menggelar jalur susun juga tidak mudah..

Setelah berjalan beberapa minggu menggelar jalur baru ternyata terbukti tidak mudah pelaksanaannya, jalur untuk DC memang merupakan jalur yang akan MbT gelar diatas jalur AC…dengan memanfaatkan celah ruang yang ada maka jalur DC pun digelar.

Sengaja jalur DC terletak diatas jalur AC supaya rangkaian kereta DC dengan mayoritas armada Union Pacific tetap terlihat secara menyeluruh…namun tetap harus memikirkan rangkaian kereta AC tetap dapat terlihat walau sesekali terhalang dibawah jalur DC.

d1 d4 d5 d6

Konsep awal untuk jalur DC ini mirip dengan jalur AC dibawahnya yaitu membuat track dengan curve minimum 24″ untuk kebutuhan lintasan rangkaian kereta api dengan gerbong penumpang yang memiliki fisik cukup panjang (disyaratkan oleh pabrikan minimum curve 24″)

Kalau melihat kondisi lokasi meja yang ada di area mini LO MbT memang sangat sulit untuk menerapkannya…sehingga terpaksa harus memperlebar bagian meja didaerah putaran/curve sebelah kanan station dan sebelah kiri station.

Sebelah kanan station AC setelah dicoba dengan menggelar putaran dengan minimum curve 24″ maka untuk curve sejalur sebelah luar harus mengambil yang 26″…MbT tidak mungkin menggunakan yang curve 22″ karena tidak akan dapat dilalui oleh gerbong penumpang tersebut…alhasil meja track tidak cukup lebar sehingga harus disiasati membangung bridge/meja jembatan yang melompat ke meja lurus melintas sebagian diatas station AC (lihat foto) sehingga lingkaran tidak perlu penuh…cukup setengah lingkaran saja untuk mencapai bridge tersebut.

d2 d3 d12 d13

Masalah kedua adalah dimana memposisikan station untuk jalur DC ini…bagian meja yang lurus merupakan daerah station AC sehingga kalau jalur DC terletak diatasnya maka station AC akan tertutup/terhalang… mengingat kondisi ini untuk station DC terpaksa diletakkan diatas bridge…walau tidak panjang dan tidak lebar daerah station ini sudah cukup untuk perencanaan penempatan 3 jalur + station + jalan mobil didepan station.

Pada daerah station ini MbT sengaja membuat jalur sedikit rumit dengan menempatkan double cross track yang sangat menarik untuk dilihat dan dimanfaatkan…double cross ini merupakan gabungan dari 4 buah Turn Out…konon double cross track ini dibuat oleh Shinohara yang cukup kondang….dan track yang digunakan MbT yaitu tetap code 83 merupakan produk Roco dan sebagian produk Atlas.

d8 d16 d17 d18

Setelah bagian curve kanan selesai dan aman maka jalur dilanjutkan berputar kearah kiri dengan mipir tembok ruangan, konsep ini mengakibatkan jalur track AC dibawahnya selalu pada posisi didalam tunnel dibawah jalur DC…sehingga harus disiasati untuk mempersiapkan saat pemeliharaan.

Jalur DC yang terdiri dari 2 jalur pada bagian lurus sepanjang hampir 5 meter dibuat berbeda ketinggian.

Kembali ke curve sebelah kanan MbT mendapat keuntungan yaitu terdapat ruang inspeksi antara bridge dengan meja…dan tempat ini sangat baik untuk posisi pengambilan gambar kesegala arah terutama untuk mengambil gambar sebelah dalam bridge pada sisi depan station DC dan mengambil posisi jalur lurus station AC.

Pada bagian putaran sebelah kanan MbT sengaja memberikan area untuk mendirikan bangunan industri seperti pabrik gandum dan pergudangan.

d24 d9 d10 d11

…melanjutkan jalur lurus dari putaran curve kanan yang mipir tembok…MbT membedakan ketinggian jalur tersebut, untuk posisi jalur yang disebelah tembok…MbT membuat elevasi sekitar 3cm dengan menggunakan alas terbuat dari stereofoam…hasilnya kereta pada bagian bagian luar apabila berpapasan dengan kereta pada jalur yang didalam tetap terlihat karena posisi lebih tinggi….elevasi menaik ini hanya terdapat pada area tepi dinding saja.

Dengan mengikuti jalur ini sampailah kita ke arah putaran sebelah kiri station ….MbT membuat beberapa loncatan …pertama setelah bridge terdapat kurva yang langsung loncat menyeberang diatas track lurus station AC sehingga pada tepi sebelah dinding terdapat sementara 5 jalur DC dan pada ujung kiri berpisah kembali menjadi masing2 2 jalur DC.

Pada sisi didepan jendela ruangan sudah terdapat jembatan jalur AC maka untuk menyesuaikan suasana basah didaerah tersebut maka jalur DC diatasnya juga beberapa kali melompat track AC dengan melewati beberapa jembatan….dan jembatan didaerah ini sengaja beberapa dipilih menggunakan jembatan Arched Bridge buatan Marklin dari sudut tertentu tetap mendapatkan nuansa yang jembatan Eropa. Pada pojok sebelah kiri terdapat dataran yang nantinya diisi dengan bukit terjal karang sehingga jalur AC dan DC akan melalui sebuah tunnel.

d14 d15d28 d20

Selanjutnya terus bergerak kearah kiri yang disana terdapat putaran curve kembali ke arah station…sedikit perbedaan kalau curve arah putar sebelah kanan station memiliki nuansa indutri dan urban, maka untuk curve putaran sebelah kiri ini dibuat dengan nuansa perbukitan dengan  didaerah tersebut akan terdapat area tambang batu bara dan bebatuan.

Daerah ini dibuat dengan dataran yang agak luas selebar setengah area curve yang memiliki radius track 24″ dan 26″…sebagian memang menutup jalur AC dibawahnya namun pada bagian curve AC dibuat terbuka dibagian atasnya sehingga MbT dapat melihat rangkaian kereta AC dari bagian atas…kereta melaju seolah diantara dua tebing terjal.

d23 d25 d26 d27

Masalah curve 24″ dan 26″ kembali terjadi saat akan membuat arah balik dari daerah perbukitan ini…berdasarkan track plan masih memungkinkan namun setelah digelar ternyata jalur keluar dari posisi meja sehingga terpaksa harus dibuat posisi overhang seolah jalur melewati sebuah viaduct.

Jalur kembali kearah station penuh dengan curve bahkan chicken dan jembatan sehingga diharapkan saat test tidak terjadi derail…perlu dicatat bahwa secara keseluruhan track DC ini dapat dikatakan datar dan memiliki curve serta sudut Turn Out yang aman. Jalur DC dari arah kiri station masuk dengan melewati gabungan sebuah Turn Out dan sebuah double slip track produk Roco landai sehingga 2 jalur DC pecah menjadi 3 jalur mengarah ke station.

Sebelum masuk ke station dari sebelah kiri jalur melintas sebuah jalan raya …MbT mencoba menempatkan crossing lengkap dengan palang dan lampu warning berfungsi untuk 3 jalur track, untuk ini MbT mempercayakan pada produk MTH.

d29 d30 d31d32

Terkait dengan lahan yang terbatas MbT tidak dapat memasang turntable untuk memutar arah loko, dan timbul ide untuk membuat loop track….MbT mencoba membuat loop track pada lahan putaran sebelah kiri dengan mengambil cabang dari jalur kekiri menggunakan sebuah curve turn out.

Loop track dibuat melingkar dengan radius 22″ produk Roco karena harus bertempat didalam jalur putar yang sudah mempunyai curve 24″…sehingga pada jalur putar sebelah kiri terlihat track berjajar 3 jalur termasuk 1 jalur merupakan looping track.

Prinsip loop track adalah mengatur polarity pada jalur sehingga tidak terjadi short dan loko tetap dapat berjalan dan dikontrol menggunakan kontroler. Untuk ini karena system kontrol menggunakan Digitrax Super Chief maka MbT juga memasang booster sekaligus loop track control juga produk Digirax.

d33 d34d35 d36

Setelah membahas mengenai jalur DC… kita mengetahui material yang digunakan alias track nya sendiri bagaimana…MbT menggelar track DC menggunakan code 83 untuk mendekati realita tinggi track…walaupun harus hati2 terhadap roda pada loko tertentu yang tidak kompetibel dengan code 83.

Berdasarkan daftar belanja track….hal ini yang paling menarik, karena MbT untuk membangun mini Layout AC/DC sudah terencana sejak 5 tahun lalu..alhasil hampir 90% material sudah tersimpan dalam box menumpuk  digudang…antara lain tertera merk Roco untuk flex track, curve track R5 R6 R9 R10 dan juga Turn Out besar serta double slip nya, selain itu MbT juga menggunakan beberap flex track produk Atlas dan double cross serta bridge track merk Shinohara. Crossing gate MbT memilih menggunakan produk MTH yang dapat berfungsi untuk 4 jalur dengan sistim automatic buka tutup.

Perlengkapan lain yang sudah dicicil sejak awal adalah beberpa jenis jembatan termasuk jembatan double track buatan Cornerstone, jembatan single buatan Rix serta girder bridge berlogo Union Pacific produksi Atlas.

Secara keseluruhan MbT bersyukur karena pembuatan jalur DC 2 track termasuk lancar…tinggal 2 pekerjaan lanjutan yaitu pertama penempatan structure dan bangunan yang sesuai dengan jalan mobil dan kedua adalah pemasangan figure….kedua item ini MbT juga sudah merancang untuk mulai belanja sejak 5 tahun lalu… dan saat itu kurs USD sekitar 8rb an.

d37

Selanjutnya pada posting yang akan datang MbT akan membahas betapa sulitnya mengatur deorama berdasarkan material yang sudah tersedia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: