Veranda #63 generasi kedua Gas Turbine

July 25, 2017

Setelah tampilnya loko Gas Turbine Electric (GTEL) di midi LO MbT yang merupakan loko Gas Turbine generasi pertama maka UNION PACIFIC melanjutkan mengoperasikan loko Gas Turbine generasi kedua yang sangat terkenal dengan nama “Veranda”. Loko Gas Turbine Veranda ini merupakan lokomotive yang diproduksi oleh pabrik ALCO.

Generasi kedua dari loko Gas Turbine atau selanjutnya disebut Veranda telah diproduksi pada tahun 1954…loko ini dibuat hingga belasan unit dan pihak pemesan yaitu UNION PACIFIC memberi nomor urut mulai #61 hingga #75….dan yang tampil saat ini adalah  Veranda  #63.


Union Pacific Heritage sudah menjadi vintage

June 11, 2017

Union Pacific pada tahun 2005 menambah armada EMD SD70ACe dengan melabur armada sesuai dengan armada yang telah diakuisisi termasuk dari armada Southern Pacific, Katy, Denver and Rio Grande Western, Chicago and Northern Western, Western Pacific, Missouri Pacific, loko Union Pacific heritage  menyandang road number sesuai dengan tahun saat mengakuisisi perusahan tersebut.

Desain yang unik pada lokomotive seri SD70 ini bahkan menerima penghargaan pada tahu 2011 sebagai best industrial design, corporate branding and graphic…..dan para penggemar Kamod pun gembira karena pabrikan kamod ternama MTH telah memproduksi seri ini lengkap dengan 6 unit loko Diesel seri EMD SD70ACe.

 

 

Note : Dalam tahap editing teks dan foto


Loko Gas Turbin

May 11, 2017

Setelah era BIG BOY menyusul era GAS TURBINE…loko yang satu ini merupakan loko dengan penggerak menggunakan GAS Turbine, tentu saja loko ini memerlukan bahan bakar minyak yang tidak sedikit…sehingga loko Gas Turbin ini memiliki ciri khas menarik tender berisi BBM….bahkan konsumsi bahan bakar untuk Gas Turbine sejumlah dua kali dari konsumsi bahan bakar untuk mesin Diesel.

Teknologi Gas Turbin sebetulnya saat itu bukan merupakan hal yang baru terutama sudah dikenal untuk penggerak propeler pesawat type Turboprop, penggerak kapal laut dan juga sebagai power plant. Loko jenis Gas Turbin sudah mulai diperkenalkan di era tahun 50an oleh pabrik kereta api ALCO bekerjasama dengan GE.  Pada loko jenis Turbin Gas ini, terpasang sebuah Turbin Gas yang output shaftnya akan menggerakkan sebuah alternator atau generator listrik.

Tenaga yang dihasilkan oleh loko Gas Turbin cukup besar bahkan dua kali dibanding loko Diesel era itu…..power sebesar 4,800HP memang tergolong besar sehingga mampu menarik rangkaian gerbong barang lebih banyak. Saat ini Gas Turbine telah hadir di midi LO MbT….beda dengan di Amrik sana bahwa loko jenis Gas Turbine -electric locomotive ini atau ada yang menyebut GTEL telah diproduksi dalam tiga generasi, generasi pertama sebanyak 10 unit dengan nomor punggung #51 hingga #60…..GTEL yang melaju di midi LO MbT adalah salah satu dari generasi pertama ini yaitu #59.

GTEL generasi pertama ini memiliki konfigurasi B+B-B+B sehingga kalau kita perhatikan loko ini seolah merupakan dua loko kecil yang memiliki konfigurasi roda B+B yang digabung….dan GTEL ini telah diproduksi pada rentang waktu antara 1952 sampai dengan 1961 dengan total unit untuk tiga generasi sampai 56 unit.

Tampak loko jenis GTEL ini memang gagah dan seram juga…walau telah dilabur dengan warna kuning dengan kombinasi atap abu-abu dan strip warna merah yang manis khas UNION PACIFIC masih terlihat sosok yang bongsornya…ditambah lagi dengan tender tempat bahan bakar dengan tulisan cukup besar UNION PACIFIC.

Tentu saja loko yang memiliki panjang total sekitar  25m ini kalau modelnya kita lihat berhenti didaerah station midi LO MbT sudah terlihat memenuhi panjang peron yang ada.

Loko GTEL ini dibuat dan dipesan oleh pihak UNION PACIFIC diperuntukkan untuk menarik rangkaian gerbong barang, jarak yang ditempuh cukup panjang dan dengan speed yang dapat mencapai 105 km perjam tentu saja konsumsi bahan bakarnya akan banyak….memang itu ciri khas mesin Turbin gas…alhasil harus siap dengan tanki fuel yang digandeng kemana-mana.

MbT membuat simulasi loko GTEL ini juga akan menarik rangkaian gerbong barang….terlihat loko GTEL sedang bermanuver langsir dari track luar akan masuk ke track dalam dengan berpindah melewati double cross turn out ukuran #10 yang memang ampuh untuk digunakan oleh loko yang memiliki fisik panjang.

Pada tender yang membawa bahan bakar terlihat lampu belakang yang cukup besar dan terang…lampu ini akan aktif menyala saat loko berjalan mundur…termasuk bersamaan menyalanya lampu belakang pada loko yang merupakan lampu kerja.

Pada saat loko melaksanakan langsir seperti ini MbT dapat menikmati detail nyalanya lampu belakang…selain itu pada tender terlihat coupler yang non remote…sementara pada loko dilengkapi dengan remote coupler yang menurut MbT justru yang diperlukan adalah coupler yang terdepat pada tender. Hal ini MbT mencoba saat membuka remote coupler loko bagian belakang memang coupler terbuka sempurna namun jangan lupa bahwa antara loko dan tender tedapat 2 kabel listrik untuk kebutuhan lampu tender dibelakang sehingga loko belum dapat terlepas dari rangkaian…

Rangkaian loko GTEL ini telah memasuki jalur track dalam yang merupakan simulasi akan mengambil rangkaian gerbong barang lebih dari 100 unit gerbong… Terlihat loko Gas Turbine ini bermanuver langsir maju mundur dekat dengan sebuah station yang saat itu terdapat banyak calon penumpang sehingga mereka berkesempatan melihat dengan jelas sosok bongsor loko GTEL ini.

Loko ini selain memiliki tenaga penggerak utama Gas Turbin…juga dilengkapi denga sebuah Diesel berukuran kecil yang sering disebut juga “Donkey” Diesel yang bermanfaat untuk kegiatan manuver seperti ini..sehingga lingkungan station tidak terganggu dengan bisingnya akibat suara Turbin dan juga dapat menghemat bahan bakar.

Kalu diperhatikan detail nya bagian dinding samping dari loko GTEL ini terdapat kisi-kisi yang berfungsi sebagai ventilasi udara ruang Turbin didalamnya, selain untuk kebutuhan udara turbin  juga diperlukan sebagai peranginan apabila ada orang masuk didalam, belakangan yaitu pada generasi ke 2 Gas Turbine Electric Locomotive desainya berobah yaitu pada daerah samping loko dibuat gangway untuk ornag jalan seperti suasana beranda, selain tidak panas juga mendapatkan udara segar langsun. Nick name dari GTEL generasi kedua ini adalah “VERANDA”.

Loko gas Turbin keluar dengan tiga generasi, yang pertama ini GTEL yang saat ini tampil di midi LO MbT, kemudian generasi kedua yaitu VERANDA yang nanti akan diulas tersendiri dan generasi ketiga adalah dikenal dengan sebutan BIG BLOW yang memiliki tiga rangkaian loko set. Model loko GTEL dan VERANDA telah sukses dibuat oleh pabrikan KAMOD berkualitas yaitu MTH….dan hebatnya model dibuat dengan material die cast ditambah electronic board Proto 3.0……sebelumnya jenis VERANDA pernah dibuat oleh LIONEL dan belakangan dengan body plastik ABS dibuat oleh Athearn.

Dibagian atas loko yang dilabur dengan warna harbour mist Grey atau abu2 terdapat banyak detail yang sesuai dengan kegunaan termasuk exhaust ducting untuk Turbin dan dibagian depan terdapat horn loko yang memiliki nada suara cukup keras. Pada tender bagian atas terdapat running board lengkap dengan railing pengaman, running board dan railing sangat berguna saat pengisian bahan bakar.

Loko GTEL produksi MTH ini juga dilengkapi dengan smoke system…dimana cairan smoke dimasukkan melalui lobang diatas atap yang sekaligus merupakan exhaust Turbin nya. Hembusan smoke dapat dikontrol secara digital dengan mengaktifkan fitur F9.

Semua kelebihan detail loko tersebut merupakan suguhan dari pabrik KAMOD berkualitas MTH, pabrikan ini telah memproduksi hampir semua loko2 UNION PACIFIC termasuk Big Boy, Challenger, Veranda dan GTEL. Loko legendaris produksi MTH tersebut materialnya terbuat dari die cast sehingga detail dapat tampil bagus dan realistis…bobot loko produk MTH ini juga lumayan.

MTH untuk mengimbangi produknya yang berkualitas kita ketahui dengan sukses telah mencangkokkan electronic board buatan PROTO Sound 3 yang sudah teruji, electronic system pada GTEL  memiliki fungsi untuk mengatur power, lighting, smoke, sound dan remote coupler….luar biasa hasilnya, para penggemar kereta model dapat menikmatinya dengan memanfaatkan fitur2 pada throttle control hingga 32 fitur.

Rangkaian loko GTEL sudah terlihat menarik 100 gerbong barang jenis box car yang pada simulasi di midi Lo MbT terlihat menarik hingga 30 gerbong barang dan melintas dijalur dalam atau jalur 2 didepan stasion. Loko GTEL yang merupakan kereta barang cepat ini tentu bukan merupakan kesulitan apabila menarik rangkaian gerbong barang di track yang mendatar.

Raungan mesin Turbin lumayan menggema dengan nada bising pertanda putaran tinggi turbin, sound ini sangat utuh di adobe oleh sound dari DCC system yang dipercayakan kepada Protosound 3.0….MbT mencoba rangkaian ini lari diatas track dalam midi LO MbT dan pada double crossing berpindah ke jalur luar.

Sedikit komentar pada Remote coupler yang populer dari MTH memang belum tertandingi oleh produk kamod Amrik yang lain, remote coupler memang sangat efektif saat digunakan untuk melepas sambungan antara loko dengan gerbong dibelakangnya, atau antara loko dengan loko saat berjalan consist…

Seperti MbT sebutkan diatas bahwa remote coupler untuk GTEL ini tidak cocok karena walau coupler sudah terbuka tetap saja tender masih belum lepas karena tertahan oleh 2 kabel elektronik, dan apabila memang MTH akan mengembangkan remote coupler maka lebih berfungsi kalau dipasang pada tender coupler yang belakang…sehingga berfungsi untuk melepas rangkaian gerbong.

Loko GTEL buatan MTH ini memang detailnya belum dapat lawan…diteliti dari bagian atas hingga bagian bawah seluruhnya telah disiapkan dan sesuai dengan blue print yang ada..yang membuat nilai nya plus plus lantaran material yang digunakan adalah die cast dan steel small wire untuk railing dan grab.

Bagian truck/boogi dari roda loko yang memiliki konfigurasi B+B+B+B juga boogi pada tender C+C terbuat dari metal yang dilabur warna bromith silver sesuai prototypenya. Pada loko GTEL seri lain ada yang berwarna abu2….untuk generasi kedua VERANDA juga dibuat dengan kualitas yang bagus khas MTH.

Simulasi loko GTEL pindah jalur merupakan atraksi yang ditunggu-tunggu dan cukup menarik karena bunyi klik klak klik klak roda B+B+B+B karena benturan dengan sambungan pada track double crossing lumayan menegangkan karena khawatir terjadi derail, namun GTEL produk MTH ini tetap maju lancar tanpa kendala.

Memang karena loko ini memiliki bobot yang cukup berat bunyi klik klak dengan track cukup keras…roda B+B+B+B yang merupakan gabungandari empat boogi digerakkan oleh motor yang terhubung dengan traksi pada kelompok roda BB pada bagian dalam…artinya group roda yang didepan dan belakang hanya merupakan pilot wheel saja.

Setelah pindah jalur….rangkaian yang ditarik GTEL ini meluncur kembali di jalur luar midi LO MbT dengan menikmati curve lebar pada setiap putaran dan melalui beberapa turnout lebar tanpa kendala. MbT telah mencoba GTEL ini pada berbagai jalur yang tersedia termasuk track yang memiliki elevasi menanjak dan menurun dengan hasil yang memuaskan dan ketika menaiki track menanjak MbT perlu menambah bukaan throttle untuk menambah tenaga.

Bagian depan loko GTEL ini terdapat head lamp yang tepat dipasang ditengah hidungnya, lampu ganda atas bawah menyala dengan salah satunya selalu menyala osilasi seolah berkedip memberikan isyaran bahwa loko ini bergerak maju kedepan, dan saat loko berjalan mundur kedua lampu ini secara otomatis tidak menyala. Selain itu didepan terdapat number board yang menyala sehingga road number #59 terlihat dengan jelas…dan diatas number board terdapat lampu pilot yang selalu menyala cukup terang. Lampu number board, lampu pilot dan lampu kabin dikontrol terpisah dengan lampu utama yaitu dengan mengaktifkan fitur F5.

Detail lain yang menarik pada bagian depan loko GTEL ini terlihat pintu masuk loko yang tepat terpasang ditengah, lengkap dengan hand grib kiri kanan dan handle pembuka pintu, untuk langsung masuk ke kabin juga terdapat pintu samping dikedua sisinya.

Perjalanan berlanjut kembali melingkar pada curve disebelah kanan midi LO MbT…sejajar dengan track luar terdapat road side yang dilalui beberpa truck besar termasuk terlihat truck Del Monte yang selalu wira wiri disekitar track midi LO MbT….merupakan kewajiban untuk para modelrailroader melengkapi roadside dengan berbagai pernik kendaraan termasuk rambu2 yang diperlukan…MbT selalu ingin mengupdate apabila ada kesempatan.

Loko GTEL pada track luar terlihat meluncur lebih kencang karena curve nya lebih lebar bervariasi antara 24″ dan 26″….curve ini memang disiapkan untuk gerbong kereta penumpang juga loko2 panjang seperti Big Boy, Veranda juga GTEL.

Setelah masuk curve lingkaran disusul dengan jalur yang menanjak…GTEL melanjutkan kejalur lurus dengan full speed 50m/hr bunyi Turbin meraung bising hasil produk MTH dengan Protosound nya. Untuk loko GTEL produk MTH ini MbT sangat merekomendasikan untuk dijadikan koleksi….dan type ini tidak akan lekang dengan waktu.

Pesaing dari GTEL ini adalah loko jenis VERANDA yang juga diproduksi oleh MTH…next MbT akan mengulas kehebatan VERANDA yang produksinya sudah mencapai batch ke IV….

 


Challenger dan Big Boy Union Pacific

April 30, 2017

Dua loko uap legendaris milik armada raksasa UNION PACIFIC selalu menjadi bahan perbincangan diantara penggemar kereta api dan kereta api model. Kedua loko uap tersebut siapa lagi kalau bukan the Challenger dan Big Boy, sangat legendaris karena memiliki sejarah panjang hingga saat ini.

Dimulai dengan hadirnya loko Uap Challenger Type, yang menggunakan konfigurasi roda dengan desain sistim artikulasi, menghasilkan traksi yang lebih baik dan halus saat melalui track menikung dengan curve terbatas, desain sistim konfigurasi roda artikulasi 4-6-6-4 merupakan kesuksesan pengembangan desain bagi loko uap ukuran besar.

Pihak Union Pacific yang mengoperasikan pertama Challenger ini merasa puas dengan tenaga yang dihasilkan Challenger hingga UP memesan loko Uap bongsor ini hingga lebih dari 100 units. Konon Challenger memiliki efisiensi yang tinggi jika dilihat dari tenaga yang dihasilkannya.

Hal ini diperlukan karena Challenger akan dioperasikan antara lain dimedan yang menanjak dan memiliki curve track terbatas, contohnya akan menempuh jalur Wahsatch Mountain Range didaerah Utah. Challenger sendiri dikembangkan dari hasil study sejak tahun 30′ an oleh Chief Mechanical Engineer Arthur H. Fetter dan Otto Jabelmann yang merupakan asisten Superintendent lokomotive UNION PACIFIC….hasilnya loko Challenger dibuat oleh pabrik ALCO juga BALDWIN hingga ratusan unit yang merupakan pesanan selain untuk UP juga Clinchfield; Delaware & Hudson; Denver & Rio Grande Western; Great Northern; Northern Pacific; GN and NP-controlled Spokane, Portland & Seattle; Western Maryland; and Western Pacific.

Sejarah loko Uap Raksasa seperti Challenger tidak berhenti bahkan armada UNION PACIFIC memerlukan lokomotive Uap yang lebih besar dari Challenger…maka para engineer UP terus bekerja keras hingga lahirnya sosok BIG BOY yang sangat legendaris.

BIG BOY yang pemberian namanya juga merupakan histori tersendiri…dimana di pabrik pembuat American Locomotive Worksbdi Amrik sana didapatkan bagian depan penutup silinder yang belum terpasang tertera tulisan “BIG BOY” dengan kapur yang tidak diketahui siapa penulisnya…dan inilah awal nama Big Boy yang sangat legendaris dan dikenal oleh para penggemarnya juga para Model Railroader.

Big Boy terlihat memasuki arena midi LO MbT….Big Boy yang merupakan produksi pabrik raksasa ALCO dibuat pada rentang waktu 1941 dan 1945 dengan jumlah 25 unit Big Boy yang diberi nomor #4000 hingga #4024. Loko Uap ini memiliki panjang total mencapai 40 meter dan beratnya loko ditambah tender mencapai 600 ton dengan perhitungan daya menghasilkan sekitar 7,000HP.

Dengan tenaga raksasa maka Big Boy dapat menarik rangkaian gerbong barang hingga seratus lebih menaiki bukit Sherman didaerah Wyoming, dan Big Boy dapat lari kencang dengan kecepatang hingga 120km lebih dijalan datar yang dihasilkan dari traksi roda yang memiliki konfigurasi 4-8-8-4.

Big Boy…hampir seluruh penggemar kereta model Amrik memiliki koleks Big Boy…termasuk MbT memelihara beberapa unit Big Boy. Nah sekarang ini dimana Big Boy yang sebenarnya berada…dari 25 unit BIG BOY ternyata masih  dapat diselamatkan fisiknya sebanyak 8 unit yang tersebar dibeberapa museum Kereta Api di Amrik….contohnya #4006 berada dimuseum Kansas City di Missouri, #4004 tersimpan di Cheyenne Holliday Park tidak jauh dari jalur Union Pacific…dan Big Boy #4005 ditempatkan dimuseum Transportasi di Denver, #4005 ini dapat dilihat oleh umum bahkan cab nya juga bisa dilihat yang seluruh instrumennya masih lengkap terpasang pada backhead silinder lengkap diberi label petunjuk….hebat! para railfan perlu diacungi jempol.

Yang menghebohkan adalah BIG BOY nomor #4014 yang sedang dilakukan restorasi, yang dimulai sejak persiapan tahun 2013 dan mulai ditarik dari museum tahun 4014 menuju bengkel UP di Cheyenne…RESTORASI dilakukan dengan rencana 5 tahun selesai dimulai tahun 2015 hingga 2019.

BIG BOY yang melaju dengan gagah terlihat memasuki area midi LO MbT, Big Boy #4016 merupakan model train berkualitas dan memiliki mutu prima buatan pabrik kamod MTH. Loko Uap ini brand new MbT pesan tahun 2015 dan baru sempat tahun ini dipublikasikan…yang rencananya sudah MbT publikasikan tahun 2016 lalu…#4016 tampil 2016 rencana demikian.

MTH merilis beberapa kali loko jenis Big Boy ini dan selalu laris manis…bahkan belum lama ini merilis dengan seri Signature nya yang bedanya loko Big Boy lengkap dengan weathered….juga laris manis. Harga untuk seri Signature lebih mahal USD 150…wouw.

Loko Uap BIG BOY ini memiliki detail yang sangat lengkap, body loko terbuat dari bahan metal yang berat sehingga di track midi LO MbT pun dapat menarik puluhan gerbong tanpa masalah… MbT pernah memiliki loko Big Boy buatan MTH ini sebanyak 3 unit sejak dikeluarkannya tahun 2009 dan Big Boy dengan road number #4016 ini merupakan koleksi yang masih wira wiri di midi LO MbT.

Detail yang disuguhkan oleh MTH sangat memuaskan…dan imbang dengan performance power dan electronicnya yang diwakili oleh Protosound 3.0. Fitur yang sangat lengkap termasuk percakapan antara masinis dan tower direkam dengan sangat profesional…sehingga para penggemar pasti berulangkali mendengarkan komunikasi sebelum loko start rolling.

Sesuai literatur bahwa cabin Big Boy ini dapat menampung 4 orang….membuktikan bahwa Big Boy cabin cukup luas…dan pada modelnya sudah terpasang dua figur masinis…hal ini membuat produk lebih realistis.

Pada cabin juga dilengkapi dengan kaca samping geser serta hatch diatas yang dapat dibuka tutup, kabin juga dipasang lampu yang dapat diaktifkan melalui tombol F5. Perlu diingat bahwa khas produk MTH sebelum start seluruh electronic perlu diaktifkan melalui tombol F3…sound…smoke…power akan sinkron active.

Pada midi LO MbT terlihat Big Boy melaju di jalur/track luar yang memiliki curve lebih dari 24″, sementara pada jalur dalam masih terlihat sosok Challenger yang mempesona dengan menarik rangkaian reefer box car milik Union Pacific/Southern Pacific…warna orange box car merupakan daya tarik yang tidak terlupakan.

Kedua loko uap raksasa ini berpapasan diarea station sehingga seluruh orang yang berada diperon station seolah melihat dua sosok foto model sedang lewat diatas catwalk…bentuk fisik besar mempesona memang tidak mudah dilupakan…ditambah raungan horn dari kedua loko yang bernada bass dan serak lantaran usia membuat jantung berdebar.

Secara fisik Big Boy memang lebih panjang dari Challenger termasuk tender yang berisi air  dan membawa batubara sebagai bahan bakar pemanas steam sebagai penggerak utama. Karena tenaga yang dihasilkan cukup besar mencapai 6,290 HP tentu saja ruang pembakaran harus luas dan heating surface nya mencapai 533m persegi…dan konon BIG BOY ini dapat lari kencang dengan kecepatan hingga 130 km/jam.

Namun pada model buatan MTH ini MbT berani mencoba dengan bukaan throttle hingga 80% yang menurut pembuat controller nya DIGITRAX di claim dapat ekivalen dengan speed 80mile/h. MbT mencoba pada track lurus saat loko Big Boy free running tanpa menarik beban…

Loko BIG BOY terus melaju tanpa berhenti didaerah station, dengan menarik beberapa puluh gerbong barang terlihat sangat gagah…gerbong jenis box car dan flat car yang juga milik armada UNION PACIFIC ini mengular dijalur curve saat nanjak pada elevasi tanpa kendala.

Track pada midi LO MbT ini sejak saat pembuatan memang diperuntukkan harus dapat mengakomodir laju loko bongsor BIG BOY ini…lengkap dengan curve lebar diatas 24″ dan Turn out besar #8 dan #10 sehingga Big Boy yang memiliki konvigurasi roda 4-8-8-4 dapat melaju bebas tanpa ragu.

Terlihat rangkaian loko Big Boy dan gerbong barang yang ditarik memasuki curve sebelah kanan midi LO MbT dan terus menajak yang selanjutnya akan memasuki track lurus…pada posisi ini MbT membuka throttle hingga 50% yang setara dengan 50mile/jam kecepatannya.

Loko BIG BOY memang disiapkan untuk menarik rangkaian gerbong dalam jumlah banyak menembus segala kondisi track segala musim, terlihat Big Boy melaju di midi LO MbT dengan menarik aneka gerbong barang yang memiliki ukuran sekitar 40’…beberapa flat car dan gondola memiliki panjang 50′

Sejak melintas didepan station…rangkaian BIG BOY ini sudah menjadi perhatian…termasuk aneka gerbong barang yang ditariknya juga menjadi tontonan unik…terdapat disana gerbong barang jenis box car yang sangat populer yaitu dengan warna merah dan bertuliskan semboyan2 dari UNION PACIFIC, gerbong barang jenis ini merupakan produk pabrikan kamod TRIX yang menyuguhkan kualitas nomor satu.

Terdapat pula jenis gerbong gondola yang juga milik armada UNION PACIFIC….gondola ini merupakan produk kamod Walthers yang juga merupakan pabrikan kamod terkenal dengan produk gerbong2 dengan detail dan kualitas yang baik.

Disamping jalur luar depan station sejajar terdapat jalan raya yang dilewati banyak kendaraan antara lain beberapa truk barang era tahun 40-50 an….selain truk pembawa Del Monte juga terlihat truk barang lain SECTOR yang berwarna merah…truk ini merupakan salah satu koleksi MbT terbaru buatan pabrik Mini Metal.

MbT juga merekomendasikan para penggemar kamod untuk jangan lupa mengkoleksi aneka kendaraan yang memiliki skala 1:87 dengan berbagai era sehingga cocok dengan nuansa kereta.

Pada ujung rangkaian gerbong yang ditarik loko BIG BOY an juga CHALLENGER terdapat caboose UP warna kuning…menandakan ujung akhir dari rangkaian gerbong barang yang berfungsi sebagai akomodasi dan office dari pengawal komoditi yang dibawa.

Caboose merupakan gerbong buntut yang memiliki bentuk khas…lucu dan fungsional, tidak ada salahnya kalau para kolektor dan penggemar kamod memiliki dan mengkoleksi beberapa Caboose.

Wide vision caboose merupakan jenis caboose yang sangat populer…pada era awal caboose ini dibuat dengan dinding samping terbuat dari kayu dan belakangan sudah dibuat dengan dinding metal….

Kembali mengenai BIG BOY…bahwa BB road number #4016 saat ini sudah tidak ada lagi bekasnya…dari 25 unit Big Boy yang telah dibuat…hanya 8 unit yang masih dapat diselamatkan dan sebagai penghuni museum dibeberapa negara bagian. Dengan hadirnya model #4016 pihak kamod mengejar dan memburu untuk dijadikan koleksi….MbT merekomendasikan untuk mengkoleksi BIG BOY #4016

 


Challenger dengan gerbong penumpang

March 31, 2017

Challenger yang satu ini tampil beda dengan warna abu-abu, Challenger yang merupakan loko uap milik armada Union Pacific merupakan sosok loko uap yang sangat terkenal dengan kemampuan tarik yang sangat besar bahkan mampu melewati daerah perbukitan dengan banyak track curve. Challenger abu2 ini menarik rangkaian gerbong penumpang Heavy weight metal.

Generasi ini merupakan hasil konversi penggunaan bahan bakar fuel oil sehingga pada tender sudah tidak terlihat lagi tumpukan batu bara yang juga terkesan lebih kotor…sehingga pada ruang bakarnyapun terdapat perubahan yaitu adanya instalasi oil fired sebagai pemanas ketel didepan.

Warna abu2 merupakan daya tarik tersendiri…apalagi ditambah dengan strip warna Putih memanjang loko uap Challenger ini. Seri ini juga memiliki perbedaan dibagian depan loko dengan dipasangnya sepasang Smoke Deflector….dengan adanya smoke deflector maka aliran uap dapat mengarah lebih keatas.

Untuk seri Challenger sebelumnya belum terdapat smoke deflector sehingga bagian depan silinder terlihat jelas (terlihat pada Challenger yang melaju di track sebelah dalam). Dengan adanya smoke deflector loko uap Challenger ini juga terkesan seperti loko cepat.

Challenger seri ini merupakan hasil konversi dari penggunaaan bahan bakar batu bara menjadi menggunakan minyak, sehingga tender yang selalu nempel gandeng dengan loko selain membawa cadangan air juga membawa minyak sebagai bahan bakar…maka pembakaran juga lebih baik yang tentunya akan menghasilkan kecepatan yang bertambah…sehingga cocok digunakan untuk menarik rangkaian gerbong penumpang.

Pemasangan smoke deflector pun juga cukup sederhana …dengan memasang dua buah pelat yang dilengkapi konstruksi penguat sehingga lembaran pelat baja dikedua sisi ini cukup kuat menahan terpaan angin dan cuaca.

Challenger abu2 Union Pacific dengan gagah menarik rangkaian gerbong penumpang yang juga berwarna abu2 Union Pacific. Beberapa jenis gerbong penumpang mulai dari baggage car hingga observation car tampil di midi LO MbT dan meluncur dijalur track luar. Gerbong penumpang seri Heavy metal ini terlihat merupakan jenis yang sesuai dengan era Challenger.

Sengaja MbT mengkoleksi Challenger jenis ini untuk dipasangkan dengan gerbong menumpang Union Pacific  jenis Heavy weights warna abu2….strip warna putih yang memanjang pada loko juga terdapat pada gerbong…kombinasi warna abu2 muda dan abu2 tua terlihat sangat serasi dan terlhat klasik.

Loko Challenger ini merupakan produk yang lengkap selain pengaturan motor secara digital yang sangat halus yang menggerakkan keenam traksi roda konfigurasi 4-6-6-4 juga memiliki double smoke stake yang gagah…dan lighting pada cabin sangat serasi dengan lighting pada gerbong penumpang yang ditarik.

Rangkaian gerbong penumpangnya pun memiliki detail yang patut diacungi jempol, sesuai eranya…loko uap Challenger dan gerbong penumpang seri Heavy weights ini masih menggunakan konstruksi dengan sambungan sistim paku keling…terlihat detail yang lengkap dengan bagian paku keling disetiap sambungannya.

 

Detail dari Challenger warna abu2 ini menurut MbT belum tersaingi dengan yang lain…tentu saja karena Challenger yang satu ini buatan pabrik model railroad kondang MTH. Telah diketahui oleh para penggemar kereta model bahwa MTH selalu memproduksi loko jenis uap dengan detail yang aduhai dan tentu saja seluruh bagian termasuk frame, body dan pernik detail terbuat dari metal.

Puas rasanya saat memperhatikan detail yang nota bene sangat teliti dan akurat, digabung dengan sistim mekanis yang mendekati prototype yaitu konfigurasi roda 4-6-6-4 lengkap dengan mekanisme torak dan engkol yang sangat mengesankan saat diperhatikan dengan lebih seksama.

Perhatikan detail loko bagian depan yang terlihat gagah mulai dari lonceng kuningan, number board yang menyala, marking light kiri dan kanan, tutup silinder bulat yang dilengkapi dengan detail baut sekelilingnya, logo UNION PACIFIC shield, lampu utama depan tengah yang sangat terang, snow plow yang bagian tengahnya dapat dibuka untuk dummy coupler.

Kebagian atas dan samping detail perpipaan yang menunjukkan begitu rumitnya sistim pipa uap dan pipa air termasuk safety valve dilengkapi dengan tuas katub berwarna merah. Double stake alias cerobong asap kembar yang menunjukkan bahwa uap yang dihasilkan dari pembakaran cukup banyak membumbung keatas…sehingga para insinyur UP merancang untuk dipasang nya Smoke Deflector.

Pada bagian atas juga terlihat beberapa katup peluit berbahan kuningan yang kalau berbunyi mengeluarkan nada yang sangat klasik loko Uap…MTH telah mengatur sistim electronic sound untuk ini dengan melengkapi speaker yang ditempatkan di bagian tender. MTH juga memberikan fitur smoke yang dikontrol secara digital.

Dibagian atas masih terlihat sederet detail berupa bukaan dan hatch untuk pemeliharaan silinder uap/ketel yang detail nya dibuat berwarna hitam… merupakan kombinasi warna serasi dengan warna hitam atap kabin masinis, pada bagian atap kabin dibuat bukaan atau hatch yang berfungsi sebagai perangian atau jalan untuk inspeksi…detail ini dibuat dapat dibuka tutup.

The Challenger terlihat lari deras pada jalur lurus track midi LO MbT…jalur ini merupakan catwalk lurus untuk mengabadikan rangkaian loko lengkap dengan gerbong penumpang hingga sepuluh gerbong panjangnya, MbT sengaja membuat posisi track ini sedikit diatas sehingga tidak akan terhalang oleh loko pada track disampingnya.

Terlihat Challenger menarik tender air dan minyak, selanjutnya disusul rangkaian gerbong penumpang berbagai jenis termasuk gerbong baggage yang posisinya tepat dibelakang tender loko. Gerbong penumpang terdiri dari gerbong kombinasi tempat duduk dan juga gerbong cabin yang dilengkapi dengan tempat tidur…menunjukkan rangkaian ini menempuh perjalanan yang cukup jauh.

Jembatan berbagai jenis masih mendominasi icon pada midi LO MbT…dan memang saat rangkaian Challenger melewati truss bridge terlihat merupakan pemandangan atau sekuen yang ditunggu. Pada setiap bridge MbT telah memasang track khusus sehingga cukup aman bagi loko supaya terhindar dari derail.

Tinggi bridge lumayan lega untuk ukuran Challenger karen tinggi bridge telah dirancang untuk dapat dilewati gerbong pembawa kontainer double stak atau gerbong type double decker.

Walau midi LO MbT belum secara keseluruhan selesai terutama pada bagian detail termasuk pasir balas…pepohonan dan vegetasi namun rangkaian loko Challenger produk MTH ini meluncur dengan meraung kan horn serak nya tanpa menghiraukan area sekelilingnya. MbT sangat merekomendasikan untuk mengoperasikan rangkaian tersebut dengan melewati curve minimum 26″, hal ini untuk menghidarkan derail saat melaju.

Mujur midi LO MbT ini telah dikonstruksi dengan menggunakan curve yang lebar…itupun MbT harus memasang tender dengan menggunakan penghubung ke loko pada posisi bar terjauh/lebih renggang, terdapat dua lobang untuk penyambungan yang sekaligus sebagai penghantar listrik yaitu close coupler dan yang satu lagi sedikit lebih renggang…

Rangkaian loko Challenger dan gerbong penumpang dari armada UNION PACIFIC selalu menjadi incaran para kolektor kereta model…dan khusus yang warna abu2 ini merupakan item yang patut dimasukkan dalam urutan 10 pertama item koleksi.


Union Pacific CHALLENGER #3989

February 23, 2017

Penggemar model Kereta Api USA pasti mengenal dan mengkoleksi loko Uap era tahun ’40 an yang dikenal dengan Challenger, loko ini sangat menjadi viral kala itu dikarenakan menggunakan konfigurasi Roda  artikulasi 4-6-6-4, roda depan 4 unit merupakan pilot disusul 2×6 masing2 boogie 6 roda yang merupakan penghasil traksi utama dan 4 roda terakhir untuk menahan beban Cabin loko ini.

c1 c2 c3 c4

Loko steam ukuran besar ini dibuat oleh pabrik raksasa American Locomotive Company  untuk dan order dari perusahaan perkereta apian Union Pacific. Loko uap Challenger ini telah diproduksi hingga 105 unit oleh pabrik ALCO mulai tahun 1936 hingga 1943……dapat dibayangkan loko uap ini memiliki panjang fisik sekitar 37m dengan bobot mencapai 300ton lebih.

Loko Challenger yang dibuat untuk memperkuat armada Union Pacific ini di desain untuk menarik rangkaian gerbong barang…walaupun ada beberapa unit yang digunakan untuk menarik gerbong penumpang yang beroperasi didaerah pegunangan di California dan Oregon.

c5 c6 c7 c8

Challenger yang merupakan loko uap maka selamanya dia harus masak air untuk menghasilkan uap bertekanan yang digunakan untuk penggerak piston yang dengan menggunakan poros engkol menggerak Roda traksi 2×6 yang merupakan ciri khas Challenger. Loko uap saat itu menggunaka bahan bakar Batu Bara untuk memanaskan air sehingga menjadi uap bertekanan…terlihat dengan sangat masive loko selalu menggandeng sebuah tender yang membawa Batu bara dan cadangan air.

Tampak Challenger memang gahar namun banyak disukai orang dengan kemampuan menarik rangkaian gerbong barang puluhan unit…merupakan atraksi tersendiri bagi penduduk setempat yang daerahnya dilalui rangkaian kereta Challenger.

c9 c10 c11 c12

Konfigurasi roda 4-6-6-4 yang menjadi ciri khas Challenger tidak akan dilupakan orang terutma para Rail fan dan Model Railroader, boogi 6 roda x2 merupakan sistim artikulasi yang sangat membantu sehingga loko bongsor Challenger dapat bernegosiasi pada curve yang tajam…hal ini termasuk mendjadi acuan pihak ALCO terus mengembangkan hingga memproduksi loko uap yang lebih besar Big Boy…

Loko Challenger merupakan produk sukses sehingga pada era modern ini para Railfan dengan susah payah dan menghabiskan dana yang cukup banyak telah merestorasi sebuah Challenger dengan road number UP  #3985 yang digunakan untuk ekskursi para penggemarnya…loko tersebut menarik beberapa gerbong penumpang Union Pacific.

Terlihat Challenger pindah jalur dari jalur keluar ke jalur dalam…dengan langsir mundur melalui double cross turn out terlihat Challenger dengan lincah memfungsikan boogie artikulasi 6-6 nya membuktikan bahwa tidak ada kesalahan dalam produk ini saat bernegosiasi pada turn out.

Kehebatan insinyur mekanikal saat itu harus diacungi jempol lantaran menghasilkan produk yang sangat bermanfaat yaitu bagaimana membuat kereta api uap dengan tenaga raksasa dan dapat melalui jalan menanjak pegunungan lengkap dengan curve yang lumayan sempit…sistim roda artikulasi jawabnya.

Midi LO MbT memang banyak dilengkapi dengan Turn Out extra besar untuk mengantisipasi loko Uap Amrik besar, tidak mudah untuk membuat track plan nya dikarenakan TO besar harus digelar pada lahan yang terbatas. Puas rasanya melihat Challenger langsir didepan station tanpa kendala…lampu belakang pada tender juga menjadi perhatian tersendiri. Challenger ini sengaja langsir dikarenakan akan menjemput beberapa gerbong barang dengan berbagai jenis muatannya.

Untuk selalu mengenang Challenger dan kita sebagai penggemar kereta model juga dapat menyaksikan kehebatan sosok Challenger melalui model 1:87 alias dalam skala HO. Para pabrikan kereta model berusaha memikat penggemarnya dengan menampilkan model skala HO ini sedemikian rupa dengan detail yang selengkap mungkin.

MbT kali ini menampilkan sosok Challenger  skala HO yang merupakan produk pabrikan kereta model yang legendaris yaitu produksi pabrikan LIONEL, pabrikan ini diawali dengan memproduksi skala yang lebih besar yaitu skala O. Pada Challenger skala HO ini terlihat detail yang sangat lengkap yang dapat dilihat dari mulai ujung depan hingga bagian tender dibelakang.

LIONEL telah memproduksi Challenger ini dengan material full metal yang tentunya menghasilkan model yang sangat antik dan menarik, yang memikat siapapun yang akan melihat apalagi memegang dan menggendongnya….cukuit berat bobotnya! LIONEL telah membuat beberapa road number dari Challenger ini antara lain road number #3985 dan #3989…kenapa MbT menyebutkan kedua road number ini karena MbT mengalami pengalaman yang unik yaitu box LIONEL tertera #3985 namun didalamnya ternyata Challenger #3989!

Kualitas model loko Challenger buatan LIONEL ini memang tidak perlu diragukan lagi, dibuat tahun 2005 sehingga cukup sulit kalau saat ini kita mencari lagi…out of the box terlihat baru tanpa cacat..hanya saja pihak seller tidak teliti saat menutup box nya dengan tutup yang tertukar…

Loko Challenger buatan LIONEL ini sudah lengkap dengan DCC sound yang merupakan cangkokkan dari produk Quantum. Quantum merupakan pabrikan electronic board terkenal saat itu dengan hasil sound speaker cukup menggelegar. Nada Challenger tyerdengar sangat mantab termasuk suara steam, Bell, Horn dan nada lainnya. Electronic board juga mengatur power management serta lighting system dari Challenger…memang untuk lighting nya masih tergolong sederhana hanya lampu depan, lampu pada tender, lampu number board dan lampu cabin. Selain itu loko juga dilengkapi dengan smoke double stake.

Pada perjalanan Challenger di midi LO MbT terlihat rangkaian terdiri dari beberapa gerbong barang…diantaranya beberapa flatcar membawa muatan khusus…gerbong barang jenis flat car seperti ini sangat menarik karena keunikannya…antara lain mengangkut pelat baja, box, batang besi, trafo listrik dll.

MbT memburu item ini ternyata tidak mudah karena harus mencari flatcar pengangkutnya dengan road name paporit Union Pacific. Flatcar Union Pacific ini merupakan produk pabrikan yang sudah tidak asing lagi di Indo yaitu Bachman. Bachman memang terkenal dengan memproduksi beberapa jenis gerbong yang pabrikan lain tidak memproduksinya.

Rangkaian gerbong barang yang ditarik Challenger ini diakhiri dibagian buntut berupa Caboose yang merupakan produk Marklin Germany. MbT pada artikal dan foto2 diatas membuktikan bahwa koleksi lama yang sudah 10 tahunan masih sangat menarik untuk dioperasikan di midi LO MbT…


UNION PACIFIC AC 6000 masih mempesona

January 31, 2017

Sudah cukup lama loko Diesel seri AC6000 tidak tampil di midi LO MbT…kali ini secara serentak loko milik armada UNION PACIFIC sosok AC6000 tampil 4 unit sekaligus. Total jumlah 4 unit loko merupakan pemandangan yang unik..dan ini juga merupakan uji coba bagi sistim kontrol DIGITRAX SUPER CHIEF yang memang terkenal cukup ampuh.

Consist 4 unit loko ini menyusuri track luar midi LO MbT dengan lancar…sound yang dihasilkan dari elektronik board produk dari BLI Paragon2 series tidak perlu diragukan lagi. Deruman Diesel engine sebesar 6,000HP atau sekitar 4,500KW tiap loko memang memenuhi ruangan sekitar 6x4M…untung saja bunyi horn tidak berlangsung lama dan tidak bersamaan …hal ini memang untuk loko consist hanya aktif tombolnya saat diposisikan pada address loko yang akan diaktifkan horn nya.

ac10 ac11 ac12ac13

Loko seri AC6000 ini merupakan produksi pabrikan kereta api raksasa GE transportation yang saling berlomba dengan pabrik EMD yang juga terkenal memproduksi SD90. Loko seri AC 6,000 ini merupakan loko Diesel dengan single engine terbesar HP nya, sebelumnya ada type DDA40 X yang memiliki engine dengan total 6,600HP yang dihasilkan oleh dua (2) D1esel engine. AC6,000 mulai mencuat namanya karena dijuluki Green Engine yang saat itu juga memiliki body berwarna hijau.

Loko Diesel AC6,000 diproduksi pada awal 1995 yang merupakan pesanan dari armada CSX sebanyak 3 unit dan armada Union Pacific telah memesan sebanyak 10 unit dengan nomor punggung  #7,000 – 7,009…loko2 tersebut mulai beroperasi tahun 1966. Ternyata mesin yang besar ini menimbulkan masalah terutama adanya getaran/vibration akibat 2 unit turbocharger…untuk mengatasi ini pihak pabrikan mendesai ulang dan merilis type yang baru….order awal sebanyak 106 unit  merupakan pesanan UNION PACIFIC dengan type AC6000 CW

ac1 ac2 ac3 ac4

Saingan berat pabrikan GE ini juga terus berlomba untuk melahirkan loko Diesel jenis baru yang ramah lingkungan juga…setelah sukses dengan SD90MAC yang diklaim boros bbm selanjutnya keluar loko baru dengan type SD70 yang masih diproduksi hingga sekarang. Demikian juga pihak GE telah stop produksi AC6000 serias ini ditahun 2001 dan memproduksi seri baru type AC4400…loko ini lebih kompak, lebih hemat dan ramah lingkungan.

Kembali ke type AC6000 yang memiliki debut lumayan bahkan sampai negri Kanguru Australia…data mencatat bahwa perusahaan transportasi BHP pernah membuat top record dengan menggabung consist 8 unit loko (next MbT akan mencoba) untuk menarik ratusan gerbong hingga 682 gerbong hopper membawa biji besi/iron ore. Total berat yang ditarik kedelapan loko seri AC6000 itu total 99ribu ton lebih dengan panjang rangkaian mencapai panjang 7.3 KM….

ac5 ac6 ac7 ac8

Union Pacific memberi nomor lambung yang 10 units pertama dengan nomor  #7500-#7509 walaupun pada awalnya  diberi nomor 7000-7009, yang diproduksi oleh GE pada rentang waktu November 1995 & Desember 1996….kelompok pesanan selanjutnya sebanyak 45 units diberi nomor #7510-#7554 yang diproduksi mulai July & December 1998. Pada bulan Juni 1999 salah satu loko ini mengalami kebakaran karena korsleting yang menimpa loko nomor #7511 dan karena masih ditanggung asuransi maka  pihak GE membangun ulang dan diserahkan kembali ke UP sebagai pengganti pada Januari 2001. Yang terakhri sejumlah 25 units dibangun dan diselesaikan pada bulan Januari 2001 diberi nomor #7555 – #7579.

Empat unit loko Diesel buatan GE type AC6000 tersebut dengan nomor #7500, #7511, #7513 dan #7391 terlihat modelnya secara consist melaju bersama di track luar midi LO MbT .

ac14ac15ac16ac17

Setelah cukup puas memandangi sosok AC6000 dari berbagai sudut pandang…loko dengan nomor #7391 ini mulai langsir bergerak mundur yang secara simulasi akan bergabung dengan ketiga loko jenis AC6000 yang lain yang sudah menunggu didaerah station.

Kalau diperhatikan secara seksama sosok loko #7391 ini memiliki perbedaan yang seknifikan dimulai dari nomor serinya yang kelihatannya Union Pacific memberikan nomor ulang dengan kepala “73”, selain itu pihak Union Pacific melabur ulang loko AC6000 ini dengan ditambar atribut kibaran bendera Amerika pada samping kiri dan kanan lambungnya. Selain itu pada bagian depan terlihat terpampang logo UP shield lengkap dengan bentangan sayap lebarnya….demikian juga strip merah diatas yang membatasi warna Armour Yellow dengan Harbour mist Grey dilanjutkan hingga dibagian cover kompressor fan dibagian belakang…dan pada bagian deck terdapat strip warna Kuning muda mengelilingi loko.

ac18 ac19 ac20 ac21

BLI yang merupakan pabrikan kereta model yang terus berkembang sampai saat ini tidak henti mengeluarkan seri AC6000 ini, siasat bisnis yang jitu merupakan keberhasilannya….pada awal dikeluarkannya seri AC6000 dengan nomor seri #7500 warna loko khas UP terlihat polos hanya warna Kuning dan Abu2 tanpa ada USA Flag dan simbol UP ataupun sayap yang membentang. Setelah BLI melansir dengan mengeluarkan lebih dari 4 road number maka secara mengejutkan BLI melansir AC 6000 dengan tampak seperti diatas…tanpa menunggu lama MbT berusaha menampilkannya di midi LO MbT.

Bahkan belakangan BLI melansir ser AC6000 ini dengan dilengkapi smoke unit…ini merupakan satu bukti bahwa BLI terus berinovasi untuk mengembangkan hasil karyanya yang merupakan siasat bisnis.

ac22 ac23 ac24 ac25

Loko dengan road number #7391 langsir sudah memasuki area station pada jalur tengah…hal ini supaya tidak mengganggu jalur luar yang merupakan jalur cepat. Di area station sudah menunggu tiga unit AC6000 yang lain dan siap akan consist…yang merupakan tujuan MbT untuk mencoba apakah motor dari keempat loko ini syncron dengan baik.

Seperti ditampilkan diawal bahwa loko #7391 akan merupakan lead loko dengan disusul posisi loko #7500 dan #7511…untuk loko terakhir terlihat loko dengan posisi menghadap kebelakang yaitu loko dengan road number #7513 (masinisnya berkata dalam hati..wah gara pake angka 13 saya harus berjalan mundur)…posisi mundur merupakan hal biasa pada rangkaian consist loko di Amrik sana…membuktikan bahwa traksi motor tidak ada perbedaan pengaturan kecepatan putarannya untuk ahead atau astern.

ac26 ac27 ac28 ac29

Rangkaian loko AC6000 Union Pacific setelah consist 4 unit melanjutkan perjalanan untuk mengambil rangkaian gerbong hopper yang terletak tidak jauh dari area station..pada saat ini rangkaian loko consist masih berada dijalur tengah/dalam dari midi LO MbT. Selanjutnya setelah menggandeng gerbong hopper akan memasuki jalur luar midi LO MbT….memang kalau untuk ukuran loko panjang apalagi dengan situasi consist maka perlu curve yang lebar juga TO yang diatas #8 hal ini untuk menantisipasi supaya posisi coupler ukuran Medium antara Loko dapat bergerak bebas.

MbT akan memutar arah rangkaian loko ini dengan menggunakan Loop track yang terletak memang pada jalur track sebelah dalam sebelum rangkaian memasuki jalur luar midi LO MbT….memang sangat diperlukan membangun Loop track dalam sebuah LO karena selain pada midi LO MbT ini tidak memiliki turntable dengan Loop track dapat membalik arah loko secara consist.

ac32 ac34ac33 ac35

Produk BLI saat ini merupakan saingan berat Athearn namun MbT masih menyukai produk BLI…khususnya penggunaan material ABS pada bagian railing dan bagian kecil lainnya….milik BLI jauh lebih kuat dan terlihat masiv. Untuk bodynya sudah tidak diragukan lagi dengan warna Armour Yellow yang kereen…namun BLI masih kurang rapi dalam membuat gambar bendera Amrik dilambungnya…masih lebih unggul buatan KATO atau MTH..

Perihal detail loko…pihak BLI terlihat serius dan pada produk generasi belakangan tampak lebih rapi pengerjaannya menyesuaikan dengan penambahan grafis yang membuat loko AC6000 #7391 terlihat lebih UP.

ac36 ac37 ac38 ac39

Electronic yang dicangkokkan pada BLI seri Paragon2 ini tampak sudah lengkap termasuk dim light pada headlamp saat loko berhenti, demikian pula dengan ditchligth yang menyala bergantian saat horn loko diaktifkan…horn loko dapat diaktifkan dengan nada doppler dengan menekan dobel secara cepat (tapi bukan telolet). Dapat dibandingkan dengan loko AC6000 yang lansiran awal…grafis loko terlihat kosong dengan tiadanya UP shield dan wing serta belum ditambahkannya grafis Kibaran Bendera Amrik.

Yang perlu diacungi jempol juga yaitu elektronik untuk penggerak motor…dengan putaran motor yang halus BLI secara konsisten membuat tanpa ada perbedaan putaran saat loko versi baru di consist dengan loko versi lama…sinkronisasi keempat motor sangat memuaskan dengan dibantu kontroler Digtrax Super Chief serta Looping booster.

ac40 ac41 ac42 ac43

Dengan dipimpin oleh loko nomor #7391…barisan consist AC6000 ini bergerak menuju track loop yang memang posisi Turn out nya terletak di track jalur dalam midi LO MbT. Posisi Loop track arah sebelah lingkaran kiri dari station berjarak beberapa kilometer saja. Loop track disebelah kiri ini memiliki curve yang lebih kecil yaitu 22″ curve yang sebenarnya dirancang untuk consist loko kecil.

Setelah melewati double bridge yang menjadi ciri midi LO MbT….keempat loko mengurangi speed karena akan melalui curve 22″ yang melingkar penuh dan masuk kembali melalui Turn Out yang sama.

ac44 ac45 ac46 ac47

MbT pun baru pertama kali mencoba dan ingin membuktikan apakan curve 22″ yang dibangun dari track Roco curve 22″ dapat dilalui dengan baik. Saat rangkaian loko mulai masuk TO terlihat tidak bermasalah dan berlanjut keempat loko memasuki dan berada pada loop track yang berbentuk melingkar pada trck jalur dalam.

Kalau diperhatikan maka terlihat bahwa pada lingkaran sebelah kiri dari midi LO MbT ini terdapat tiga (3) jalur track pararel yang terdiri dari track luar curve 26″ kemudian curve 24″ dan paling dalam curve 22″ yang merupakan Loop track.

ac48 ac50ac49 ac51

Sekarang sudah terlihat rangkaian loko tersebut sudah keluar dari Loop track…dan loko #7391 tetap memimpin didepan. Masih pada track yang sama dan melalui bridge kembali dengan arah yang berlawanan…jalur track ini dikatagorikan layak untuk dilalui loko Diesel bongsor seperti AC6000.

Rangkaian kembali kearah station untuk pindah kejalur track luar karena akan langsir menarik beberapa gerbong yang sudah menunggu. Perpindahan jalur melalui double cross tack yang selalu merupakan daya tarik saat operasi perpindahan jalur. Double track buatan Shinohara digerakkan dengan empat motor buatan Turtle USA.

ac52 ac53 ac54 ac55

Double track yang memiliki ukuran cukup lebar setara TO nomor #8 menghasilkan pergerakan yang halus, keempat loko AC6000 tanpa terasa sudah berpindah jalur di track luar midi LO MbT. Jujur bahwa double track ini harus sering debersihkan karena sangat sensitif untuk mendapatkan power pickup yang maksimum. Material track nya pun sangat bagus terbuat dari steel nickel berwarna putih yang tentu juga anti  karat…..produk Sinohara double cross track ini sama dengan yang digunakan di track double truss bridge .

Double track ini juga sangat cocok untuk dilalui loko panjang seperti jenis BigBoy ataupun DD40, namun MbT harus selalu mengontrol batang track nya karena pernah kejadian TO tidak membuka sempurna lantaran terganjal sebuah batu balas bawah track.

ac56 ac57 ac58 ac59

Setelah rangkaian loko ini lengkap diposisi track jalur luar maka dilanjutkan langsir beberapa kilometer untuk menjemput rangkaian gerbong jenis hopper yang sudah cukup lama menunggu. Gerbong hopper yang digandeng dari daerah industri tersebut memuat komoditi berbentuk curah yaitu membawa gula pasir dan gandum.

Di Amrik yang antar negara bagian memiliki jarak yang cukup jauh maka sistim moda transportasi yang paling efektif adalah menggunakan transportasi kereta api…..sekali tarik dapat mengakomodari komoditi dalam  puluhan gerbong hopper. Kalau dibandingkan dengan sistim trucking seperti yang terdapat di Indo maka menggunakan moda transportasi kereta api tidak tertandingi.

ac60 ac61 ac62 ac63

Gerbong jenis hopper milik armada UNION PACIFIC berwarna putih yang merupakan hopper pengangkut gula pasir dan yang warna abu2 merupakan hopper yang mengangkut biji gandum untuk keperluan pabrik tepung. Jenis gerbong hopper memang paling sering terlihat didaerah industri untuk muat muatan curah, gerbong memiliki bentuk khas yaitu selalu memiliki bagian yang mengerucut dibagian bawah yang digunakan untuk membongkar isi muatan….dengan kata lain pengisian/loading muatan dari atas dan pembongkaran/unloading dari bagian bawah.

Gerbong jenis hopper memiliki beberapa jenis sesuai pabrikan dan ukurannya….yang terlihat disini adalah jenis hopper Rib side yaitu gerbong dengan konstruksi penguat terletak dibagian luar karena bagian dalam harus memiliki permukaan/dinding yang licin supaya muatan tidak terperangkap pada bagian konstruksi.

ac64 ac65 ac66 ac67

Untuk simulasi MbT merangkaikan 12 unit Rib Side  hopper yang terdiri 6 unit pengangkut gula asir dan 6 unit pengangkut gandum. Hopper ini merupakan produk dari pabrikan kamod ternama Intermountain, rolling stock jenis hopper ini dapat dikatakan sangat baguas mulai dari kualitas penampilan grafis dan warna, kualitas bahan, kualitis mekanis berupa roda metal hingga detail yang lengkap.

Pada bagian atas terdapat running board yang dibuat dengan laser cut sangat detail, pada bagian depan dan belakang terlihat railing dan tangga naik  yang dibuat juga sangat akurat……yang dapat menyaingi produk Intermountain ini cuma produk Exactril.

Intermountain dengan box berwarna kombinasi merah dan hitam berjendela pandang untuk mengetahui isi produk nya menjadi favorite MbT tentunya selain produk Exactrail.

ac68 ac69 ac70 ac71

Setelah berjalan beberapa saat …rangkaian memasuki daerah station di track luar sudah menjelang senja….terlihat beberapa lampu jalan sudah mulai menyala… menandakan waktu sudah melebihi 06.00 PM. Suasana senja menolong pencahayaan saat pengambilan gambar…foto terlhat lebih warm. MbT mengkombinasi pengambilan gambar dengan smart phone camera dan pocket camera…hasil dengan pocket camera terlihat lebih lengkap warnanya.

ac72 ac73 ac74 ac75

Keempat loko consist dengan gagah passing didepan station yang menjadi perhatian para pengunjung.

ac76 ac78 ac79 ac81

Praiser merupakan pabrikan figure skala HO yang menyediakan cukup lengkap rail road area figure….MbT memilih beberapa pose yang menandakan para pengunjung menyaksikan rangkaian consist loko AC6000 lewat didepan mereka. Suasana sorepun akan segera berobah malam…sejalan dengan rasa kantuk MbT yang mencoba terus menambah tulisan pada blog Masinis Bintaro. MbT merasakan bahwa khususnya detai midi LO MbT masih harus terus dilengkapi dan disempurnakan dengan menambah lagi beberapa figure.

ac80 ac82 ac83 ac84

Dengan lead loko #7391…rangkaian terus melaju dan perlahan menikung kekiri hingga rangkaian hilang dari pandangan mata yang menyaksikan didaerah station. MbT cukup puas dengan simulasi rangkaian gabungan produk BLI dan Intermountain. Menjadi catatan bahwa produk tersebut layak dijadikan koleksi.