UP Loko lawas masih mempesona..

 

Untuk menandai jenis loko lawas memang sangat mudah yaitu dengan menempatkan jenis loko Uap yang memang pernah malang melintang di Era jadul tersebut…pada posting kali ini membuktikan bahwa “loko lawas masih mempesona”  memang benar adanya.

MbT sengaja menampilkan rajanya loko lawas ..siapa lagi kalau bukan si Gambot Big Boy, loko uap yang satu ini pasti sudah dikenal oleh penggemar kereta model diseluruh planet bumi ini..baik yang aliran DC ataupun AC….hal ini membuktikan bahwa kharisma loko Uap tidak ada matinya sampai dengan saat ini.

Loko lawas jenis uap ini dilihat dari sudut manapun tetap  menawan, dilihat dari jauh ataupun close up juga sangat mengesankan. Loko uap memiliki bentuk specific yaitu dengan adanya steam drum berbentuk silinder dibagian depan, juga memiliki ciri khas yaitu menggunakan bahan bakar batu bara atau belakangan dikonfersi dengan bahan bakar minyak……dan jangan ditanya ternyata kecepatanya bisa hingga 100km/jam yang dihasilkan dari traksi roda berkonfigurasi 4-8-8-4 yang merupakan jenis artikulasi terbesar dari pabrikan Alco ini.

Loko yang kebanyakan berwarna hitam kelam ini…atau ada beberapa yang berwarna abu2 dan di Eropa ada yang pernah berwarna biru dan hijau…..memiliki wajah yang garang..apalagi dikombinasikan dengan suara khas loko steam yang sangat legendaris tersebut. Bravo Steam Loco, cintailah loko lawas alias steam loko!

Loko lawas jenis lain yaitu setelah dikenalnya mesin Diesel, MbT menampilkan …kalau tadi merupakan loko lawas steam terbesar Big Boy milik armada Union Pacific…maka untuk jenis Diesel diwakili loko Diesel terkecil milik armada Union Pacific juga yaitu dari jenis  H-16-44

Diesel kecil warna kuning ini hadir di mini LO MbT dengan warna yang mencolok…Kuning armour kombinasi strip merah, pada lambung sampingnya tertulis moto “The Streamliners”. Karena sosok yang cukup kecil sehingga kalau papasan dengan si Big Boy nyaris tertutup….maklum besarnya cuma seukuran gerbong 50′

Loko jenis Diesel H-16-44 ini MbT golongkan jenis loko lawas lantaran beredar pertama disekitar tahun ’40 an, loko Diesel yang memiliki konfigurasi roda B-B sering digunakan untuk switcher didaerah industri. Loko yang memiliki nama lengkap Fairbanks-Morse H16-44 ini merupakan Diesel yang sangat unik dengan memiliki Diesel 8 cilynder yang toraknya bergerak berlawanan, merupakan jenis mesin Diesel yang dipakai pada mesin Kapal Selam era perang Dunia II.

Untuk lebih meyakinkan bahwa loko lawas dan nuansa lawas masih mempesona, MbT merangkaikan loko-loko tersebut diatas dengan jenis gerbong lawas pula. Si Gambot Big Boy menarik rangkaian box car 40′ warna merah milik Union Pacific yang tetap tidak membosankan…dan The Fairbanks-Morse H16-44 menarik gerbong tanki minyak 40′ yang juga merupakan gerbong jenis lawas miliki armada Union Pacific.

Selain itu dapat kita nikmati juga jenis mobil yang lagi stop dekat crossing gate…….jenis station wagon legendaris milik orang lawas waktu itu yaitu Ford Squire Wagon 1953 yang sangat “biutiful”……btw kalau jenis Ford ini masih ada saat ini pasti banyak yang naksir..dan model mobil ini merupakan hasil buruan dari negeri paman Obama

Tentu saja kalau VW kodog jadul warna kuning jadul sudah tidak asing lagi bagi para pengunjung blog MbT….lengkap dengan cameraman yang selalu mengabadikan setiap tayangan yang muncul tanpa kenal lelah memanggul camera video type jadul (maklum belum ada handycam)…..nah makin membuktikan bahwa era jadul masih mempeona.

Union Pacific Big Boy dengan road number #4023 yang merupakan koleksi lama yang MbT sengaja keluarkan dari box penyimpanan…..Union Pacific Big Boy #4023 ini merupakan produk one time series (pinjam istilah pabrik Marklin) yang dikeluarkan oleh BLI dengan kelas Blue Line nya yang dilansir tahun 2007 an…dan mujur MbT masih menyimpannya.

Loko lawas ini setelah digelar perlu disambungkan dulu antara loko/bagian depan dan tender/bagian belakang yang tidak simple layaknya produk MTH yang tinggal snap in saja, namun para modeler harus membuka bagian tender untuk memasang soket antar kedua unit tersebut……perlu diingat juga bahwa seluruh produk Blue LIne merupakan DC sound ready artinya modeler perlu mencangkokkan terlebih dahulu sebuah Decoder yang sesuai…..tapi tdk masalah dan setelah tersambung….huhh! performanya bukan main, hebat dan top markotop.

Sound system yang dihasilkan merupakan kualitas prima dengan volume yang bukan main….merupakan sound system yang menghasilkan desible terbesar diantara suara Big Boy dari produk lain. Juga power yang dihasilkan sangat akurat sehingga dapat mengontrol laju si Gambot Big Boy ini secara perlahan baik maju ataupun mundur.

Lighting system merupakan standar yang memuaskan walau sayang number board tidak dilengkapi iluminasi layaknya produk Big Boy yang lain. Selebihnya bisa diacungkan dua jempol.

Big Boy buatan BLI Blue Line ini terbuat dari material die cast metal sehingga memiliki bobot yang lumayan sehingga cukup mantap untuk menarik beberapa puluh rangkaian gerbong. Tidak banyak pabrikan model railroad yang memproduksi Big Boy dengan material die cast /metal….antara lain dapat kita catat yaitu produk PCM yang telah dilansir sebelum produk Blue Line ini keluar, dan yang terakhir adlah produk dari MTH yang menggebrak dengan Proto sound 3.0 nya lengkap dengan Proto Smoke nya…tentu saja ada juga produk kawakan buatan pabrik Jerman yaitu buatan MARKLIN dan TRIX yang sudah tidak asing lagi.

Tidak lengkap rasanya kalau menampilkan loko lawas tanpa dibarengi rangkaian gerbong yang juga merupakan koleksi lawas. Gerbong warna merah bata atau disebut juga dengan warna red oxid ini memang menjadi pasangan dari loko lawas gambot Big Boy, tepatnya saat Marklin dan Trix merilis Big Boy pada era tahun 2005 bersamaan merilis jenis box car tersebut bahkan dengan set berjumlah 20 unit.

Sudah cukup lama MbT mengkoleksi gerbong ini yang merupakan produk Trix karena memang untuk kebutuhan LO DC, …… MbT mendapatkan koleksi ini melalui seorang rekan yang sangat maniak juga dengan armada UP…dan memang produk ini merupakan produk lawas yang layak dijadikan koleksi, bukan saja rangkaian gerbong ini buatan Jerman namun memang sangat menarik dan sesuai dengan prototype nya. Beberapa gerbong menggunakan moto “Be Specific Ship UNION PACIFIC” 

Gerbong dengan single door  ( TRIX ) dan double door ( MARKLIN ) yang dapat dibuka secara sliding ini merupakan satu-satunya gerbong model dengan mengusung armada UP yang dilengkapi single door yang dapat beroperasi sliding…sehingga tentu saja sangat menarik dan membuat MbT kesengsem sejak saat itu.

Kalau kita tilik detail dari loko lawas Big Boy ini, kita tentunya sepakat kalau loko steam lawas memiliki pernik yang cukup banyak, sehingga detail tersebut kalau kita perhatikan merupakan daya tarik tersendiri yang masih mempesona.

Kita mulai saja dari bagian depan yang terlihat adalah steam drum gambot lengkap dengan piping system yang terbuat dari brass, juga pipa – pipa condensor yang terletak pada platform depan dibuat detail sehingga harus extra hati2 dalam menghandle. Pada bagian atas dram terdapat  bell, relief valve , horn dan cerobong asap jenis tandem yang memuntahkan asap tebal…..disamping depan terlihat juga number board yang menunjukkan road number dari si gambot #4023.

Jenis lampu yang terpasang pada loko jenis steam memang terlihat unik ……head lamp yang hanya terlihat seperti silinder dan marker light yang terlihat seperti kristal tepasang pada ujung samping atas dan belakang yang terpasang pada tender.

Pada bagian cabin merupakan bagian yang selalu dipromosikan oleh pabrikan kereta model, contoh untuk jenis Big Boy ini didalam kabin terlihat pernik instrumen dari instalasi mesin uap yang pembakaranya menggunakan batu bara. Untuk loko buatan BLI ini sudah dilengkapi dengan sepasang figur masinis dan juru api  serta cabin bagian atas terdapat bukaan untuk sirkulasi udara. Pada bagian sisi kiri dan kanan terpasang jendela kaca yang unik (pada jenis Big Boy generasi awal belum dilengkapi dengan jendela kaca). Selain itu Big Boy produk BLI ini dilengkapi dengan cabin light yang dapat menyala bersamaan dengan marker light dengan mengaktifkan fungsi F5.

Karena sosok yang gambot dan warna hitam dengan kombinasi sedikit warna silver dibagian depan steam drum maka kelihatan loko ini berjalan sangat gagah dan mempesona….ini satu bukti bahwa UP loko lawas masih mempesona.

Big Boy memang belum ada yang menandingi, memang ada jenis loko lawas lain yang juga mempesona seperti the Challanger juga milik UP, Cab Forward milik Southern Pacific ataupun jenis Alegheny……beberapa loko lawas memang menjadi legendaris  hingga kini tersimpan didalam museum kereta api, bahkan ada jenis loko yang mengalami restorasi untuk dapat dijalankan normal pada era sekarang…..contohnya jenis Challenger di Amrik dengan #3985 dan jenis BR 01 dinegeri Jerman, keduanya menjadi objek pariwisata yang sangat laku.

Loko Big Boy tersebut menarik serangkaian box car lawas…dan yang lebih mempesona adalah pada bagian buntut rangkaian bertengger sebuah cabose jenis Cupola cabose..dan pada posting kali ini yang hadir cabose lawas dengan warna red oxide atau berwarna merah dengan tulisan UNION PACIFIC  berwarna putih……

Gerbong jenis Cabose lawas ini bukan sembarang cabose….kenapa karena caboose warna merah ini merupakan cabose lawas yang sangat mempesona buatan pabrik terkenal MARKLIN yang baru dirilis tahun 2010 dan mulai beredar dipasaran pada tahun 2011, tidak mudah untuk mendapatkanya karena gerbong caboose ini dirilis bersama set gerbong seri Amrik yang lain, artinya untuk mendapatkan satu cabose harus beli 10 set gerbong…..wah MbT pikir2 dulu dah (masalahnya gerbong yang laing tidak merupakan gerbong favorite)…..namun memang mujur tanpa disengaja ketemu salah satu seller di Jerman yang justru hanya menawarkan 1 unit cabose ini….yap tanpa tunggu lama langsung click!

Setelah rolling di mini LO MbT, makin diperhatikan ternyata makin mempesona….huh detailnya memang dibuat dengan kualitas prima, karena katagori jenis lawas maka cabose ini masih menggunakan konstruksi dengan sambungan paku keling….dan matching sekali setelah dipasangkan dengan si gambot Big Boy dan rangkaian box car (juga produk dari saudaranya MARKLIN yaitu TRIX buatan Jerman)

Detail yang terbuat dari bahan ABS kualitas top ditambah sistim roda yang terbuat dari metal yang dipolis merupakan ciri khas produk ini, apalagi setelah dicoba rolling diatas lintasan…..cabose ini seolah lari kencang mengejar seluruh rangkaian didepanya tanpa nafas yang terengah-engah.

Gerbog jenis cabose Union Pacific dengan #3763 ini ternyata karena posisinya yang selalu dibuntut maka menjadi sasaran empuk Paparazi MbT dan memang cabose yang dilengkapi dengan jendela kaca serta detail cerobong yang unik memiliki sifat fotogenic, perhatikan saja hasil jepretan Paparazi dengan menggunakan lensa makro menghasilkan object yang memang MEMPESONA.

Detail dari cabose ini yang berbeda dengan cabose sejenis yang lain adalah dari jumlah jendela samping pada lambung yang lebih banyak yaitu berjumlah 3 set jendela kaca besar, sedangkan untuk cabose sejenis produk pabrikan lain hanya memiliki 2 jendela besar atau satu jendela saja.

Kalau cerita soal cabose tentu ingat posting bulan lalu yang menampilkan dua cabose kembar type Bay vision cabose buatan Athearn…atau cabose yang lain jenis cupola dari armada Denver Rio Grande buatan Rapido, nah cabose buatan MARKLIN ini memiliki kestabilan dan kelancaran menggelinding yang sempurna, bobot dari cabose ini rupanya benar2 diperhitungkan dan tentunya dikombinasikan dengan sistim coupler khas MARKLIN yang versi Amrik, perfect lah!

Setelah kita memperhatikan beberapa gerbong yang ditarik oleh si gambot Big Boy…mari kita lihat apa sih yang ditarik loko Diesel mini legendaris  Fairbanks Morse…gerbong yang ditarik adala serangkaian gerbong tanki lawas ukuran panjang 40′ warna Hitam milik Union Pacific juga. Gerbong ini memang dibuat oleh pabrikan kereta model Athearn beberapa tahun lalu di tahun 2004, lumayan lawas dan memang populasinya sangat terbatas, Athearn memproduksi dalam bentuk set 6 unit….memang ditahun 2008 keluar lagi lansiran baru namun hanya 1 unit road number.

MbT mujur mnemukan produk ini dengan harga yang tidak mahal, dan beberapa tahun lalu seller yang menjual produk ini ternyata sudah bangkrut dan sudah tidak ada lagi…….yang penting gerbong tanki ini merupakan koleksi lawas yang masih mempesona….dengan warna hitam dan tulisan putih Union Pacific sudah cukup menandai bahwa gerbong ini milik armada raksasa UP.

Walaupun lawas jenis gerbong tanki ini dibuat oleh pabrikan athearn dengan kualitas yan baik, walau unitnya tidak besar tapi memiliki bobot yang mantab sehingga kestabilan saat meluncur yang ditopang metal wheel set sangat baik.

dan…diujung rankaian gerbong tanki tersebut dapat kita jumpai sebuah cupola cabose warna kuning armour yang menjadi ciri khas UP, sangat kontras perbedaan warna dari hitam ke kuning…membuat rangkaian loko lawas ini sungguh mempesona.

Pada era hingga tahun 70 an masih banyak dijumpai rangkaian gerbong kereta yang panjang pada ujung belakang diikuti sebuah gerbong cabose yang berfungsi untuk tinggal para shipper atau petugas yang selalu memantau kondisi rangkaian gerbong barang tersebut, era tersebut memang belun populernya penggunaan sistim komunikasi dengan radio ataupon telephone, sehingga informasi dan monitoring langsung dilakukan oleh personel yang mengikuti rangkaian tersebut dari satu station ke station lain dengan menggunakan caboose.

Caboose warna kuning ini kalau kita perhatikan dengan caboose warna merah pada ulasan diatas  sedikit memiliki perbedaan, terutama pada jumlah jendela kaca besarnya dan kepala cabose yang satu ini sedikit lebih lebar. Selain itu pihak Union Pacific menambahkan beberapa placard dan semboyan pada cabose ini.

Para penggemar kereta model terkadang mengkoleksi beberapa cabose yang memiliki semboyan atau moto yang berbeda-beda, karena pihak Athearn setiap merilis road number yang baru selalu diikuti dengan semboyan yang berbeda.

Detail yang dimiliki cabose buatan Athearn ini tidak perlu diragukan laigi, kombinasi warna kuning dan merah terlihat dominan di mini LO MbT, warna caboose ini sengaja disesuaikan dengan warna loko Fairbanks Morse yang berada diujung depan.

Pada dinding lambung cabose terpampang tulisan UNION PACIFIC  berwarna merah dan dibagian tengah cabose terpampanh huruf “P” yang menandakan bahwa  cabose ini dimiliki  oleh private para penumpang Union Pacific, “P” memiliki arti Passanger dari UP…..sedikit beda dengan di republik kita ini bahwa semua loko dan gerbong adalah milik pemerintah dibawah PT Kerata Api Indonesia…..

Body cabose yang terbuat dari plastic ABS  buatan pabrikan Athearn yang sangat bermutu ini memiliki bobot yang lebih ringan jika dibandingkan dengan cabose warna merah buatan MARKLIN, namun cabose kuning ini tetap  berjalan mantab dan stabil.

Fairbanks Morse buatan Atlas seri Master Silver ini memiliki mekanisme dan motor yang putaranya sangat halus, sehingga saat berjalan pada kecepatan skala 5 mile per jam nyaris tidak terdengar suaranya. Konfigurasi roda B-B yang kesemuanya merupakan power pickup seolah nempel seperti magnet pada track code 83 tersebut. Bobot yang berat memungkinkan menarik gerbong hingga belasan di track datar tanpa ada masalah.

Karena Master Silver buatan Atlas ini tidak dilengkapi dengan decoder suara, maka bersamaan rolling dengan Big Boy yang diposisikan mute untuk suaranya….keduanya bergerak lambat pada kecepatan rendah untuk memudahkan pengambilan foto guna menghindarkan blur akibat gerakan.

Bentuk Fairbanks Morse yang sangat sederhana tersebut membuat tidak banyak detail yang terlihat, cabin terletak dibagian belakan sehingga bagian depan loko ini diisi dengan kompartemen Diesel nya. Untuk lighting Atlas telah melengkapi loko ini dengan marker light, yang terlihat warna hijau dari depan dan warna merah dari belakang, marker light ini hanya menyala saat F2 diaktifkan.

Jenis Farbanks Morse yang sederhana ini tidak banyak diminati para penggemar kereta model….namun apabila kita mengetahui historinya pasti ingin untuk mengkoleksinya, loko ini tergolong loko lawas yang masih mempesona.

Pada akhir perjalanan dari si gambot Big Boy dengan rangkaian box car warna merah lengkap dengan cabose berwarna merah pula, berpapasan dengan Fairbanks Morse dengan menarik rangkaian gerbong tanki diakhiri buntut cabose warna kuning…dan tepat berhenti pada posisi bersebalahan antara kedua cabose tersebut…..yang keduanya  memang fotogenic.

MbT merekomendasikan bahwa apabila para penggemar kereta model memiliki koleksi lawas sebaiknya tetap dipertahankan minimal dua rangkaian komplit, pasti membuktikan bahwa “…UP loko lawas masih mempesona” benar adanya.

2 Responses to UP Loko lawas masih mempesona..

  1. maba says:

    wah wah… membaca & melihat tulisan yg baru ini mungkin ungkapan yang tepat buat om MbT yaitu ‘tua-tua keladi, makin tua makin jadi’, ups tp konotasi yg negatif ya, maksdunya pembahasan yg di tulis oleh om MbT benar-benar nyaman buat dipahami, selain itu di sempurnakan dengan keahlian lain om MbT dalam fotografer, dengan foto-foto makronya UP loko lawas jadi sangat mempesona…

    Congrats again om MbT, ditunggu ulasan dan jepretan selanjutnya🙂

    • muktiwibowo9 says:

      Thank you atas komennya, dalam waktu dekat InsyaAllah akan tayang postingan baru, semoga tetap dapat dinikmati, salam lokomotif!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: