Mikado merupakan loko Steam UP yang pernah beroperasi di Indonesia

Siapa yang tidak kenal dengan loko Steam Mikado…..loko ini pernah malang melintang sebagai kuda kerja khususnya armada Freight locomotive Union Pacific pada era 1920 – 1945

Bahkan konon loko yang mempunyai konfigurasi roda 2 – 8 – 2 ini telah dibuat oleh pabriknya ribuan unit dan beroperasi di North America hingga 9500 unit lebih…belum lagi milik Canadian yang  jumlahnya ratusan unit

Khusus UP termasuk anak perusahaannya waktu itu telah memesan hingga 362 unit “Mikado” locomotives , pembelian terbagi melalui pabrik raksasa Baldwin Locomotive Works 263 unit dan , 74 unit dipesan melalui pabrik American Locomotive Company serta ada juga yang dipesan melalui pabrik kereta api Lima Locomotive Works sejumlah 25 unit.

Lokomotiv ini memang terbukti handal dengan ukuran yang tidak besar, memang belakangan karena kebutuhan maka UP memerlukan lokomotive yang lebih besar karena diperlukan untuk jalan menanjak didaerah pegunungan….selanjutnya keluar type konfigurasi roda 4-8-4 kemudian Challenger 4-6-6-4 dan terakhir loko steam raksasa Big Boy 4-8-8-4.

Selanjutnya ditahun 1911 sejarah juga mencatat bahwa para engineer UP mengusulkan untuk memesan “Mikado” dengan ukuran roda penggerak lebih besar dengan roda berdiameter 63″ dan cylinder juga lebih besar menjadi diameter 26″”x 28″ dan dinamakan Mikado 2-8-2s .  Lokomotive ini disebut dengan class MK-3 dan digunakan oleh UP dengan road number 2200 hingga 2209.

Mikado ini akhirnya menjadi standar bagi UP untuk pembelian 172 unit “Mikados” dengan dilengkapi roda penggerak berdiameter 63″ yang menggelinding diseluruh jalur track Union Pacific.

Sejarah memang menarik…..saat ini terdapat 4 unit  2-8-2 “Mikado” milik Union Pacific yang masih bertahan, keempat Mikado tersebut bernomor 2005, 2295, 2537 dan 2564. Road Number 2005 Class MK-1 buatan Baldwin tahun 1911 yang beroperasi hingga tahun 1950 dan sekarang sudah di pajang di taman Ross Park in Pocatello, ID. Untuk road Number 2295 yang dibuat oleh ALCO pada tahun 1918 yang juga pensiun beroperasi tahun 1950 juga dapat dilihat saat ini di depot  Boise di  Boise, ID. Loko dengan road number 2537 dipajang di Jefferson Park di Walla Walla, WA dan yang road number 2564  Class MK-10 dipajang di Orange Empire Railway Museum di Perris, CA.

Si Mikado apakah pernah hadir di negara kita ini …..eh jangan salah setelah merdeka tahun ’45 perusahaan kereta api DKA (Djawatan Kereta Api) pernah membeli 100 unit baru loko uap seri Mikado dengan konfigurasi roda 2-8-2 dari pabrik Krupp Jerman dengan type D52 yang merupakan loko Uap termodern saat itu di Indonesia…dengan sosok yang kokoh dan besar serta sudah dilengkapi dengan lampu listrik…..loko Uap ini mirip dengan loko Uap di Jerman kelas 4.

Loko Mikado milik DKA di jalur pulo Jawa menarik rangkaian gerbong penumpang walau terkadang juga dapat menarik rangkaian gerbong barang….loko ini sangat digemari masyarakat kita lantaran mengangkut penumpang keseluruh kepenjuru….termasuk jalur pendek Kertosono – Madiun….dan Mikado D52 ini beroperasi sampe akhir hayat era loko steam di p Jawa yang selanjutnya diganti dengan type Diesel.

Ternyata sejarah lokon type Mikado di Indonesia juga panjang yaitu dengan beroperasinya Mikado diluar Jawa yaitu di Sumatra …..loko ini menarik rangkaian gerbong barang terutama menarik rangkaian gerbong Batu bara dari tambang batubara Tanjung Enim yang sekarang milik PT Bukit Asam , loko Mikado type D-52 ini membawa dan membongkar muatan di stock pile di Kertapati dan Tarahan.

Mikado D52 milik DKA ini merupakan jenis pembakaran dengan batu bara, namun dipertengahan tahun 1956 sekitar 28 unit telah dirobah menjadi sistim pembakaran dengan minyak (oil fired boiler) , meliputi ruad numbers D52002 hingga  D52029, dan konversi tersebut selama 5 tahun dilakukan di balai yasa Kereta api Madiun.

Para penggemar MIKADO sekarang masih dapat menikmati peninggalan tersebut, kalau tidak salah 1 unit type Mikado yang dulu pernah beroperasi di Indonesia saat ini dipajang di Taman Mini Indonesia Indah …yang ini ex road number D52099 merupakan peninggalan dari 100 unit yang pernah ada di Indonesia……

Kereen juga ya Mikado…selanjutnya para pabrikan Kamod berlomba lomba untuk mengaktualisasikan Mikado di skala HO….tak heran  kalau pabrikan Kamod seperti Marklin, Trix dan terakhir BLI dengan kelas Paragon2 nya melansir produk Mikado yang legendaris tersebut.

Hasilnya…sebuah loko steam yang ukuranya secara fisik relatif tidak besar dan terkesan lucu, namun dengan warna hitam kelamnya loko MIKADO masih terlihat garang. BLI Paragon2 melansir beberapa road name dan road number…dan yang milik armada UP BLI Paragon2 melansir dengan road number #2485

MIKADO lansiran BLI Paragon2 ini  memang sudah ditunggu-tunggu para penggemar Kamod coz dijanjikan produksi ini dipenuhi dengan fitur2 yang cukup banyak diantaranya macros yang merupakan fitur yang dapat membantu pengoperasian loko skala 1:87 ini secara automatic, fitur ini merupakan unggulan BLI Paragon2 yang membedakan dengan produk lain.

DCC sound yang dikemas merupakan kualitas mutakhir yang menghasilkan suara dengan volume yang membahana…..sayang pada volume besar speaker yang terpasang di tender menyebabkan noise getaran pada body yang terbuat dari ABS yang berkualitas.

Pada kesempatan ini MbT mensimulasikan MIKADO dengan menarik rangkaian gerbong batubara………..dan istimewanya bahwa gerbong2 tersebut juga merupakan produk kelas premier dari BLI. Memang produk BLI yang satu ini sangat langka, hanya dikeluarkan 6 unit dengan road number yang berbeda dan boleh dikatakan merupakan one time series (pinjam istilah Marklin).

Gerbong batu bara ini memiliki ukuran yang tidak besar….cukup 40′ dan BLI menyuguhkan box nya terbuat dari plastic transparan…sehingga produk ini terkesan mewah….entah kenapa produk ini tidak banyak diproduksi…dalam kurun 7 tahun belakangan ini BLI hanya memproduksi 2 jenis item yaitu pertama cattle box car dan yang kedua ya gerbong batu bara ini.

Detail yang disuguhkan memang sedikit berbeda, paku keling yang merupakan alat penyambung las jaman dulu sebelum ada sistim welding terlihat jelas dan sangat matching dengan paku keling yang terlihat pada loko MIKADO.

Dengan warna merah dan detail batu bara yang sangat baik ditambah mekanisme roda dan kopler yang akurat…dan tentu saja menggendong label Union Pacific warna kuning yang tertulis dengan tegas walau tidak besar …..

Detail2 yang menarik tersebut membuat produk kelas premier ini dijual BLI dengan bandrol yang memang lebih tinggi dari kelas yang lainnya.

Rangkaian tersebut dengan indah dapat meliuk lancar pada curve 22″ tanpa masalah, itu sebabnya MbT mengkoleksi sebagai loko uap jenis kecil.

Bicara soal detail…..wuiss ternyata loko MIKADO yang relatif kecil dengan konfigurasi roda 2-8-2 tersebut memiliki detail yang lumayan banyak, perhatikan saja paku keling dibody terlihat dengan jelas, pipa2 steam juga cukup lengkap…dan yang menarik engkol torak pada roda yang terbuat dari metal merupakan daya tarik khusus loko steam.

Loko sudah dilengkapi lampu warm color yang maitenance free dibagian depan, lampu cabin, namun loko Mikado ini sesuai prototype tidak dilengkapi dengan lampu bantu belakang.

Tender yang merupakan pembawa batubara…merupakan daya tarik karena batubara terlihat dibagian atas yang terbuka. Bagian cabin yang sudah dilengkapi figure masinis pada bagian atasnya terdapat jendela/lobang peranginan. Selain itu untuk menghubungkan loko dan tender para penggemar Kamod harus extra hati2 untuk memasukkan soket electronicnya.

MIKADO 2-8-2 buatan BLI Paragon2 pasangan dengan gerbong batu bara juga buatan BLI merupakan pemandangan yang menarik diatas mini LO MbT. Gerbong batubara merupakan lansiran tahun 2007 sedangkan MIKADO Paragon2 merupakan produk BLI lansiran 2012.

Membuktikan bahwa pabrikan BLI masih serius memproduksi Kamod dari amada Union Pacific , kualitas yang terus meningkat dengan teknologi DCC mutakhir merupakan tawaran menarik bagi para penggemar Kamod dunia ataupun di negri kita ini.

Terdapat kekurangan yang cukup penting yaitu loko MIKADO belum dilengkapi dengan smoke system, sehingga MIKADO buatan BLI ini walau sangat menarik akhirnya menjadi  biasa saja.

Secara keseluruhan lumayan mantablah loko ini untuk dijadikan koleksi…dengan harga yang fair…tentunya kalau dibandingkan dengan produk Marklin atau Trix. MbT merekomendasikan untuk dijadikan koleksi apabila belum memilikinya.

One Response to Mikado merupakan loko Steam UP yang pernah beroperasi di Indonesia

  1. maba says:

    Om MbT, sepertinya selain di Taman Mini loko Mikado jg ada di museum KA di Ambarawa Jawa Tengah, mirip sekali dengan loko kereta wisata yg digunakan di ambarawa, kalau disana bahan bakarnya menggunakan kayu.
    Salam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: