Gerbong tanki panjang mulai berkeliaran di midi LO

August 28, 2015

Gerbong tanki panjang atau gerbong barang lain yang memiliki ukuran fisik lebih panjang dari ukuran normal apabila rolling pada daerah yang banyak perputarannya maka harus dipikirkan curve yang lumayan lebar dengan radius minimum 24″ atau 26″.

Pada midi LO MbT sejak awal sudah mulai dipikirkan penggunaan curve dengan radius 24″ dan 26″ dan tentunya juga memikirkan turn out dan double turn out yang sleek alias sudut lebar.

Gerbong tanki panjang ataupun gerbong barang pada era modern ini banyak dibuat oleh para industri dengan ukuran-ukuran yang extra panjang yang tentunya diikuti oleh pabrikan kereta model tentunya.

s9 s10 s11 s12

Diawali dengan tampilnya gerbong tanki Ethanol…..terlihat panjang memenuhi LO MbT, kalau pada LO MbT awal …gerbong ini pasti derail saat melalui curve ataupun TO…tapi saat ini dengan persiapan yang sesuai…syukurlah  gerbong tanki tersebut dapat melaju dimanapun berada.

Tank car yang dibuat hingga kapasitas 33K gallon ini ada yang dilengkapi dengan sistim insulation sehingga dapat memuat LPG. LPG merupakan bahan bakar gas cair (Liquid Petrolium Gas) yang sangat dibutuhkan oleh beberapa power plant atau untuk bahan bakar kendaraan.

Tank car pembawa LPG ini tentu saja memiliki tingkat keselamatan yang tinggi termasuk sistim valve yang dilengkapi katup pengaman yang dapat di buka saat keadaan darurat.

s17 s18 s20 s21

Gerbong tanki ethanol, ethyl alcohol dan lequid lain merupakan pembawa muatan cair dari daerah industri yang dipindahkan dari satu kota kekota lain melalui jalur kereta. Gerbong tanki yang memiliki kapasitas muat minimal 30,000 gallon ini merupakan gerbong yang membawa beban Ethanol cukup berat …sehingga rangkaiannya perlu ditarik oleh consist beberapa loko.

s19 s23s24s26

Gerbong/ tank car yang dimiliki oleh armada ULTX merupakan tank car terbesar saat ini…selain warna hitm tank car ada juga yang berwarna putih juga warna biru.

Sedangkan model dari Gerbong tanki panjang era modern ini banyak dibuat oleh para industri pabrikan kereta model kondang seperti Atlas….dan untuk yang tampil di midi LO MbT ini diwakili dari buatan Athearn.

s13 s14 s15 s16

Gerbong tanki besar2 ini beroperasi dibeberapa negara bagian di Amrik sana, dimulai dari kebutuhan sebagai additive bahan bakar akan digunakan minyak jagung (didukung oleh peraturan pemerintah untuk mengurangi polusi sejak tahun 2004) maka bertumbuhan lah pabrik2 pengolah jagung menjadi minyak jagung.

Permasalahannya tidak semua negara bagian di Amrik sana memiliki ladang jagung yang luas sehingga jagung yang diolah menjadi minyak tersebut perlu didistribusikan kedaerah lain dalam jumlah yang sangat besar….dan sistim transportasi yang digunakan adalah menggunakan jalur kereta api…maka timbulah tank2 berukuran besar.

s22 s25 s27 s28

Tanki yang lebih besar lagi berukuran 33.9K Gallon pembawa LPG juga telah dibuat oleh pabrikan kereta model dan sangat unik melintas di midi LO MbT…gerbong tanki ini sangat panjang sehingga tidak mungkin dapat beroperasi pada curve dibawah 24″.

s1 s2 s3 s4

Loko consist merupakan gabungan loko jenis SD40-2 yang merupakan jenis loko terpopuler saat itu lantaran memiliki kemampuan tarik yang luar biasa walaupun fisiknya tidak besar……dan tentu saja loko ini milik armada raksasa Union Pacific tampil dengan warna Kuning cerah khas Union Pacific.

Dengan sangat gagahnya kedua loko ini menarik rangkaian gerbong jenis tanki ukuran besar.

MbT memilih loko jenis SD40-2 lantaran loko ini merupakan kuda kerja yang selalu wira wiri didaerah industri dengan sesekali melaksanakan tugas sebagai switcher. ..karena loko ini populasinya sangat banyak maka tidak sulit mencari keberadaannya pada setiap area industri.

s5 s6 s7 s8

Kalau diperhatikan lebih seksama sebetulnya loko jenis SD40-2 tergolong loko dengan frame body yang panjang….dengan deck yang lebar pada bagian depan dan belakang sehingga petugas yang mengawasi kerja sebagai road switcher dapat berdiri pada platform ini.

Rangkaian loko consist dan gerbong tanki Pada midi LO MbT ini mencoba menempati jalur tengah…..sehingga perlu bergeser dari posisi siding dengan lansir sejenak. Penggunaan turn out panjang dari produk Roco dan penggunaan curve dengan radius 24″ dan 26″  sangat tepat untuk operasi ini…..digabung dengan dan double turn out yang memilik sudut lebar pula.

s29

Gerbong tanki panjang ataupun gerbong barang pada era modern ini memiliki warna hitam kelam…sehingga dalam tahapan fotography harus memikirkan pencahayaan yang cukup. Hasil foto yang cukup terang dengan banjir cahaya harus kompromi antara memperjelas tampak gerbong tanki hitam dengan sedikit lebih terang pada bagian object lain tentunya.

Note : Sedang dalam proses editing

Rangkaian gerbong pembawa beban berat

July 29, 2015

Sistim moda transportasi darat yang dapat membawa muatan ataupun komoditi dalam jumlah besar adalah dengan menggunakan rangkaian gerbong kereta api..dan untuk antar pulau dan benua menggunakan moda transportasi Laut.

Rangkaian kereta api dapat membawa beban berat dalam bentuk muatan cair, muatan curah ataupun general cargo yang diangkut dengan sistim peti kemas/containers.

Termasuk pada modelrailroad/ kereta model rangkaian kereta api dengan puluhan gerbong jenis tanki, curah ataupun peti kemas juga menjadi daya tarik tersendiri….hal ini lantaran puluhan gerbong tersebut sangat indah dilihat dan menarik untuk dikoleksi……dan yang perlu diperhatikan adalah bahwa rangkaian panjang dengan membawa beban berat tentu butuh motivepower yang mampu yaitu beberapa loko yang berjalan secara consist.

c1 c2 c3 c4

MbT menampilkan rangkaian gerbong pembawa beban berat dengan menggunakan sistim peti kemas/containers yang diangkut dengan gerbong khusus yaitu jenis well car. Gerbong jenis wellcar dapat memuat peti kemas dengan ukuran standar berdasarkan panjang peti kemas dan dapat dibawa secara tumpuk/susun dua tier/dua stack.

Pada simulasi di midi LO ini MbT menampilkan rangkaian well car yang terdiri dari 18 gerbong yang ditarik oleh 2 unit loko Diesel secara consist….prototype ataupun real dari moda transportasi ini ditarik oleh 4 loko atau lebih dan dapat menarik puluhan hingga seratus lebih well car .

c5 c6 c7 c8

Well car yang tampak berwarna kuning menyerupai armada UP ini sebenarnya milik perusahaan transportasi TTX (sebelumnya bernama Trailer Train) yang sangat terkenal di Amrik sana berdiri sejak Desember 1955 berpusat di Chicago, USA. Kalau diperhatikan sistim well car ini mempunyai penyambungan boogi gabungan setiap 3 gerbong well car disebut sistim articulated…walaupun ada juga yang merupakan single car. Gerbong well car ini juga sering disebut double stack well car karena konti ditumpuk dua.

Well car atau double-stack car ini sengaja dibuat dengan desain untuk mengangkut peti kemas….gerbong ini dibuat bagian tumpuan muatannya turun kebawah mendekati rel/track kereta dengan posisi diantara kedua roda depan/wheel truck danroda  belakang tiap gerbong/well car tersebut.

c26c27c25c20

Rangkaian well car saat ini merupakan pilihan utama untuk mengangkut konteiner, sistim articulated juga terus dikembangkan dan yang populer sistim artikulated terdiri dari 3 gerbong dan 5 gerbong, hal ini membuat rangkaian wellcar lebih efisien karena pada setiap sistim sambungan hanya diperlukan satu truck sebagai roda penumpu wellcar, untuk sistim 3 gerbong articulated terdapat 2 truck saja diantaranya.

Perancang wellcar dengan sistim articulated telah memberikan nama atau code sendiri terhadap wellcar tersebut. Pada setiap ujung rangkaian articulated well car diberi code dengan huruf A dan B artinya bagian wellcar inilah yang dilengkapi dengan coupler. Sedangkan wellcar yang teletak ditengah diberi code C untuk sistim 3 wellcar articulated yang merupakan wellcar yang menumpu pada sebuah truck articulataed atau code C, D, E untuk rangkaian articulated yang terdiri dari 5 wellcar.

c18 c17 c19c33

Desain Wellcar memungkinkan penempatan peti kemas posisinya lebih rendah jika dibandingkan penempatan peti kemas diatas flat car biasa, sehingga memungkinkan apabila ditumpuk dua masih memiliki ketinggian yang cukup untuk meliwati jalur yang ada yang memiliki tunnel ataupun bridge/jembatan.

Peti kemas yang diatas ditumpuk diatas petikemas yang dibawah tepat pada tumpuan yang dilengkapi sistim pengunci sehingga aman dalam transportasi. Sedangkan peti kemas yang dibawah menumpu tepat pada peti kemas pad yang standar lengkap dengan pengunci. Hal posistif lain dari sistim well car ini adalah menambah satabilitas wellcar karena titik berat muatan posisinya lebih rendah.

c13 c14 c15 c16

Loko Diesel EMD SD90 dari armada UNION PACIFIC oleh MbT dipercaya sebagai motivepower untuk menarik rangkaian wellcar sebanyak 18 unit….tentu saja hal ini sangat ringan bagi kedua loko EMD SD90 yang berjalan secara consist. Kedua loko ini terlihat sangat gagah karena memiliki tubuh yang bongsor dan panjang.

Loko Diesel SD90 merupakan produk kebanggaan dari pabrikan kereta model KATO dari Japan yang masih diproduksi sampai saat ini yang dipasarkan oleh KATO USA, demikian pula untuk wellcar type articulated 3 gerbong juga merupakan produk KATO. Sesuai pengamatan Mbt Wellcar ini diproduksi KATO setiap 2 tahun, artinya para kolektor dapat menunggu dan membeli wellcar produk KATO ini setiap 2 tahun dengan road number yang berbeda.

c9c10c11c12

Model dari well car tersebut dibuat dengan sangat akurat oleh para pabrikan kereta model terkenal antara lain oleh pabrikan KATO, ATHEARN juga INTERMOUNTAIN. Ketiga pabrikan tersebut ternyata membuat model well car ini berbeda dari jenis dan ukurannya…antara lain dibedakan sistim articulated, sistim single car dan ukuran panjang sesuai ukuran peti kemas nya.

Untuk produk KATO dibuat khusus dengan desain mampu membawa konteiner ukuran panjang hingga 53′ yang merupakan kontainer panjangnya melebihi standar yaitu yang sering kita kenal dengan panjang 40′, sedangkan Athearn membuat wellcar jenis single dengan mampu mengangkut konti hingga panjang 5′.

c30 c31 c32 c34

Membahas jalur yang dilalui oleh rangkaian well car….rangkaian wellcar ini banyak wira wiri di Amerika Utara …termasuk ke Canada sampai ke Mexico. Sedangkan modelnya cukup mondar mandir di midi LO MbT yang kalau diambil track lurusnya mampu hingga 24 gerbong wellcar dengan 2 loko consist.

Sengaja saat ini jalur MbT ditest habis2an dengan berbagai macam loko dan gerbong untuk mencari kekurangan2 nya demi perbaikan kedepan….sampai saat ini masih aman….namun di daerah curve atau tikungan harus berjalan agak perlahan karena gaya centrifugal dapat mengakibatkan gerbong terbalik.

c35 c36 c37 c38

Untuk jalur yang melewati jembatan sudah dipersiapkan dapat diliwati oleh wellcar double stack, beberapa jembatan/bridge yang dipasang memiliki ketinggian yang dirancang cukup untuk dilalui rangkaian gerbong wellcar dengan double stack. Jembatan buatan Marklin Germany dan Cornerstone dari Walthers sangat cocok untuk jalur wellcar double stack.

Seperti pernah disebutkan bahwa track yang digunakan pada bridge merupakan track khusus untuk bridge dengan code 83. Rangkaian gerbong apabila melalui bridge maka merupakan object untuk diperhatikan dan perlu diabadikan. Hasilnya memang sangat menarik…..apalagi kalau pada bridge dengan dua jalur terlihat dua rangkaian kereta saling berpapasan…sangat ditunggu bahkan MbT mengatur laju kedua kereta supaya dapat berpapasan pada jembatan.

c39 c40 c41 c42

Rangkaian wellcar yang ditarik oleh dua loko EMD SD90 ini terlihat berpapasan dengan rangkaian loko consist head to head dengan menarik beberapa belas hopper car, loko yang terdiri dari jenis SD50 ini juga menarik beban yang cukup berat. Kedua loko SD50 milik armada UNION PACIFIC ini merupakan produk dari Athearn seri Genesis yang detailnya lumayan baik.

Saat berpapasan didepan station terlihat loko SD90 berhenti diarea siding track hal ini memberikan kebebasan kepada loko lain yang akan melalui jalur 1 bagian dalam ataupun jalur 2 bagian luar. Didaerah dekat station MbT sengaja selalu mengabadikan wujut double crossing track yang menunjukkan bahwa rangkaian kereta yang liwat dapat berpindah antara jalur 1 dan jalur 2.

c43 c44 c45 c46

Seperti disebutkan diatas saat Loko SD50 dari armada Union Pacific dengan road number #2500 berpapasan dengan rangkaian wellcar tepat didepan station…..terlihat double crossing track yang sangat menarik untuk diabadikan…..double cross turn out ini merupakan icon dari midi LO MbT yang mekanisme penggeraknya menggunakan motor listrik produk Tortoise yang sangat presisi itu.

Selanjutnya saat SD90 sudah bergerak dan sampai pada jalur track lurus dan juga SD50 melanjutkan perjalanannya keluar dari area station maka akan terlihat berada pada area track lurus dijalur luar yang posisinya sedikit naik pada elevasi 3cm an.

c47 c48 c49 c50

Loko consist SD90 saat memasuki track lurus dapat melaju dengat kecepatan penuh 70mile perjam, walau rangkaian gerbong wellcar masih berada pada daerah curve dibelakangnya namun karena curve tersebut memiliki diameter besar 24″ maka rangkaian ini dapat melaju cukup aman.

c51 c52 c53 c54

Secara keseluruhan jalur atau track pada midi LO MbT dapat dinilai bagus dan aman termasuk jalur pada bridge, turn out, track lurus dan track curve nya. Pekerjaan rumah yang masih banyak adalah menyelesaikan pemasangan detail dan deorama meliputi pasir balas, perbukitan, tanaman, tiang telpon dan jalan mobil.

Saat kedua rangkaian tersebut berada pada track lurus yang memiliki elevasi yang berbeda….rangkaian kereta yang menarik beban berat dalam hopper masih tampak tidak terhalang oleh rangkaian kereta penarik beban berat dalam kontainer walaupun kontainer tumpuk/stack pada well car.

c28 c55 c56 c57

Akhir dari perjalanan rangkaian kereta yang terdiri dari dua loko consist SD90 dari armada UNION PACIFIC yang menarik 18 gerbong containers jenis wellcar menghasilkan beberapa rekomendasi dan catatan yaitu pertama gerbong jenis wellcar merupakan jenis yang wajib dikoleksi para penggemar kereta model, kedua diperlukan track lurus cukup panjang supaya rangkaian wellcar dapat terlihat hingga 20an gerbong.

 


Jalur DC midi Layout Union Pacific ..

June 30, 2015

Jalur DC pada midi Layout MbT merupakan jalur yang terletak diatas dengan mensiasati pembuatan kontur dan deorama sehingga jalur DC dibagian atas dan jalur AC dibagian bawah terlihat menyatu.

Jalur DC diatas untuk track nya secara umum sudah rampung dan siap dilewati berbagai jenis kereta api Diesel ataupun jenis steam…termasuk loko jenis Gas kelas Veranda….dengan mempersiapkan jalur dengan curve lebar minimal radius 24″ maka jalur DC ini aman untuk dilalui kereta ataupun gerbong panjang seperti gerbong penumpang.

Jalur yang merupakan jalur Union Pacific….tampil pertama dengan gagah berani yaitu loko jenis Steam “Big Boy”, jenis Diesel “E7” dan jenis gas “Veranda” … yang ini sebuah loko unik buatan pabrik Kamod Lionel dengan body full Metal. Loko Veranda yang dilengkapi dengan gerbong tanki ini menarik rangkaian gerbong jenis hopper milik armada Union Pacific.

t2 t3 t4t32

Walaupun Layout secara keseluruhan belum lengkap…belum tumbuh pohon2 dan rumputnya…juga bukit2 dan jalan masih tunggu tahapan selanjutnya….pada posting kali ini memang MbT sedang mencari dan mencoba sudut-sudut jepretan …yang mana sudut yang paling menarik dan dapat dijadikan catwalk pada midi LO ini.

Terdapat target atau sasaran lokasi seperti daerah depan station, daerah jembatan ataupun daerah girder..termasuk daerah yang menonjolkan double track….beberapa lokasi shooting harus memperhatikan sudut pengambilannya…contohnya posisi camera dari bawah keatas atau camera dari atas mebawah dan sebagainya.

t5t1 t6  t8

Beberapa daerah sudah dicoba untuk pengambilan gambar…dan khusus untuk jalur panjang datar dengan sedikit elevasi diujung merupakan hal yang menarik untuk dijadikan objek foto….hal ini karena track luar dan dalam memiliki ketinggian yang berbeda.

Bagian ini memang sengaja dibuat supaya apabila dua rangkaian kereta berdampingan maka rangkaian luar tetap dapat terlihat…jalur luar dinaikkan dengan menggunakan stereo foam setinggi lebih kurang 3 cm….hasilnya cukup menarik….rangkaian kereta E7 ABB Union Pacific lengkap dengan 9 unit gerbong penumpang dapat terlihat tanpa terhalang oleh rangkaian Big Boy yang menarik gerbong pengangkut batu bara.

t9 t10 t11 t12

Termasuk didaerah industri pengolahan minyak jagung yang berbentuk lingkaran/curve sebelah kiri juga memiliki jalur track yang beda tinggi dengan elevasi menggunakan stereo foam…dan hasilnya saat dua rangkaian kereta berpapasan atau berjalan paralel…maka rangkaian kereta pada jalur luar tetap nampak tidak terhalang oleh rangkaian pada jalur dalam.

Jalur lingkar sebelah kiri ditandai pada facia sebuah logo UNION PACIFIC berbentuk UP Shield yang tersohor…terbuat dari alumunium impor dari negrinya UP Amrik

t17 t18 t19 t23

Sebelum memasuki putaran sebelah kiri…dua jalur kereta tersebut melalui beberapa jembatan yang terpasang dengan nuansa kombinasi bridge gaya Eropa berbentuk curve buatan Marklin dan berbentuk Trapesium gaya Amrik.

Pemasangan jembatan pun sengaja dibuat antara jalur kiri dan kanan tidak berimpit jembatannya…artinya apabila pada jalur luar menggunakan truss bridge maka disebelahnya/jalur dalam menggunakan girder bridge sehingga rangkaian tidak terhalang disalah satu sisi.

Pada jalur putaran sebelah kiri (selanjutnya disebut putaran “A”) terlihat ada 3 track yang berdampingan…track paling dalam adalah Loop Track yang sangat berfungsi untuk membalik arah rangkaian kereta api.

t13 t14 t15 t16

Jembatan/ Arc curve buatan Marklin ini memang hebat desainnya…selain detail yang baik materialnya pun jaminan mutu, satu hal yang harus dicontoh oleh pabrikan lain yaitu cara perakitan jembatan buatan Marklin ini hanya dengan sistim clip on snap on dan klik langsung jadi tanpa menggunakan perekat/lem. Jembatan ini sudah disiapkan untuk 2 type track termasuk C track dan K track….untuk jalur DC ini MbT memilih type jembatan untuk K track karena sangat mirip desain dan ukurannya dengan DC track produksi Roco.

Pada jalur ini MbT menyiapkan road bed /cork dari bahan paking lembaran tebal 5 mm yang dipotong memajang sesuai kebutuhan track, road bed dengan bahan paking ini mengurangi bahkan menghilangkan bising roda saat rangkaian kereta liwat diatasnya.

t20 t21 t7t22

Jalur DC yang secara keseluruhan terletak diatas jalur AC maka terlihat sekian banyak lintasan jalur DC diatas jalur AC….bahkan sebagian jalur AC tertutup penampakannya oleh jalur DC.

Untuk mensiasati agar semaksimal mungkin jalur AC dibawahnya dapat terlihat maka MbT menempatkan sekian banyak jembatan termasuk jenis girder…dan tentunya seluruh konstruksi penyangganya harus dibuat sedemikian kuat…bahkan pada daerah tertentu cukup aman dan kuat apabila diinjak orang diatasnya.

t24 t25 t30 t31

Seperti disebutkan diatas bahwa untuk rolling awal MbT menampilkan loko-loko besar dan panjang seperti jenis Diesel “E7” ABB, loko steam “Big Boy” dan loko Gas “Veranda”…hal ini karena loko tersebut memiliki bobot yang berat lantaran terbuat dari metal kecuali yang E7.

Seluruh penjuru jalur DC ini dicoba dilalui loko-loko tersebut untuk melihat apakah track yang ada cukup aman atau tidak…sudah sempurna atau belum…memiliki konstruksi jembatan yang kuat atau tidak…pemasangan turn out yang tepat atau belum….dan semuanya itu menghasilkan jawaban yang tepat memuaskan.

t26 t27 t28 t29

Setelah Veranda berputar beberapa kali terbukti bahwa sampai dengan saat ini tidak ada masalah pada track termasuk curve dan turn outnya. Veranda yang memiliki konfigurasi roda 4-4-4-4 sangat layak kalau digunakan sebagai test loco.

Veranda yang selalu menggandeng tank tender berisi minyak untuk bahan bakar turbin lantaran pemakaian bahan bakarnya yang keliwat boros menarik rangkaian gerbong hopper warna abu2 muda buatan pabrikan kondang ExactRail.

Coupler antara loko Veranda dengan gerbong tankinya sangat sensitif sehingga dituntut track yang memiliki sambungan yang rata…karena kalau tidak rata dapat mengakibatkan coupler terlepas…hal ini pernah terjadi pada pengalaman track mini Lo MbT  sebelumnya..

t33 t34 t35 t37

Hasil bidikan terhadap Veranda di beberapa lokasi track…MbT telah menemukan daerah yang memiliki sudut pengambilan yang bagus setara posisi pengambilan layaknya photographer majalah Amrik sana….hehehe memuji diri sendiri.

Daerah ini merupakan jalur diatas girder bridge UP…pada posisi ini kereta/loco melaju dengan track dipinggir tanpa halangan…road bed terlihat jelas dari samping sehingga bagian bawah loko dapat diabadikan melalui sudut rendah dengan lensa macro….dan dijepret dengan arah sudut keatas…hasilnya…yah bisa lah daerah ini dijadikan salah satu catwalk.

t36t38t37t35

Loko Gas Turbine Veranda lengkap dengan gerbong tanki nya setelah lepas dari station langsung menyalakan Turbine nya dan melesat dengan kecepatan full…setelah melewati double slip milik Roco…melaju terus ke arah lingkaran dengan melalui truss bridge.

Beberapa kali MbT mencoba membidik pada lokasi jembatan jenis girder yang terpampang logo UP shield…jembatan baja ini memiliki konstruksi sambungan era lama yaitu dengan menggunakan keling…sehingga detailnya menambah daya tarik tersendiri.

t40 t39 t46t41

Veranda berputar satu putaran dijalur dalam, setelah rangkaian Big Boy dengan gerbong batu baranya keluar dari jalur dalam dan masuk ke side track depan station. Veranda dengan santai menguasai jalur dalam dan rolling beberapa putaran untuk meyakinkan bahwa track mulus termasuk bagian double crossing, curve turn out dan beberapa jembatan.

Veranda merupakan loko model unik yang powernya dibuat seperti prototypenya…..terbagi dengan dua batasan speed yaitu saat menggunakan Diesel mode kecepatan Veranda dibatasi maksimum 25 mile/jam hal ini karena Pony Diesel hanya digunakan didaerah ststion. Selanjutnya saat toggle F7 diaktifkan artinya Veranda akan menggunakan power Turbin Gas…dengan desingan turbin yang sangat keras Veranda langsung dapat lari hingga maksimum (MbT hanya mencoba sampai 60 mile perjam)

t43 t44 t45 T47

Loko Veranda menunggu loko uap Big Boy masuk dijalur siding didepan station…dan selanjutnya Veranda meluncur dijalur dalam dengan bebas dan aman.

MbT mencoba meng off kan sound loko ini alias mute mode..dan loko ini meluncur mulus diatas track dengan bantalan paking…sesekali terdengar detak roda saat ketemu sambungan track didaerah jembatan yang menimbulkan nada irama klasik.

T48 T49 T55 T56

Terlihat loko Veranda melintas diatas double track truss bridge…daerah ini juga merupakan target photography …selain sosok lokonya , jembatannya sendiri  juga menarik perhatian dengan double track dan anti derail track yang memanfaatkan track khusus untuk bridge.

Double truss bridge merupakan produk Cornerstone yang sangat populer sedangkan bridge track nya merupakan produk Walthers-Shinohara.

Setiap rangkaian kereta melewati jembatan ini maka selalu harus mengabadikannya…pengambilan gambar foto dapat dilakukan dari depan frontal ataupun miring, pengambilan dari samping yang khas ataupun pengambilan dari atas.

T50 T51 T52 T53

Kita tinggalkan sejenak perjalanan Veranda dan perhatikan sejenak loko Diesel E7 yang melintas didaerah lingkaran sebelah kiri didaerah industri minyak Jagung…dengan gagah dan mantap meliuk dijalur luar yang memiliki curve 26″…track ini merupakan gabungan dari curve track R6 buatan Roco dan flextrack yang juga produksi Roco.

Track curve yang merpakan lanjutan dari turunan elevasi membuat loko dapat melaju kencang ….namun berkat sistim motor buatan BLI yang dapat menyesuaikan putaran saat turunan berfungsi sebagai engine brake juga.

T57 T58 T59 T60

Kedua loko Diesel E7 berpapasan dengan loko Gas Turbine diatas jembatan Double truss bridge…dan daerah curve merupakan daerah yang menarik untuk diperhatikan apakan kemungkinan akan terjadi benturan antara loko ataupun gerbong..khususnya jenis gerbong panjang seperti gerbong penumpang…nyatanya daerah ini aman aman saja.

Demikian pula saat berpapasan diatas jembatan…juga sangat menarik untuk diperhatikan dan tentunya daerah ini menjadi sasaran atau object pengambilan gambar.

T54 T61 T62 T64

Midi LO MbT sampai dengan saat ini masih dalam tahap penyelesaian meliputi pemasangan rambu dan tiang listrik, menaburkan pasir balas lengkap dengan dengan menambahkan rumput liar didaerah tersebut….urusan tanaman dan pohon2 juga menjadi PR tersendiri yang tidak mudah.

Termasuk daerah station yang masih terbengkalai penyelesaiannya…pemasangan tiang lampu dan tiang kabel telpon merupakan tahap terakhir…di dekat station juga terdapat crossing gate dan jalan raya yang juga harus dibenahi.

T63

Secara keseluruhan memang midi LO UNION PACIFIC MbT terlihat tidak banyak lagi tanah lapang…hampir sebagian besar sudah diisi oleh track dan bangunan-bangunan…sehingga tentunya tidak terlalu sulit untuk membuat hutan mini ataupun kebun2..MEMBUAT DOUBLE DECK TRACK AC DAN DC CUKUP MENANTANG


Deorama berdasarkan selera (2)…finalisasi track plan

May 31, 2015

Melanjutkan pembahasan untuk menyelesaikan pembuatan deorama berdasarkan selera ….memang tidak sesederhana rencana diatas kertas. Dimulai dengan menempatkan bangunan disepanjang jalur kereta dengan tempat/lahan yang terbatas.

Double deck dengan membagi digeladak atas untuk jalur DC dan digeladak bawah jalur AC yang juga membagi bahwa jalur atas bernuansa Amrik dan digeladak bawah bernuansa Eropa…tentu saja bangunan yang didirikan disepanjang jalur juga harus memperhatikan hal ini.

d34 d35 d36d6

Tahapan sudah memasuki penempatan bangunan diseluruh area jalur kereta api…dimulai dari lingkaran sebelah kanan yang didominan dengan industri pabrik gandum dan station lokal, penempatan bangunan ini terletak dikedua deck atas dan bawah sehingga tidak terlihat terlalu tinggi meninjol.

Direncanakan setelah mantap dengan posisi bangunan ini maka akan dilanjutkan dengan membangunan jalan raya, taman dan area bukit/kontur didaerah ini. Perlu dipastikan juga bahwa track harus sudah tidak ada perobahan lagi, didaerah ini terdapat track turn out curve dengan sudut lebar.

d4d38 d37d30

Selain beberapa bangunan industri didaerah ini terdapat tower air yang menjadi icon Amrik..terletak didekat station lokal..seluruh bangunan yang ada untuk sementara tidak terpasang tetap pada lay out sehingga masih dapat berobah posisi sesuai keinginan.

Daerah kedua yang telah ditata bangunannya adalah yang terletak pada layout bridge, dengan lebar sekitar 55cm MbT harus mengatur menempatkan bermacam-macam bangunan disamping 3 jalur kereta api.

Era tahun 60an merupakan pilihan tepat dengan berbagai pertokoan kecil, station khas Union Pacific , pompa bensin dan repair shop menjadi ikon didaerah ini….dan apabila sudah tidak ada perobahan lagi maka didaerah ini akan segera dibangun jalan raya lengkap dengan lampu jalan dan crossing gate nya.

d23 d24 d25 d26

Pada proses penyelesaian track plan..MbT sengaja menggunakan uji coba dengan rangkaian loko panjang E7 ABB lengkap dengan rangkaian gerbong penumpangnya, hal ini untuk meyakinkan bahwa track plan benar2 lancar dilalui kereta rangkaian panjang…dan pada jalur 1 didepan station rangkaian kereta dapat stop dengan total rangkaian 3 loko ABB dan 9 gerbong penumpang.

Terlihat double cross track didaerah track lurus jalur 2 dan jalur 3 setelah station merupakan daya tarik tersendiri, dengan menggunakan motor turnout produksi Tortois alias kura-kura…double crossing memerlukan 4 set untuk menggerakkan 4 buah wesselnya….mmm boros.

Karena double cross turn out ini memiliki sudut yang besar maka kereta atau loko seperti Big Boy dapat melaju dengan lancar..juga rangkaian loko Diesel E7 ABB milik Union Pacific.

d19 d20 d27 d33d2

Perlu dipastikan juga bahwa seluruh jalur khususnya didaerah curve harus cukup aman untuk papasan antar kereta, memang hasilnya sangat memuaskan…termasuk saat rangkaian kereta penumpang berhenti didepan station Union memiliki side track yang cukup untuk rangkaian loko ABB dan 9 gerbong penumpang.

Beberapa curve sengaja dipasang track yang tidak paralel lantaran untuk mendapatkan jalur yan aman dengan menggunakan curve track R6 dan R5, perlu dicatat apabila menggunakan flex track pada curve lebih kecil dari R6 harus dibuat dengan sangat teliti karena sering terjadi hasilnya mendapatkan R yang tidak rata dan bahkan beberapa bagian memiliki R lebih kecil…resikonya ya harus dibongkar lagi.

d1 d3 d13 d14

Yang menjadi hal khusus dalam membangun midi lay out MbT ini adalah menerapkan LOOP TRACK untuk memungkinkan rangkaian kereta dapat berbalik arah pada jalurnya tanpa harus menggunakan TURNTABLE.

Sedikit perbedaan penggunaan antara LOOP TRACK ( LT ) dan TURNTABLE ( TT ) adalah pada LT seluruh rangkaian beserta gerbong2 nya apabila diatur melelui LT maka akhirnya akan keluar dari LT dengan arah yang berlawanan alias balik arah, sedangkan untuk TT hanya diperuntukkan membalik arah loko nya saja…walau TT memiliki keuntungan lain yaitu untuk mengatur loko masuk kerumah loko secara melingkar namun menempatkan TT perlu area yang cukup luas.

Untuk membuat LT sebenarnya berprinsip pada merobah polarisasi arus, dengan menggunakan piranti khusus Loop Track booster buatan Digitrax yang berpasangan dengan sistim kontrol Digitrax seri Super Chief….didapat hasilnya sangat memuaskan. Pada penggal LT disyaratkan maksimum melaju 4 buah loko berada didalamnya.

d21 d22 d15 d8

Midi Lay Out MbT memiliki dua lantai yang berbeda mengakibatkan lantai diatas harus diatur sedemikian rupa supaya tidak mengganggu lantai bawah…dan konsekwensinya pada jalur DC yang digelar diatas harus siap dengan melalui sekian banyak jembatan/bridge untuk melompati track jalur AC dibawahnya.

Alhasil pada jalur DC terdapat 6 jalur jembatan dengan model truss bridge yang gagah, terdapat beberapa jenis truss bridge termasuk curve/arc bridge yang dicomot dari produk Marklin untuk K track….bahkan MbT yakin untuk menggabungkan 3 unit jembatan Arc bridge tersebut.

Untuk jembatan Double track produk Walthers Cornerstone MbT memasang track khusus untuk jembatan lengkap dengan rerailer track nya…yang ini buatan Shinohara….hasilnya sangat realistik.

d51 d52 d53 d54

Loncat sedikit ….cerita untuk LT disebelah kiri memang terbatas untuk loko dan gerbong yang tidak panjang, dikarenakan loop track ini menggunakan curve R4…karena pada curve luar sudah menggunakan R6 dan R5….namun Loop Track ini tetap dapat dilewati oleh si bongsor Big Boy dengan rangkaian gerbong barang.

Untuk masuk ke Loop Track ini MbT menggabungkan Turn out dengan curve turn out…dengan left turn out…. Memang dibagian ini sedikit rumit untuk mengatur penggerak turn out….mujur salah satu TO dapat menggunakan Tortois..

d47d44 d49 d50

Kalau dipandang dari sudut agak atas…Midi Layout MbT ini terlihat penuh dengan Turn Out…artinya penuh dengan motor penggerak juga..sehingga pemasangannya harus memperhatikan posisi track yang terletak dibawahnya…dengan ketinggian antar deck 12cm sudah cukup untuk mengatur tunnel dan memasang penggerak Turn Out juga penggerak mekanisme Crossing gate.

Pada jalur AC dibawah ternyata tidak kalah rumit dibanding dengan jalur DC, dengan bermodal Marklin track type C, seluruh jalur track sudah tersambung dengan tepat.

d11 d16 d17 d46

Jalur AC pada geladak bawah untuk daerah basah juga tidak ketinggalan MbT memasang Arc bridge Marklin type khusus C track yang tersambung dan berdampingan dengan bridge type girder Marklin C track.

Untuk Arc bridge ini pada bagian pilar terpasang pilar Marklin yang terlihat cukup kokoh….MbT mujur mendapatkan produk Marklin untuk Arc bridge, girder bridge lengkap dengan pilarnya dari Holland dengan harga yang sangat fantastis murahnya.

d7 d13 d16 d18

Untuk jalur AC yang notabene merupakan jalur kereta Eropa…MbT berusaha membuat nuansa deorama lay outnya tetap menyatu dengan jalur DC yang Amrik tersebut.

Sebagai contoh pemasangan Arc Bridge merupakan aksen untuk menyatukan nuansa jalur atas dan bawah…sehingga sudut pandang camera nantinya tidak terganggu.

Pada jalur AC ini juga terdapat beberapa station dan yang besar merupakan produk Kibri yang terpampang tepat didepan Lay out untuk menampilkan kegagahan arsitek Germany.

To be continued


Deorama berdasarkan selera… (1)

April 28, 2015

Selain kerumitan dan keanekaan jalur atau track serta berbagai jenis lokomotive termasuk jenis Loko Uap, loko Gas, loko Listrik juga loko Diesel dan bermacam gerbong/wagon mulai jenis flat car, gondola, box car, tank car, pascar atau jenis lain….para penggemar kereta model juga menyukai beberapa nuansa sekitar jalur kereta.

Beberapa penggemar kereta model Amrik, Eropa, Japan ataupun Indonesia telah membuat layout dengan menerapkan deorama berdasarkan cuplikan lokasi sebenarnya dikarenakan daerah tersebut memang memiliki cerita tersendiri.

Selain itu tidak sedikit penggemar kereta model yang membuat deorama secara bebas dengan hanya memberi nuansa tertentu seperti daerah pemukiman/urban, daerah alam pegunungan atau daerah industri.

Seluruh nuansa deorama tersebut diatas yang tetap tidak terlupakan adalah station kereta api didaerah tersebut mulai dari bangunan kecil sederhana hingga daerah ramai dengan station kereta yang cukup besar.

dd1 dd2 dd3 dd13

Deorama yang dibangun MbT sedikit unik karena dasar pemikirannya sangat beda dengan yang diatas….pertama adalah luas lokasi ruang untuk membuat deorama yang sangat terbatas, kedua menggabungkan nuansa alam dan perkotaan era III dengan maksud deorama dapat berlaku untuk lalu lalang kereta jenis locomotive uap juga jenis locomotive Diesel, ketiga MbT telah memiliki beberapa bangunan yang pernah digunakan pada LO sebelumnya serta beberapa bangunan baru yang juga sudah tersedia lebih dahulu….nah tentunya harus dimanfaatkan alias dipasang pada midi LO yang sekarang ini.

Keempat yang merupakan yang paling sulit adalah bahwa deorama atau bangunan yang akan dipasang harus menggabungkan suasana jalur Amrik dan jalur Eropa…. Kelima MbT membangun atau menempatkan bangunan di midi LO tidak secara permanen…artinya setiap saat dapat diangkat dipindah-pindah untuk merobah posisi bangunan2 yang ada.

Dengan kelima dasar pemikiran tersebut maka terciptalah deorama yang sangat flexible ….suasana dapat berobah-obah sesuai dengan kenginan…yang merupakan deorama tetap tidak berobah hanya pegunungan, konstruksi jembatan dan jalan kendaraan.

dd4 dd5 dd10 dd11

MbT memulai dari station yang memiliki jalur DC terletak pada posisi jalur lurus. Pada area station dengan 3 jalur ini, MbT menempatkan sebuah station era lama Union Pacific style dengan genteng warna hijau…station tidak besar namun cukup berkarakter produk dari Walthers cornerstone. Deorama tidak sulit…..denganrencana  cukup memasang lampu jalan disekitar station dan menempatkan beberapa bangunan. Pada seberang station akan dibangun jalan mobil aspal dengan menggunakan produk Noch… Station ini diapit oleh bangunan pompa bensin dan crossing gate yang akan dipasang segera …..pompa bensin merupakan produk Woodland scenics.

Disamping track distation terdapat jalan raya yang cukup ramai dan jalan ini berhubungan langsung dengan track…sehingga para rail fan atau masyarakat dapat dengan senang melihat dan menikmati lalu lalang kereta api dengan cukup dekat dan jelas. Perlu diperhatikan juga saat memilih jenis jalan raya yang akan dipasang…mulai dari lebar jalan raya dan juga jenisnya aspal atau concrete …aspal yang berwarna hitam dan concrete abu2….

dd6 dd7 dd8 dd9

Tidak jauh dari station pada lintasan jalan yang memotong 3 jalur kereta akan dipasang crossing gate….bagian ini juga merupakan daya tarik tersendiri dari deorama secara keseluruhan.

Diarea station MbT menempatkan beberapa puluh figur yang bertujuan untuk menambah kehidupan distation. Figur terdiri dari calon penumpang kereta api termasuk pengantarnya, beberapa person pekerja dan petugas station. Disekitar station MbT perlu menanam beberapa pohon besar dan tentunya tanah terbuka juga diberi tanaman rumput.

Di area station nantinya akan dipasang  juga beberapa lampu jalan….lampu ini produk dari Viessmann ..namun tetap cocok untuk nuansa Amrik.

dd12 dd14 dd15dd25

Masih didekat station…terlihat sebuah tanki air era III yang digunakan untuk mengisi air Steam locomotive. Pada phase selanjutnya MbT akan melengkapi beberapa tanda/signal untuk kereta api masuk dan keluar station, sinyal yang MbT pilih adalah jenis semaphore yang membuat kenangan tersendiri karena jenis ini dulu sering kita lihat juga didaerah station milik PJKA atau DKA barangkali.

Semaphore sangat antik karena pergerakan lengannya memilik arti stop dan jalan, MbT memilih semaphore juga produk dari Viessmann…..perlu MbT infokan bahwa power supply untuk lampu2 dan sinyal dibuat terpisah dengan menggunakan power supply 18VA buatan Marklin…dan sistim ckontrol nya juga menggunakan tombol on off buatan Marklin yang cukup sederhana.

dd16 dd17 dd18 dd19

Deorama dan asesori untuk Lay Out memang sangat beragam dan kalau kita tidak pikirkan atau menyiapkan dengan seksama bisa kejadian asesori yang sudah tersedia tidak terpakai..terutama untuk menyiapkan bangunan2 ataupun figur2 ternyata tidak mudah karena kedua jenis tersebut sangat beragam pilihannya….kalau mengenai pepohonan dan tanaman …hampir sebagian besar dapat cocok untuk segala suasana…alias pasti terpakai.

Pada midi LO MbT lebih banyak menyiapkan bangunan2 kearah industri termasuk beberapa pabrik dan perkantoran pergudangan. MbT memilih bangunan dari produk Walthers cornerstone dan juga produk Faller….untuk bangunan didaerah jalur DC terlihat 95% merupakan gaya Amrik produk dari Walthers Cornerstone.

dd20 dd21 dd23 dd32

Kalau diperhatikan bangunan station memang merupakan objek yang tidak membosankan, sehingga dalam satu lajur MbT telah menempatkan dua buah station yang berbeda gaya arsitek nya, sebuah bangunan station bergaya Mexico merupakan pilihan yang menarik.

Dengan memanfaatkan teknik photography… MbT mencoba mengabadikan bangunan tersebut dengan khusus tanpa terpengaruh lingkungan ..yang kalau kita lihat secara wide angle sebenarnya terdapat dua station yang berdekatan jaraknya.

dd22 dd24 dd31 dd32

Untuk daerah Station Union Pacific style terlihat lahan parkir yang cukup luas menandakan bahwa station ini sering disinggahi kereta api penumpang….dan model taxi kuning chevi keluaran tahun 70an membuktikan bahwa jenis bangunan tersebut masih awet gaya arsiteknya yang dibangun sejak tahun 50an.

Bangunan khas dengan cerobong asap dari pemanas ruangan sangat dibutuhkan untuk daerah yang mengalami empat musim. Area station yang memiliki tiga jalur kereta api digunakan untuk jalur kereta penumpang juga barang. Untuk mengamankan jalur ini terdapat rumah sinyal mungil yang dibangun dekat crossing gate.

dd27 dd28 dd29 dd30

Masih didaerah lingkaran sebelah kanan, MbT menempatkan beberapa bangunan yang mengidentifikasikan daerah industri. Sebuah bangunan factory tepung terigu terletak dilantai track dasar, bangunan ini sebetulnya bukan barang langka karena bangunan-bangunan tersebut merupakan koleksi lama MbT produksi Cornerstone Walthers.

Bangunan tersebut berdiri dilahan yang sangat terbatas, bahkan karena sudah tidak ada lagi tempat di deck atas daerah lajur DC maka MbT menempatkan bangunan tersebut dideck bawah didaerah lajur Marklin AC..terlihat berdiri kokoh disekitar tunnel. Ternyata masih dapat juga membentuk nuansa sesuai keinginan tanpa rencana sebelumnya.

Bagian seksi layout yang lain masih dalam proses pengerjaan yang ternyata memerlukan waktu yang tidak sebentar…termasuk tahapan melengkapi deorama dengan lighting serta pepohonan.

Tips: Luangkan waktu untuk selalu me refresh layout supaya tetap semangat.

 

 


menggelar jalur susun juga tidak mudah..

March 25, 2015

Setelah berjalan beberapa minggu menggelar jalur baru ternyata terbukti tidak mudah pelaksanaannya, jalur untuk DC memang merupakan jalur yang akan MbT gelar diatas jalur AC…dengan memanfaatkan celah ruang yang ada maka jalur DC pun digelar.

Sengaja jalur DC terletak diatas jalur AC supaya rangkaian kereta DC dengan mayoritas armada Union Pacific tetap terlihat secara menyeluruh…namun tetap harus memikirkan rangkaian kereta AC tetap dapat terlihat walau sesekali terhalang dibawah jalur DC.

d1 d4 d5 d6

Konsep awal untuk jalur DC ini mirip dengan jalur AC dibawahnya yaitu membuat track dengan curve minimum 24″ untuk kebutuhan lintasan rangkaian kereta api dengan gerbong penumpang yang memiliki fisik cukup panjang (disyaratkan oleh pabrikan minimum curve 24″)

Kalau melihat kondisi lokasi meja yang ada di area mini LO MbT memang sangat sulit untuk menerapkannya…sehingga terpaksa harus memperlebar bagian meja didaerah putaran/curve sebelah kanan station dan sebelah kiri station.

Sebelah kanan station AC setelah dicoba dengan menggelar putaran dengan minimum curve 24″ maka untuk curve sejalur sebelah luar harus mengambil yang 26″…MbT tidak mungkin menggunakan yang curve 22″ karena tidak akan dapat dilalui oleh gerbong penumpang tersebut…alhasil meja track tidak cukup lebar sehingga harus disiasati membangung bridge/meja jembatan yang melompat ke meja lurus melintas sebagian diatas station AC (lihat foto) sehingga lingkaran tidak perlu penuh…cukup setengah lingkaran saja untuk mencapai bridge tersebut.

d2 d3 d12 d13

Masalah kedua adalah dimana memposisikan station untuk jalur DC ini…bagian meja yang lurus merupakan daerah station AC sehingga kalau jalur DC terletak diatasnya maka station AC akan tertutup/terhalang… mengingat kondisi ini untuk station DC terpaksa diletakkan diatas bridge…walau tidak panjang dan tidak lebar daerah station ini sudah cukup untuk perencanaan penempatan 3 jalur + station + jalan mobil didepan station.

Pada daerah station ini MbT sengaja membuat jalur sedikit rumit dengan menempatkan double cross track yang sangat menarik untuk dilihat dan dimanfaatkan…double cross ini merupakan gabungan dari 4 buah Turn Out…konon double cross track ini dibuat oleh Shinohara yang cukup kondang….dan track yang digunakan MbT yaitu tetap code 83 merupakan produk Roco dan sebagian produk Atlas.

d8 d16 d17 d18

Setelah bagian curve kanan selesai dan aman maka jalur dilanjutkan berputar kearah kiri dengan mipir tembok ruangan, konsep ini mengakibatkan jalur track AC dibawahnya selalu pada posisi didalam tunnel dibawah jalur DC…sehingga harus disiasati untuk mempersiapkan saat pemeliharaan.

Jalur DC yang terdiri dari 2 jalur pada bagian lurus sepanjang hampir 5 meter dibuat berbeda ketinggian.

Kembali ke curve sebelah kanan MbT mendapat keuntungan yaitu terdapat ruang inspeksi antara bridge dengan meja…dan tempat ini sangat baik untuk posisi pengambilan gambar kesegala arah terutama untuk mengambil gambar sebelah dalam bridge pada sisi depan station DC dan mengambil posisi jalur lurus station AC.

Pada bagian putaran sebelah kanan MbT sengaja memberikan area untuk mendirikan bangunan industri seperti pabrik gandum dan pergudangan.

d24 d9 d10 d11

…melanjutkan jalur lurus dari putaran curve kanan yang mipir tembok…MbT membedakan ketinggian jalur tersebut, untuk posisi jalur yang disebelah tembok…MbT membuat elevasi sekitar 3cm dengan menggunakan alas terbuat dari stereofoam…hasilnya kereta pada bagian bagian luar apabila berpapasan dengan kereta pada jalur yang didalam tetap terlihat karena posisi lebih tinggi….elevasi menaik ini hanya terdapat pada area tepi dinding saja.

Dengan mengikuti jalur ini sampailah kita ke arah putaran sebelah kiri station ….MbT membuat beberapa loncatan …pertama setelah bridge terdapat kurva yang langsung loncat menyeberang diatas track lurus station AC sehingga pada tepi sebelah dinding terdapat sementara 5 jalur DC dan pada ujung kiri berpisah kembali menjadi masing2 2 jalur DC.

Pada sisi didepan jendela ruangan sudah terdapat jembatan jalur AC maka untuk menyesuaikan suasana basah didaerah tersebut maka jalur DC diatasnya juga beberapa kali melompat track AC dengan melewati beberapa jembatan….dan jembatan didaerah ini sengaja beberapa dipilih menggunakan jembatan Arched Bridge buatan Marklin dari sudut tertentu tetap mendapatkan nuansa yang jembatan Eropa. Pada pojok sebelah kiri terdapat dataran yang nantinya diisi dengan bukit terjal karang sehingga jalur AC dan DC akan melalui sebuah tunnel.

d14 d15d28 d20

Selanjutnya terus bergerak kearah kiri yang disana terdapat putaran curve kembali ke arah station…sedikit perbedaan kalau curve arah putar sebelah kanan station memiliki nuansa indutri dan urban, maka untuk curve putaran sebelah kiri ini dibuat dengan nuansa perbukitan dengan  didaerah tersebut akan terdapat area tambang batu bara dan bebatuan.

Daerah ini dibuat dengan dataran yang agak luas selebar setengah area curve yang memiliki radius track 24″ dan 26″…sebagian memang menutup jalur AC dibawahnya namun pada bagian curve AC dibuat terbuka dibagian atasnya sehingga MbT dapat melihat rangkaian kereta AC dari bagian atas…kereta melaju seolah diantara dua tebing terjal.

d23 d25 d26 d27

Masalah curve 24″ dan 26″ kembali terjadi saat akan membuat arah balik dari daerah perbukitan ini…berdasarkan track plan masih memungkinkan namun setelah digelar ternyata jalur keluar dari posisi meja sehingga terpaksa harus dibuat posisi overhang seolah jalur melewati sebuah viaduct.

Jalur kembali kearah station penuh dengan curve bahkan chicken dan jembatan sehingga diharapkan saat test tidak terjadi derail…perlu dicatat bahwa secara keseluruhan track DC ini dapat dikatakan datar dan memiliki curve serta sudut Turn Out yang aman. Jalur DC dari arah kiri station masuk dengan melewati gabungan sebuah Turn Out dan sebuah double slip track produk Roco landai sehingga 2 jalur DC pecah menjadi 3 jalur mengarah ke station.

Sebelum masuk ke station dari sebelah kiri jalur melintas sebuah jalan raya …MbT mencoba menempatkan crossing lengkap dengan palang dan lampu warning berfungsi untuk 3 jalur track, untuk ini MbT mempercayakan pada produk MTH.

d29 d30 d31d32

Terkait dengan lahan yang terbatas MbT tidak dapat memasang turntable untuk memutar arah loko, dan timbul ide untuk membuat loop track….MbT mencoba membuat loop track pada lahan putaran sebelah kiri dengan mengambil cabang dari jalur kekiri menggunakan sebuah curve turn out.

Loop track dibuat melingkar dengan radius 22″ produk Roco karena harus bertempat didalam jalur putar yang sudah mempunyai curve 24″…sehingga pada jalur putar sebelah kiri terlihat track berjajar 3 jalur termasuk 1 jalur merupakan looping track.

Prinsip loop track adalah mengatur polarity pada jalur sehingga tidak terjadi short dan loko tetap dapat berjalan dan dikontrol menggunakan kontroler. Untuk ini karena system kontrol menggunakan Digitrax Super Chief maka MbT juga memasang booster sekaligus loop track control juga produk Digirax.

d33 d34d35 d36

Setelah membahas mengenai jalur DC… kita mengetahui material yang digunakan alias track nya sendiri bagaimana…MbT menggelar track DC menggunakan code 83 untuk mendekati realita tinggi track…walaupun harus hati2 terhadap roda pada loko tertentu yang tidak kompetibel dengan code 83.

Berdasarkan daftar belanja track….hal ini yang paling menarik, karena MbT untuk membangun mini Layout AC/DC sudah terencana sejak 5 tahun lalu..alhasil hampir 90% material sudah tersimpan dalam box menumpuk  digudang…antara lain tertera merk Roco untuk flex track, curve track R5 R6 R9 R10 dan juga Turn Out besar serta double slip nya, selain itu MbT juga menggunakan beberap flex track produk Atlas dan double cross serta bridge track merk Shinohara. Crossing gate MbT memilih menggunakan produk MTH yang dapat berfungsi untuk 4 jalur dengan sistim automatic buka tutup.

Perlengkapan lain yang sudah dicicil sejak awal adalah beberpa jenis jembatan termasuk jembatan double track buatan Cornerstone, jembatan single buatan Rix serta girder bridge berlogo Union Pacific produksi Atlas.

Secara keseluruhan MbT bersyukur karena pembuatan jalur DC 2 track termasuk lancar…tinggal 2 pekerjaan lanjutan yaitu pertama penempatan structure dan bangunan yang sesuai dengan jalan mobil dan kedua adalah pemasangan figure….kedua item ini MbT juga sudah merancang untuk mulai belanja sejak 5 tahun lalu… dan saat itu kurs USD sekitar 8rb an.

d37

Selanjutnya pada posting yang akan datang MbT akan membahas betapa sulitnya mengatur deorama berdasarkan material yang sudah tersedia.


Gelar jalur baru…

February 19, 2015

Ekspansi jalur kereta tentunya merupakan obsesi semua penggemar kereta model, namun untuk mewujudkan selalu banyak kendala yang harus diselesaikan dengan bijak. Seperti halnya pembangunan2 disektor yang lain hal Pertama yang harus diselesaikan adalah “mendapatkan ijin membangun/ekspansi” karena apabila ijin sudah keluar maka pembangunan akan lancar.

Perihal kendala Kedua  yang dihadapi adalah faktor lokasi yang harus melampaui beberapa rintangan terutama “penggusuran” beberapa area dan menata kembali menjadi lokasi jalur baru yang akan dibuat.

…dan yang terberat yaitu hal ketiga adalah faktor anggaran yang harus direncanakan sebelumnya secara matang supaya tidak tersendat ditengah jalan…maklum anggaran belanja untuk membangun jalur baru harus harus dibuat multi years.

n1c49p37a48

MbT yang sudah cukup lama menggunakan jalur pada mini layout dengan bentuk L shape merencanakan untuk merobah jalur dengan menambah panjang lintasan dan memperbesar curve yang ada….dan ternyata untuk memenuhi hal ini MbT harus merobah total track layout yang ada.

Masih ingat tentunya dengan beberapa foto diatas, daerah atau lokasi dalam foto diatas merupakan daerah yang perlu dikoreksi pada gelaran jalur baru MbT, dimulai dari track putaran (MbT menyebut sebelah kanan) yang merupakan track berputar nya rangkaian kereta harus melalui curve maksimum 22″ …walaupun loko steam seri Big Boy dapat melaluinya dengan hati2..MbT akan mengkoreksi jalur ini menjadi curve 24″ dan curve 26″

Ternyata untuk memulainya juga tidak mudah …dengan membuat track plan terlebih dulu maka terlihat bahwa kebutuhan track lengkap dengan segala jenis aksesorinya cukup banyak.

Sebelumnya MbT sudah terbiasa menggunakan track dengan code 83 maka jalur DC yang baru nanti tetap mempertahankan code 83 juga….tentu dengan menginfentaris track lama mana yang masih dapat digunakan….yang pasti utuk curve 18″ dan Turn Out yang lama harus ditinggalkan dan diganti dengan yang #lebih besar.

1t t8 t23

Para pengunjung blog Masinis Bintaro pasti bertanya-tanya karena foto2 yang ditampilkan saat ini bukan merupakan jalur track untuk loko aliran DC yang selama ini terlihat mondar-mandir armada Union Pacific diatasnya.

……ya sebelum menggelar track DC…terpikir bahwa kenapa tidak sekalian menggabung Layout untuk DC juga dengan AC….hal sulit mulai muncul lagi, setelah diputuskan bahwa jalur track AC akan mendominan dibagian bawah dan jalur track DC akan terletak diatas maka konsekwensinya MbT harus menggelar track AC terlebih dulu.

…..terlihat track AC lingkaran/curve sebelah kanan ini merupakan juga putaran balik semua rangkaian kereta dari kedua arah. Lokasi awal memang terbatas sehingga hanya mampu dibuat dengan curve 22″.

Untuk rencana saat ini daerah putar sebelah kanan ini dibuat sehingga mampu untuk digelar dengan curve hingga 26″..pada bagian ini MbT melebarkan meja track plan beberapa puluh cm.

Daerah kedua yang selalu merupakan object yang menarik merupakan jalur didepan station kecil merupakan jalur yang akan menuju daerah yard dan side pada jalur berikutnya…MbT akan mengkoreksi jalur ini dengan menggunakan curve 24″ dilanjutkan dengan track lurus ganda yang bersambung ke daerah station baru.

Jalur lurus ganda dengan beberapa track yard yang terlihat pada foto berikutnya juga akan dikoreksi dengan jalur yang lebih panjang. Untuk mendapatkan tingkat kesulitan yang menantang maka pada lingkaran sebelah kanan MbT hanya menggelar satu jalur saja sehingga rangkaian kereta masuk dan keluar ke jalur ganda akan diatur dengan menggunakan turn out.

3t 4t 5tt6

Alasan utama MbT kenapa track DC diletakkan diatas karena supaya rangkaian DC dapat terlihat langsung sedangkan jalur AC dapat blusukan dibawah jalur track DC.

Dua jalur ganda tersebut terus mengelilingi mini Lay out MbT yang kalau dihitung panjang track berjalan mengeliling Lay Out dapat mencapai 24m…tentu saja MbT juga memperpanjang meja track yang sudah ada sepanjang dua setengah kali panjang meja awal…..dan membentuk formasi capit kepiting.

Jalur masuk ke station dari lingkaran kanan langsung disambut oleh double slip dengan melalui dua buah Turn out yang tepecah masuk ke double slip atau berjalan lurus saja.

2t t7t9t10

MbT merupakan hal pertama kali untuk mencoba menggelar jalur AC, walaupun ada beberapa pilihan type track namun MbT memilih track type C Track produk Marklin hal ini lantaran lebih mudah mendapatkannya….MbT mencicil mengkumpulkan C Track ini sejak beberapa tahun lalu…sehingga track plan nya sudah terlihat sebelumnya…hanya saja beberapa material masih harus ditunggu keberadaannya walau cuma beberapa keping track lurus pendek.

Mungkin tamu blog MbT ini sedikit heran kenapa MbT pindah aliran….oh tidak juga MbT justru menambah aliran supaya para penggemar kereta model dapat tetap semangat …terutama para hobby shop khusus kereta model dapat bertambah terus di Indonesia ini.

t11 t12 t13 t22

Konsep utama MbT adalah membuat kedua jalur AC dan DC tersebut tanpa ada elevasi artinya masing-masih jalur AC dan DC terletak di bidang datar yang rata, sehingga pada jalur  kalau ketemu jurang atau sungai dipasang jembatan dan kalau ketemu bukit ya dipasang tunnel/terowongan.

MbT membuat track plan berdasarkan beberapa referensi dan tentunya penyesuaian dengan area lokasi yang tersedia ditambah dengan material yang sudah ada.

t8 t14 t15 t20

Dengan mengacu pada track plan yang baru ternyata masih banyak dibutuhkan material track dari mulai yang lurus dan yang curve….terpaksa MbT harus sedikit blusukan mencari keberadaan kekurangan track tersebut.

Hal yang menurut MbT perlu mendapat perhatian dalam pembuatan jalur AC ini ada beberapa : 1. Track satu bidang, 2. Penggunaan double slip dan cross track, 3. Penggunaan curve R4 dan R5, 4. Pemasangan jembatan, 5. Pemasangan crossing gate, 6. Penggunaan control system Mobile station 2 dengan meminimalis wiring system dan ke 7. Penggabungan dengan jalur track DC diatasnya.

Setelah menggelar beberapa bagian terutama pada area putaran balik timbul masalah utama yaitu R4 dan R5 memiliki radius yang lumayan besar (melebihi lebar ukuran triplex) maka MbT terpaksa menambah lebar papan meja dibagian tertentu.

Dengan kesabaran maka nyambunglah seluruh track AC tersebut dengan jalur menggunakan minimum curve R4 dan maksimum R5.

t16 t17 t18 t19

Salah satu keuntungan pada Lay out AC …..pada bagian lingkar balik sebelah kiri MbT dapat membuat loop dengan menyeberang dari track dalam ke track dalam dihadapan…sehingga arah rangkaian kereta dapat berputar arah…dan dapat lebih cepat masuk ke station.

MbT tidak ingin bicara terlalu teknis namun terlihat bahwa pihak Marklin telah mempersiapkan beberapa ukuran track maupun turn out yang sesuai dengan keinginan para rail road modeller, mulai dari ukuran panjang keping track, lighting and signal system hingga baut untuk track.

C track yang sudah dilengkapi dengan road bed plastik berbeda jika dibandingkan dengan type K Track yang tanpa road bed, untuk K track memang lebih realistic namun untuk C track dengan dipasang sedikit alas sudah lumayan mengurangi suara khas kereta jalan diatas meja. Hal ini terjadi karena MbT memasang/menggelar track diatas meja dari rak (sebagai store) yang terbuat dari triplex.

t20 t21 t24 t28

Dengan mempersiapkan skenario jalur station, dibuat 4 jalur dengan masing-masing dua arah, kereta masuk station dari sebelah kanan pada jalur kanan yang terbagi dengan manggunakan double slip track Marklin 24624 yang sangat ampuh dengan sebelumnya masuk menggunakan Turnout landai 24711. Sebaliknya jalur keluar station juga melewati double slip track, dua jalur keluar bergabung melalui turn out menjadi satu jalur track.

Demikian pula pada jalur lingkar balik berikutnya (MbT menyebut lingkar balik kiri) akan dikoreksi dari curve 22″ menjadi curve lebih besar 24″…double track masih tetap dipertahankan.

Untuk dua jalur masuk dari sebelah kiri station terbagi dengan melalui cross track sudut lebar Marklin 24740 setelah melalui turnout landai 24712, untuk masuk station dari sebelah kiri berbeda karena menggunakan cross track, sehingga satu jalur masuk langsung menuju kestation tanpa belok kiri kanan atau ke side…

t22 t25 t26 t27

Dengan tetap semangat akhirnya track plan/ layout AC sudah terwujud dengan menggunakan track C type dan dikontrol nantinya dengan Mobile station 2.

Setelah selesai menggelar track ternyata masih harus memikirkan asesories untuk track yang terdiri dari antara lain sistim mekanisme untuk penggerak Turn out dan juga lampu pa da Turn out.

Keuntungan MbT menggunakan sistim kontrol Marklin seri Mobile Station 2 antara lain kontrol ini sudah dilengkapi dengan fitur untuk mengatur dan menggerakkan Turn Out. Namun MbT harus melengkapi standard Turn Out dengan asesoriesnya.

t32 t33 t34Untuk menggerakkan Torn Out diperlukan mekanisme berupa motor penggerak, mekanisme turn out ini merupakan mekanisme yang akan bekerja dengan memerlukan arus listrik yang nantinya akan dikontrol secara terpisah.

Mekanisme Turn Out berbentuk pipih diletakkan dibagian bawah dari Turn Out dan pada bagian tuas Turn Out dikaitkan pada kaitan yang sudah tersedia. Mekanisme ini bekerja sangat akurat dan cepat.

Kalau didalam satu Lay Out terdapat belasan atau puluhan Turn Out dan akan dioperasikan secara elektronik seluruhnya maka diperlukan pula belasan atau puluhan Mekanisme Turn Out Marklin 74490 seperti ini.

t29 t30 t31

Dikarenakan sistim kontrol Mobile Station 2 sudah dilengkapi dengan fitur kontrol Turn Out maka MbT akan memanfaatkannya….dan karena sistim ini harus bekerja dengan menggunakan sinyal digital maka pada Turn Out tadi untuk mengaktifkan mekanisme Turn Out dibutuhkan Turn Out Decoder dengan code Marklin 74460.

Turn Out decoder memang merupakan pasangan dari motor/Turn Out mechanism Marklin 74490 diatas. Turn Out decoder yang merupakan kumpulan circuit dan chip berbentuk pipih dengan fisik segitiga disesuaikan dengan space yang terdapat pada bagian bawah Turn Out.

Pada Turn Out decoder ini terdapat tuas mini yang digunakan untuk menentukan code number dari decoder ini….kombinasi angka dari 0 – 9 (10 nomor) dapat dikombinasikan hingga 500 code number. MbT hanya membutuhkan hingga belasan saja dan ini sangat memudahkan pengoperasian Turn Out yang posisinya jauh terjangkau.

t35 t36 t38 t39

Untuk asesoris Turn Out juga dilengkapi dengan sebuah lampu Turn Out berbentuk mini yang khusus dibuat Marklin dengan code 74470. Lampu Turn Out ini dipasang diposisi sebelah tuas Turn Out dan akan menyala dengan arus listrik dari track.

Lampu Turn Out sangat membantu menunjukkan arah posisi Turn Out…terlihat posisi Turn Out dalam posisi arah lurus atau posisi belok. Arah yang ditunjukkan lampu tersebut bergerak berbarengan dengan perobahan arah Turn Out yang tadi dioperasikan dengan bantuan mekanisme dan decoder.

Memang merupakan pasangan yang ideal antara Motor/mekanisme Turn Out 74460, Lampu 74470 dan decoder Marklin 74490…..ketiga asesoris ini dipasang sekali jalan…dan lampu Turn Out ini dikemas oleh Marklin pada setiap box kecil terdapat 2 unit lampu…sehingga kalau kita memiliki 10 Turn Out cukup mengadakan 5 box 74470 saja.

t40 t41 t42

Merupakan asesoris track terakhir yaitu bumper untuk penahan kereta berhenti yang dipasang pada track akhir pada jalur yard. Bumper ini terpasang sangat kokoh pada end track khusus bumper dengan bentuk mendekati asli….posisi bumper ini tepat sama tinggi dengan posisi bumper pada kereta/loko dan gerbong.

Bumper ditawarkan oleh Marklin dengan dua type yang dibedakan salah satunya dilengkapi dengan lampu tanda bumper supaya dapat terlihat dari jauh disaat cahaya kurang….nah lengkap sudah ulasan khusus track …selanjutnya masih lama menunggu gelaran track plan jalur DC.

 


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.