel dan memasang penggerak Turn Out juga penggerak mekanisme Crossing gate.

Pada jalur AC dibawah ternyata tidak kalah rumit dibanding dengan jalur DC, dengan bermodal Marklin track type C, seluruh jalur track sudah tersambung dengan tepat.

d11 d16 d17 d46

Jalur AC pada geladak bawah untuk daerah basah juga tidak ketinggalan MbT memasang Arc bridge Marklin type khusus C track yang tersambung dan berdampingan dengan bridge type girder Marklin C track.

Untuk Arc bridge ini pada bagian pilar terpasang pilar Marklin yang terlihat cukup kokoh….MbT mujur mendapatkan produk Marklin untuk Arc bridge, girder bridge lengkap dengan pilarnya dari Holland dengan harga yang sangat fantastis murahnya.

d7 d13 d16 d18

Untuk jalur AC yang notabene merupakan jalur kereta Eropa…MbT berusaha membuat nuansa deorama lay outnya tetap menyatu dengan jalur DC yang Amrik tersebut.

Sebagai contoh pemasangan Arc Bridge merupakan aksen untuk menyatukan nuansa jalur atas dan bawah…sehingga sudut pandang camera nantinya tidak terganggu.

Pada jalur AC ini juga terdapat beberapa station dan yang besar merupakan produk Kibri yang terpampang tepat didepan Lay out untuk menampilkan kegagahan arsitek Germany.

To be continued

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: